Showing posts with label roti. Show all posts
Showing posts with label roti. Show all posts

Sunday, May 10, 2015

Rotii Paratha

Paratha
Akhirnya setelah beberapa bulan sejak kepindahan kami ke Malang dan sempat mengungsi beberapa bulan di rumah orang tua karena rumah kami belum siap huni dan masih dalam tahap renovasi maka seminggu yang lalu resmi saya dan anak menempati rumah kami sendiri.

Rumah kami ini sebenarnya sudah kami miliki kurang lebih 4 tahun yang lalu, membangunnya kami serahkan ke pihak developer perumahan, setelah jadi tidak langsung ditempati karena kami masih tinggal di Colombo, Srilanka saat itu. Memang rencananya rumah ini adalah simpanan kami dan akan ditempati setelah pensiun nanti, tapi karena rencana pensiun dini yang diinginkan oleh suami dan anak yang harus masuk SMP maka kepindahanpun dipercepat dari semestinya, walaupun hanya saya dan anak saya saja yang pindah terlebih dahulu, sedangkan suami akan menghabiskan masa kontraknya dulu sampai tahun 2016 nanti.



Seperti rumah-rumah lain yang dibiarkan lama kosong maka rumah kami inipun semakin lama semakin rusak karena tidak terawat. Sehingga pada saat saya datang awal Agustus kemaren kondisinya sudah sangat memprihatinkan, perlu banyak perbaikan dan renovasi agar siap huni. Dan ternyata renovasinya membutuhkan waktu yang sedikit lama, oleh sebab itu akhirnya saya putuskan untuk sementara tinggal di rumah orang tua dulu.
Pindahan
Sekarang rumah sudah selesai, sudah siap dihuni dan barang-barang dari Colombo juga sudah datang, maka saya dan anak sayapun siap pindah dan menempati rumah baru kami.

Kepindahan kami kerumah yang baru berarti juga memiliki dapur sendiri.....saat inilah yang sangat saya nanti-nantikan. Walaupun sewaktu tinggal di rumah orang tua kemarin juga bebas melakukan apapun termasuk masak memasak tapi tetap saja rasanya tidak sebebas di rumah sendiri.

Percobaan awal adalah mulai mengeksekusi resep yang sudah saya simpan lama tapi belum sempat mencobanya yaitu rotii paratha.

Jenis flat bread ini popular sekali sebagai menu harian didaerah Asia Selatan seperti India, Srilanka, Pakistan sampai ke Yaman dan jazirah Arab dan sekitarnya. Mungkin namanya berbeda-beda, ada yang menyebutnya paratha dan ada yang menyebutnya rotii tissue karena apabila ditarik akan membentuk lembaran tipis berlapis-lapis seperti tissue. Cara pengerjaannya juga ada sedikit perbedaan, seperti di India dan di Srilanka.

Cara pengerjaan di India yaitu adonan dibuat berlapis-lapis dengan bantuan ghee atau butter sedangkan di Srilanka adonan di buat berlapis dengan cara diuleni dengan banyak minyak dan dibentuk sedemikian rupa sehingga bila dipanaskan diatas wajan akan membentuk lapisan-lapisan.
Dari cara pengerjaan ini akan menghasilkan hasil akhir yang berbeda dimana paratha India akan lebih kesat sedangkan paratha Srilanka sedikit lebih berminyak. Tapi walaupun begitu keduanya memiliki tampilan yang sama yaitu bulat dan berlapis-lapis seperti kulit pastry.

Di Srilanka sendiri parathaa biasanya disajikan sebagai menu hidangan makan malam, mulai dari kedai-kedai dan warung sampai restaurant besar yang menyediakan makanan lokal pasti ada menu rotii paratha. Biasanya penduduk lokal memakannya berserta curry. Anak saya sendiri suka sekali makan paratha dengan curry kambing atau ayam masala yang pedas. Rasa gurih paratha memang enak dipadukan dengan sensasi pedas masala atau curry, tapi terkadang parathaa juga bisa disajikan sebagai menu makan pagi juga. Kalau makan pagi biasanya paratha dihidangkan beserta madu atau olesan selai buah manis.



Step by step : dari kiri bawah

Sebagai pengobat rasa kangen Srilanka maka saya membuatkan anak saya paratha dengan kuah ayam masala pagi ini. Resep aslinya saya ambil dari. sini.  Resep ini adalah resep paratha ala India, cara pengerjaannya lebih mudah dan simple serta tidak terlalu berminyak hasil akhirnya, tetapi tetap lembut di lidah.

Kalau ingin mencoba menu sarapan atau makan malam dengan menu yang tidak biasa maka resep ini bisa di coba......



Paratha dengan tabura daun ketumbar

Bahan :

1. 2 cup tepung terigu protein tinggi ( saya pakai cakra kembar bogasari biru)
2. 2 sdm minyak goring
3. 1 cup air matang
4. 1/4sdt garam
5. Ghee atau butter atau margarine

Cara :
  1. Uleni semua bahan kecuali ghee, sampai kalis dan tidak lengket di tangan.
  2. Bentuk bulatan bola besar, tutup dengan serbet basah atau plastic cling, diamkan 15 menit.
  3. Uleni sebentar adonan kemudian bagi menjadi bulatan-bulatan kecil. Diamkan lagi kira-kira 10 menit.
  4. Tipiskan adonan dengan tidak lupa memberi taburan tepung pada bagian atas dan bawahnya agar tidak lengket.
  5. Bentuk bulat atau oval memanjang. Beri ghee pada sisi atasnya, biarkan lapisan ghee agak sedikit tebal lalu taburi dengan tepung dan ratakan.
  6. Gulung adonan yang sudah tipis dan dilapisi ghee tadi  memanjang dari satu sisi.
  7. Potong adonan ditengah-tengah, memanjang. Satu sisi biarkan jangan sampai putus.
  8. Gulung dari sisi yang tidak putus membentuk lingkaran seperti mawar.
  9. Tipiskan lagi, tapi hati-hati jangan terlalu di tekan, agar lapisan-lapisannya tidak lengket satu sama lain sehingga tetap cantik.
  10. Panggang di atas wajan tahan panas yang sudah diolesi sedikit ghee sampai matang.

Catatan :

  • Paratha enak dihidangkan fresh, jadi kalau ingin praktis paratha dapat dibuat sebelumnya dan dipanggang setengah matang setelah itu masukkan wadah kedap udara dan taruh di freezer. Panaskan lagi paratha sesaat sebelum dihidangkan.
  • Memanggang paratha jangan terlalu lama, paratha sudah matang apabila sudah tampak lapisan-lapisannya dan sedikit warna kecoklatan.
  • Selain yang plain, paratha juga bisa dibuat rasa lain seperti dengan taburan daun ketumbar,bawang, bubuk cabe, atau black papper, semua tergantung selera. Caranya menambahkan taburan pada saat setelah cara pembuatan ke 8. Taburan akan lengket sempurna bila dibantu dengan sedikit air.



Saturday, July 12, 2014

Homemade sunrise bread


Pada saat puasa biasanya saya lebih mudah menentukan menu berbuka tetapi amat sulit menentukan menu sahurnya. Menu berbuka yang terdiri dari takjil, menu utama dan menu tambahan berupa makanan atau camilan kecil lainnya tidak berlaku pada saat sahur, karena rasa kantuk masih ada dan tidak biasa makan diwaktu sepagi itu makanya sering kali orang serumah lebih memilih makanan yang tidak terlalu berat. Saya akhirnya hanya menyiapkan menu yang praktis dan ringan-ringan saja, tapi tentunya kecukupan gizi juga harus diperhatikan. Untuk itu menu sunrise bread ini menjadi andalan saya.

Perkenalan saya pertama kali dengan sunrise bread ini bermula pada saat sebuah bakery franchise sebuah brand terkenal buka cabang didekat rumah, rasanya yag enak bikin ketagihan dan jatuh cinta, apalagi kalau diminum dengan teh susu kental....hmmmm nikmat sekali. Saya biasa menikmatinya setelah pulang berolah raga pagi.

Karena bikin nagih ini makanya berusaha browsing bagaimana cara membuatnya dan sampailah pada resep yang ada di pinterest teman. Cara membuatnya ternyata tidak sulit dan tidak memakan waktu yang lama, oleh karena itu sekarang saya selalu membuatnya sendiri di rumah.

Variasi dan bentuk dari sunrise bread ini bisa beraneka ragam tetapi yang pasti adalah roti dipanggang dengan telur yang dibuat menyerupai bentuk matahari yang bersinar sempurna, oleh sebab itu dinamakan sunrise atau matahari terbit.

Kalau ingin menu sahur yang praktis maka resep sunrise bread ini bisa di coba...

Bahan :

- Roti tawar (saya pakai roti tawar slice biasa dengan pinggiran)
- Telur utuh
- Garam
- Merica

Cara membuat :




  1. Sediakan semua bahan.
  2. Kerat roti tawar bentuk sesuai selera (saya kotak), keratan sebaiknya jangan sampai ke dasar roti. Kalau rotinya tipis maka bisa ditumpuk 2 baru dikerat.
  3. Tekan-tekan pada bentuk yang dikerat dengan menggunakan tangan sehingga membentuk cekungan padat, tuang telur ke tengahnya. Beri merica dan garam.
  4. Panggang selama 3-4 menit, tergantung keinginan kalau mau telurnya setengah matang bisa dikurangi waktu pemanggangannya, atau ditambah kalau ingin matang benar.

Catatan :
  • Chicken strip atau chicken ham bisa ditambahkan ke sunrise ini.
  • Hidangkan dengan sayuran panggang, kacang2an, salad atau sosis.

Sunday, May 18, 2014

Homemade Bagels


Beberapa hari yang lalu saya membuat adonan donat terlalu banyak, karena sayang mau dibuang maka sisa dari adonan itu akhirnya saya simpan di freezer dengan harapan suatu saat nanti kalau saya perlu akan saya gunakan kembali. Terus terang ini pertama kalinya saya menyimpan sisa adonan di freezer, agak kuatir juga apakah adonan roti yang sudah ada raginya ini bisa di bekukan tanpa dibuat setengah matang dulu seperti yang banyak dilakukan bakery-bakery dan akan berhasil bagus lagi bila akan digunakan kembali, tapi karena sayang maka saya coba juga, toch tidak ada ruginya mencoba.

Setelah kurang lebih 3 minggu berada di freezer akhirnya adonan saya keluarkan. Setelah didiamkan beberapa lama adonan kembali menjadi lunak tapi sedikit basah, maka saya tambah sedikit tepung terigu dan diuleni lagi, saya coba ulangi prosesnya seperti cara membuat roti atau donat biasa dan ternyata berhasil, adonan kembali mengembang sempurna. Jadi lain kali kalau ada sisa adonan roti atau donat tidak akan saya buang lagi karena masih bisa digunakan lagi nantinya.

Kali ini sisa adonan tersebut saya pakai untuk membuat bagel. Cara membuatnya sama seperti cara membuat donat atau roti biasa tapi prosesnya saja yang sedikit berbeda, kalau donat di goreng maka bagel di rebus di air baru kemudian di oven. Perebusan ini akan membuat lapisan luar bagel menjadi krispy setelah di oven tetapi dalamnya tetap lembut.

Bagel enak dimakan dengan berbagai variasi seperti diisi selai buah, cream cheese, sayuran dengan kombinasi tuna, ayam ataupun salmon serta mayonnaise, tapi saya lebih suka kalau bagel dinikmati begitu saja bersama secangkir kopi pahit hmmmm...bener-benar enak...

Kalau ingin mencoba resep bagel ada di bawah ini ya.....

Homemade Bagels

Bahan :

- 500gr tepung terigu
- 100gr gula pasir
- 4 kuning telur
- 1sdm fermipan
- 200ml susu fresh dingin (saya pakai air es)
- 100gr mentega cair
- Garam
- Wijen hitam/putih untuk taburan
- Mentega untuk olesan
- 1 kuning telur untuk olesan, kocok lepas
- 1,5sdt bicarbonate soda

Cara :
  1. Campur terigu, gula pasir dan fermipan dalam mangkuk besar.
  2. Buat lubang ditengahnya dan masukkan telur dan susu segar. Uleni hingga rata.
  3. Tambahkan mentega cair dan garam, uleni hingga terasa ringan dan kalis.
  4. Bentuk bulat adonan dan diamkan selama kurang lebih 30 mnt di mangkuk besar yang ditutup dengan wrapping plastic (cling).
  5. Potong-potong adonan, dan bulatkan lagi dalam bulatan kecil-kecil (30gr) dan beri lubang tengahnya, diamkan 10mnt.
  6. Siapkan panci yang diisi dengan air agak penuh. Rebus air sampai mendidih, tambahkan bicarbonate soda.
  7. Masukkan adonan, biarkan sampai mengambang, putar-putar dengan sumpit tengahnya seperti membuat donat agar bentuknya bagus.
  8. Rebus dan balik-balik, tiap sisi sekitar 2 menit dan angkat.
  9. Taruh bagel yang sudah direbus di Loyang datar yang sudah diolesi mentega, susun, oles dengan kuning telur atasnya dan taburi wijen.
  10. Oven selama kurang lebih 10 menit atau sampai berwarna coklat keemasan. Oles kembali dengan mentega. Bagel siap dihidangkan.
Catatan :
  • Kalau ingin krispy lebih tebal maka pada saat merebus tiap sisi dibuat agak sedikit lebih lama.
  • Wijen bisa diganti poppy seeds atau mustard seeds.

Saturday, January 11, 2014

Donat pumpkin

 
Aktifitas sekolah telah kembali normal setelah liburan term kemarin, anak saya pun menyambutnya dengan amat gembira. Mungkin juga dia bosan dengan liburan kemarin karena tidak seperti biasanya kami tidak melakukan perjalanan sama sekali, bahkan keliling kotapun tidak. Hal ini karena saya terserang sejenis infeksi sehingga beberapa minggu terakhir harus berdiam di tempat tidur jadi tidak bisa mengantarnya ketempat-tempat permainan atau hanya sekedar jalan-jalan keliling mall, sedangkan papanya seperti biasa pada saat akhir tahun adalah waktu tersibuknya jadi otomatis kita semua berdiam diri saja di rumah. Oleh karena itu kembalinya dia ke sekolah sudah pasti amat ditunggu-tunggu.
 
Tapi memang seingat saya sejak dari kecil anak saya amat menikmati hari-hari sekolahnya, tidak seperti anak-anak pada umumnya yang terkadang sulit untuk dibangunkan pagi hari dan bersiap ke sekolah, anak saya dengan cepat akan bangun pagi dan menyiapkan diri untuk bersekolah, begitu pula dengan PR, dia dengan senang hati mengerjakannya tanpa diingatkan lagi oleh saya. Bahkan terkadang dia tidak bisa tidur semalaman karena terlalu gembira besok mau masuk sekolah dan disekolah ada aktifitas yang membuatnya tertarik.
 
Disekolahnya pun menurut guru-gurunya dia selalu aktif mengikuti semua kegiatan dan benar-benar menikmati semua pelajaran sekolah, ini juga terlihat pada nilai-nilai dan prestasinya di sekolah. Tidak pernah ada complain dan selalu mendapat pujian dari sekolah tentunya membuat saya sebagai orangtuanya sangat bangga dan berbahagia.
 
Tapi ada satu hal yang terkadang membuat saya  pusing yaitu soal makanan terutama sarapan sebelum berangkat dan bekal disekolah. Memang dari sejak dia kecil dulu, saya biasakan sebelum berangkat sekolah dia harus dalam keadaan kenyang dari rumah, artinya saya memberikan makanan full kepadanya, seperti nasi atau roti serta segelas susu. Tapi sayangnya dia mempunyai kesulitan makan di pagi hari, selalu saja sarapannya tidak habis atau susunya tidak diminum karena katanya sudah terlalu kenyang dan mau muntah kalau dipaksakan. Padahal menurut saya anak akan dapat berpikir jernih dan beraktifitas dengan baik di sekolah kalau dalam keadaan kenyang, karena gizinya cukup. Untuk memberikan gizi yang cukup ini makanya saya tambahkan lagi snack yang dibawanya dari rumah.
 
Snacknya bisa berupa biscuit ataupun sandwich dan roti-roti, bekal ini akan saya tanyakan dulu sebelumnya agar dia juga merasa bertanggung jawab terhadap pilihannya sendiri. Seperti kemarin karena hari pertama sekolah maka sehari sebelumnya saya tanyakan mau dibawakan apa untuk bekalnya nanti, dia menjawab dengan cepat donat......Maka sebagai variasi rasa dan pertimbangan kecukupan gizi saya buat donat pumpkin ini. Resepnya sendiri saya dapatkan dari resep donat kentang yang saya ganti bahannya dengan pumpkin. Donat ini ternyata warnanya amat menarik hati, orange keemasan. Sayapun tidak memakai topping yang aneh-aneh hanya menaburkan gula halus saja diatasnya karena rasanya yang sudah amat enak dan empuk.
Kalau mau membuat variasi bekal sekolah, resep ini dapat dicoba.......
 
 
 
 
 
 
Resep Donat Pumpkin
 

Bahan :
 
- 150gr labu kuning kukus haluskan
- 300gr tepung terigu
- 1sdm susu bubuk
- 1sdm ragi instant
- 2sdm gula
- 2 kuning telur
- 50ml air
- 3sdm mentega
- 1/2 sdt garam
- 1/2 sdt vanilla
 
Bahan tambahan :
 
- Minyak goreng
- Icing sugar atau gula donat
 
Cara :
  1. Dalam mangkuk besar campurkan tepung, susu bubuk, gula, ragi instant dan labu kuning, aduk rata.
  2. Tambahkan kuning telur yang sudah dikocok lepas ketengah adonan kering, uleni, tambahkan air sedikit-sedikit sambil terus diuleni sampai kalis dan tidak lengket ditangan.
  3. Masukkan mentega dan kembali uleni, kemudian tambahkan vanilla dan garam. Uleni sampai adonan terasa ringan dan berwarna pucat.
  4. Bentuk bulat adonan, taruh dimangkuk dan tutup dengan wrapping cling plastic. Diamkan kurang lebih 30mnt atau sampai adonan mengembang dua kali dari semula.
  5. Kempiskan adonan, bentuk bulat-bulat kecil (sesuai selera), dan diamkan lagi kurang lebih 15mnt.
  6. Panaskan minyak goreng sampai panas benar, masukkan donat yang sudah diberi lubang tengahnya. Goreng sampai berwarna keemasan, angkat.
  7. Hidangkan donat dengan menggunakan taburan sesuai selera.
Catatan :
  • Uleni adonan sampai kalis, yaitu adonan terasa ringan ditangan dan berwarna lebih pucat.
  • Pada saat menggoreng putar-putar donat menggunakan sumpit yang ditaruh di tengah bagian yang bolong agar bentuknya bagus.



Monday, September 9, 2013

Donat kampung mini



Seperti biasa setiap kali liburan di tanah air pasti ada kegiatan wajib yang tak pernah ketinggalan yaitu mencicipi semua makanan yang di jual, terutama yang tidak ada di negara tempat tinggal kami sekarang. Kalau suami saya dan saya biasanya mencari makanan-makanan nostalgia jaman dahulu, kebanyakan sich makanan yang dijajakan di pinggir-pinggir jalan seperti bakso, siomay, pangsit mie, cwimie, lontong balap dan lain-lain, sedangkan anak saya lebih ke jajanan yang ada di mall-mall seperti donat dan aneka roti bakery , ice cream, dan beraneka ragam fusion sushi.

Kesukaannya mencoba jajanan di Mall ini berawal ketika dia sudah mengerti bahwa ternyata banyak sekali makanan yang dia tidak pernah tahu dan lihat, jadi saat liburan seperti kemarin selain mencoba segala rupa makanan traditional maka saya coba perkenalkan juga kepadanya untuk mencoba segala hal yang baru agar tidak ketinggalan informasi dan selalu up to date. Tahu sendiri kan perkembangan jajanan di Indonesia berubah dengan sangat cepat.

Sebenarnya ada cerita lucu tentang mengapa saya berusaha mengenalkannya pada jajanan di mall2 ini, saya ingat waktu anak saya kecil, kira-kira waktu itu usianya sekitar 4 tahun-an, saat itu saya dan anak saya diajak salah seorang tante pergi ke sebuah pusat perbelanjaan besar, tiba-tiba ketika sedang asik berjalan dan melihat-lihat, saya baru sadar kalau anak saya menghilang. Agak panik juga saat itu, tapi setelah kita cari berkeliling ternyata anak saya ditemukan sudah masuk ke dalam salah satu stall donat yang sedang ngetop dan amat ramai saat itu. Dia berdiri sambil menempelkan mukanya di kaca etalase toko tersebut dengan wajah takjub.  Agak geli juga saya saat itu, mungkin dia heran dengan banyaknya macam donut yang dijual dan dipajang disana dan proses pembuatan donat yang serba otomatis dan bisa dilihatnya secara langsung. Dan memang donat adalah salah satu jajanan favoritenya.

Walaupun 4 tahun belakangan ini perkembangan Srilanka lumayan pesat dengan masuknya berbagai brand café dan bakery International, tapi ternyata untuk donat masih jauh ketinggalan. Ada juga sich berbagai brand local tapi jenis dan rasanya masih kurang memuaskan, jadi selama ini saya selalu berusaha memasak sendiri makanan kesukaan anak saya tersebut. Ada satu resep donat andalan saya, yang resepnya saya ambil dari majalah Sedap Sekejap, resepnya sederhana dengan hasil yang memuaskan. Walaupun berbahan sederhana dan diuleni dengan menggunakan tangan tetapi donat ini tetap empuk walaupun telah disimpan 2 hari di suhu ruang. Yang jelas amat cocok sebagai bekal sekolah anak-anak, tinggal menyesuaikan saja dengan topping kesukaan mereka.


Bahan :

- 500gr tepung terigu
- 100gr gula pasir
- 4 kuning telur
- 1sdm fermipan
- 200ml susu fresh dingin
- 100gr mentega cair
- Garam

Cara :
  1. Campur terigu, gula pasir dan fermipan dalam mangkuk besar.
  2. Buat lubang ditengahnya dan masukkan telur dan susu segar. Uleni hingga rata.
  3. Tambahkan mentega cair dan garam, uleni hingga terasa ringan dan kalis.
  4. Bentuk bulat adonan dan diamkan selama kurang lebih 30 mnt di mangkuk besar yang ditutup dengan wrapping plastic (cling).
  5. Potong-potong adonan, dan bulatkan lagi dalam bulatan kecil-kecil (30gr), diamkan 10mnt.
  6. Buat lubang ditengahnya dan goreng di minyak panas.
  7. Hias donat yang sudah matang dan dingin sesuai selera.


Catatan :

  • Adonan dikatakan kalis bila adonan sudah berubah warna dan terasa ringan serta lembut di tangan.
  • Topping bisa menggunakan gula donut, meisis, coklat leleh, kacang, dll, tergantung selera.
  • Saat menggoreng, minyak harus dalam keadaan panas dan banyak.

Wednesday, April 10, 2013

Panada



Hari-hari belakangan ini mood saya sedang tidak stabil, naik turunnya mood ini amat mengganggu aktifitas harian saya. Semua masalah nampak rumit dan ruwet, sampai hal-hal kecil sekalipun, dan saling sambung menyambung tak berhenti-henti. Ada saja hal-hal yang membuat hati tidak senang, belum lagi udara yang panas dan pengap membuat hati makin gundah. Contoh kecilnya kemaren tiba-tiba mixer kesayangan saya bergerak tidak normal, tetap muter seperti biasa tapi putaran satu rodanya kadang tersendat-sendat dan menimbulkan bunyi-bunyi aneh. Sewaktu saya periksakan ke bengkel listrik di dekat rumah mereka bilang jalannya normal saja dan tidak menemukan sesuatu yang aneh, karena saya tetap ngotot untuk menge-check-nya maka mereka menyarankan saya ke service resmi tempat membeli mixer tersebut. Terus terang mixer ini saya beli mungkin sudah lebih dari 6 tahun lalu sehingga saya lupa dimana tempat membelinya dan yang jelas kartu garansinya sudah tidak berlaku lagi, untuk membeli yang baru juga nanggung sekali karena saya berencana tidak akan membawa barang-barang elektronik bila pindah dari negara ini.

Untuk service center barang-barang elektronik di Srilanka sendiri memang ada beberapa distributor elekronik yang memiliki service center sendiri-sendiri, dan masing-masing service center mereka tidak menerima service yang di beli dari toko lainnya, mereka juga hanya punya dua service center untuk seluruh srilanka, bisa dibayangkan berapa lama mereka menservice barang kita. Kesulitan juga akan timbul ketika kita memiliki merk yang tidak dijual di srilanka karena kita tidak mendapatkan dukungan service center dan spare part barang tersebut. Dahulu mixer ini saya beli dari salah satu distributor tersebut sayangnya kemudian mereka pindah distributor dan tidak memiliki service center sendiri jadi masih membonceng service center toko yang lama, oleh karena itu biasanya saya menservice peralatan elektronik saya ke bengkel-bengkel kecil disekitar rumah, tapi kalau mereka sudah menyerah baru saya bawa ke service center resminya.

Belum lagi bulan ini bertepatan dengan hari raya Avurudhu yaitu hari tahun baru Srilanka, yang berarti semua aktivitas masyarakat lumpuh total selama 2 minggu sampai sebulan penuh karena semua orang sibuk menyambut perayaan ini, maka saya harus bersabar menunggu semua toko dan service center bekerja normal sebulan lagi. Terpaksa untuk sementara acara memamasak yang mengharuskan memakai mixer ditunda terlebih dahulu, sampai mixer dapat bekerja normal lagi.


Karena mixer yang ngadat inilah maka saya kemudian membuat panada untuk camilan anak saya dan teman-temannya yang sedang libur dan berkumpul untuk membuat project sekolah. Panada yang biasanya agak pedas agak saya kurangi penggunaan cabenya supaya anak-anak bisa menikmatinya.
Resepnya sendiri saya dapatkan dari buku "Kue-kue Indonesia Yasa Boga" terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Dalam resep ini adonan kulit diuleni dengan tangan dan kalau sedang bermasalah dengan mixer maka resep ini layak di coba, sekaligus juga untuk mengerahkan semua energi jelek dan  mengurangi kekesalan, karena pasti memerlukan sedikit tenaga ekstra untuk menguleni-nya jadi selamat mencoba.....

Resep Panada

Bahan kulit :
- 1sdt ragi instant
- 25cc air hangat
- 250gr tepung terigu
- 1btr telur kocok lepas
- 1,5sdm gula pasir
- 1/4sdt garam
- 100cc santan (bisa diganti air biasa)
- Minyak untuk menggoreng

Bahan isi :
- 200gr daging tongkol, rebus dan suwir-suwir
- 1 sdm air jeruk nipis
- 1lbr daun pandan
- 3lbr daun jeruk buang tulang tengahnya
- 25gr daun kemangi (saya skip)
- 3cabe merah buang biji dan potong kasar
- 3sdm minyak sayur untuk menumis

Bumbu Halus :
- 5 bawang merah
- 2 bawang putih
- Garam
- Gula
- 2 kemiri

Cara Membuat :
  1. Kulit : Larutkan ragi pada air hangat. Masukkan semua bahan kering di mangkuk, tambahkan telur,  larutan ragi dan air sedikit-sedikit dan diuleni sampai kalis dan tidak lengket di tangan.
  2. Bulatkan adonan, letakkan di mangkuk dan tutup dengan serbet, diamkan 60mnt sampai adonan naik dua kali lipat semula. Bagi menjadi 14-15 bulatan kecil, diamkan kembali 10 mnt.
  3.  Isi : Tumis bumbu halus dan air jeruk nipis sampai harum, masukkan daun pandan, cabe dan daun jeruk, setelah lunak baru masukkan suwiran ikan dan aduk rata. Angkat.
  4. Ambil bagian kulit, tipiskan, isi dengan bahan isi, lipat 2 berbentuk bulan sabit. Cubit-cubit pinggirnya, letakkan ditempat yang sudah dioles minyak, diamkan 10mnt.
  5. Goreng dengan minyak panas sampai coklat keemasan, tiriskan dan hidangkan.

Catatan :
  • Diamkan larutan ragi dan air hangat sampai agak naik dan berbusa baru dicampur dengan bahan lainnya agar adonan dapat mengembang sempurna.
  • Daging tuna bisa diganti dengan daging ayam.

Monday, April 8, 2013

Roti Bluder ekonomis

Bluder keju dan bluder coklat kismis
Saya ingat waktu pertama kali pindah ke Srilanka amat sulit sekali untuk mencari roti, padahal itu adalah salah satu makanan kesukaan saya. Roti atau yang disebut buns di sini biasanya tawar karena sebagai makanan pendamping yang dihidangkan untuk makan malam, mereka menyebutnya dengan dinner buns atau ada juga roti tawar sandwich, roti untuk burger dan hot dog. Sedangkan yang saya maksud adalah roti manis dengan berbagai isian seperti coklat, keju dan lain-lain. Sampai kemudian saya temukan satu tempat yang menjual beraneka macam roti termasuk roti-roti manis. Mereka menyebut roti manis ini dengan sebutan bluder buns biasanya berbentuk seperti roti sobek tetapi bulat besar dan yang kecil disebut dengan nama tea buns. Ada beberapa macam rasa tea buns ini yaitu manis kismis, manis polos dan manis dengan olesan butter cream. Mereka biasa menghidangkannya untuk teman minum teh di pagi atau sore hari.

Nama Bluder buns atau kalau di Indonesiakan roti bluder tentu bukan nama yang asing lagi bagi saya, karena di Malang roti jenis ini dahulu sewaktu saya kecil amat mudah ditemukan. Keberadaannya di Srilanka mungkin karena Srilanka dan Indonesia dahulu sama-sama pernah dijajah Belanda dan ini adalah salah satu peninggalannya. Di Malang sendiri sekarang roti bluder sudah termasuk jenis roti yang agak susah di cari, hanya toko-toko tertentu saja yang menyediakannya. Biasanya ada tiga jenis roti bluder yang saya kenal di Malang yaitu roti bluder kismis yang berbentuk jamur besar, roti sobek dengan aneka rasa dan satu lagi adalah roti sisir yaitu roti dengan lapisan yang dioles dengan butter cream.

Kalau dilihat dari bentuknya walaupun sepintas hampir sama dengan roti biasa tetapi memiliki ciri khas sendiri yaitu biasanya berbentuk seperti jamur, ini dikarenakan roti jenis bluder selalu dimasukkan ke dalam cetakan muffin atau cetakan jenis lain sebelum di oven. Memang dibanding dengan roti biasa, adonan roti bluder ini lebih basah sehingga harus dimasukkan cetakan terlebih dahulu agar berbentuk sempurna. Kelembaban adonan tersebut dikarenakan banyaknya pemakaian telur, mentega, dan gula sehingga akhirnya menghasilkan tekstur roti yang lembut, lebih gurih, harum dan manis agak lengket.

Dari hasil browsing di internet maka saya dapatkan resep roti bluder ini yang saya ambil dari http://hobibunda.blogspot.com/2008/12/roti-bluder.html. Hasilnya walaupun tidak selembut resep roti bluder dengan banyak kuning telur tapi cukup enak dan lembut, yang jelas ukurannya cocok untuk keluarga kecil.

Resep roti bluder ekonomis

Bahan :

- 400gr tepung roti protein tinggi
- 100gr tepung protein sedang
- 1 sachet ragi instant
- 150gr gula pasir
- 75gr susu bubuk
- 1/4sdt bread improver (bisa di skip)
- 100gr kismis yang sudah dipotong kecil2
- 2btr telur utuh
- 2btr kuning telur
- 25ml susu evaporated
- 175cc air es
- 100gr mentega (saya pakai 3sdm)
- 1sdt garam

Cara Membuat :
  1. Campur semua bahan kering kecuali mentega dan garam, dalam mangkuk besar.
  2. Tambahkan telur dan air, uleni hingga kalis.
  3. Setelah kalis benar baru tambahkan mentega dan garam, uleni lagi sampai adonan terasa ringan dan tidak lengket.
  4. Bulatkan adonan tutup dengan plastik cling (wrapping plastik) dan diamkan kurang lebih 60 menit (sampai adonan 2 kali semula).
  5. Kempiskan adonan, buat bulatan-bulatan kecil kurang lebih 40gr.
  6. Taruh adonan pada cetakan muffin yang sudah diberi mentega, diamkan lagi kira-kira 10 menit.
  7. Oles permukaannya dengan susu evaporated. Panggang dengan suhu 170 derajat celcius sampai kuning keemasan (kurang lebih 10 menit).
  8. Angkat dan oles kembali atasnya dengan mentega.
Catatan :
  • Kismis pada roti bluder ini bisa diganti sesuai selera, misalkan coklat, meisis, selai buah, srikaya atau keju.
  • Dapat juga dicetak pada paper cup.

Sunday, September 2, 2012

Roti Unyil


Roti unyil aneka rasa
Sewaktu saya kecil dulu ibu saya bercerita bahwa saya amat memilih dalam hal makanan, tidak semua makanan saya suka, sulit makan ini terbawa sampai saya besar. Sebenarnya sich dulu tidak sulit menyuruh saya makan asalkan yang saya sukai. Biasanya saya tidak suka makan nasi dengan sayuran yang berkuah seperti sup atau bayam, apalagi yang bersantan, pasti tidak saya sentuh. Saya lebih memilih makanan keringan, lalapan mentah serta sambal. Tapi untuk urusan camilan sayalah jagonya, karena kalau disuruh memilih makan nasi atau camilan pastilah saya lebih memilih ngemil...sampai-sampai saya punya nama julukan sendiri yaitu "Mimil" karena selalu ngemil....

Karena kegemaran saya ngemil ini makanya ibu saya selalu menyediakan jajanan dirumah, dan kegemaran saya adalah aneka macam roti. Roti dengan berbagai macam isi ini terkadang dibeli oleh ibu tapi sering juga dibuatnya sendiri, harum roti saat dibakar di dalam oven ini mampu menyihir saya...bahkan membayangkannya saja sudah membuat air liur menetes.

Itulah kenapa saat saya pertama kali pindah dulu ke negara tempat tinggal saya sekarang pertama kali yang saya cari adalah roti-nya. Sayang sekali ternyata saat itu roti disini tidak seperti yang saya bayangkan, rotinya keras, kering dan hambar, tidak lembut dan fluffy. Mereka ternyata tidak menjual roti seperti di Indonesia, roti buat mereka adalah makanan pelengkap untuk makan besar, seperti dihidangkan saat sarapan sebagai pendamping sup atau dihidangkan makan malam beserta lauknya. Kalaupun ada roti manis yang biasa mereka sebut dengan "tea bun" dan "bluder" biasanya tanpa isian hanya rasa manis yang ada dari gula pada rotinya, itupun hanya ada di toko-toko tertentu saja yang menjualnya. Jadi memang tidak ada roti manis dengan aneka rasa untuk makanan selingan dan camilan seperti di Indonesia.

Mungkin kebiasaan rakyatnya yang tidak menghidangkan roti sebagai camilan inilah yang menyebabkan roti manis kurang diminati, sampai akhirnya beberapa bulan yang lalu sebuah "brand international" membuka gerai rotinya untuk pertama kali di negara ini. Penantian saya yang lebih dari 10 tahun akhirnya selesai juga, sekarang tidak harus menunggu pulang ke Indonesia lagi untuk menikmati roti manis aneka rupa yang saya suka, cukup berkendaraan beberapa menit saja sudah dapat menikmatinya. Tapi kalaupun ingin membuatnya sendiri, maka resep dibawah ini pun patut juga dicoba....Saya beri nama "roti unyil" karena bentuk rotinya kecil-kecil, resep aslinya sendiri saya ambil dari buku "Cantiknya kue-kue mungil" dari majalah Sedap Sekejap, tetapi karena ternyata tepung yang saya punya hanya tinggal 200gram saja maka ukuran resep saya sesuaikan dan juga saya tambahkan sedikit bread improver kedalam resep. Ternyata penambahan bread improver menghasilkan roti yang halus seperti di bakery dan tahan empuk lebih lama, tapi kalaupun tidak ada bread improver rasa roti diresep asli sudah cukup enak asalkan benar cara menguleninya. Selamat mencoba...

Roti Unyil

Bahan :
- 200gr tepung terigu
- 1 sdm susu bubuk
- 1 sdm ragi instant
- 1 btr telur
- 125ml air es
- 60gr mentega (saya pakai 3 sdm)
- 1/8 sdt bread improver (bisa di skip)

Cara membuat :
  1. Masukkan tepung dalam mangkuk besar, buat lubang ditengahnya.
  2. Masukkan gula, ragi instant, susu bubuk, bread improver ditengah lubang, kemudian tambahkan telur didalamnya, aduk rata.
  3. Setelah semua bahan tercampur, maka masukkan air sedikit-sedikit kedalam adonan, uleni hingga kalis.
  4. Setelah kalis tambahkan mentega, uleni lagi sampai tidak lengket ditangan.
  5. Bentuk bola, diamkan sambil ditutup dengan plastik cling wrap selama 30 menit (sampai double size).
  6. Kempiskan adonan. Timbang masing2 15gr. Bulatkan. Diamkan 10 menit.
  7. Isi dan bentuk adonan sesuai selera.
  8. Setelah adonan diisi, letakkan diatas loyong yang sudah dioles mentega, diamkan lagi selama kurang lebih 15mnt.
  9. Oles atasnya dengan susu evaporated. Oven kurang lebih 10menit dengan suhu 180 derajat (atau atasnya sampai coklat keemasan dan matang). Angkat. Oles dengan margarine. Siap dihidangkan.

Catatan :
  • Isian roti tergantung selera yang paling sederhana misalkan sosis, coklat ataupun keju, tapi bisa juga selai buah ataupun rogut daging.
  • Untuk taburan diatas roti pun bisa macam2.
  • Susu evaporated bisa diganti dengan olesan kuning telur.
  • Adonan roti dikatakan kalis bila sudah berubah warna pucat, elastis dan terasa ringan ditangan.

Sunday, July 15, 2012

"Rotii"

Parata & chicken masala

 Ketertarikan saya terhadap macam-macam "rotii" (salah satu jenis flatbreads) dimulai ketika saya baru menetap di negara ini. Seperti biasanya kalau kita tinggal atau berkunjung ke negara orang maka yang dicari adalah mengeksplorasi apa yang terdapat di negara tersebut termasuk berbagai macam makanan lokal yang ada. Suatu ketika saat saya mencoba salah satu tempat makan yang menyediakan menu lokal, saya menemukan jenis roti maryam yang sangat saya gemari sebelumnya.
Wah kejutan yang sangat menyenangkan, saat itu juga saya merasakan Srilanka bukan lagi daerah yang asing untuk saya, saya merasa dekat dengan negara saya sendiri, rasa kangen tanah air dan makanannya sedikit terobati. Dan memang setelah diamati ternyata banyak sekali macam makanan lokal yang mirip dan bahkan sama dengan yang ada di negara kita.

Untuk jenis "rotii" itu sendiri di Srilanka ada berbagai macam jenis dan nama tergantung dari bahan baku, bentuk dan cara pengerjaannya, tapi ciri khas "rotii" ini adalah berbentuk pipih tipis dan di masak diatas pan datar yang sangat panas, dihidangkan bersama dengan curry, dhaal, berbagai macam acar, atau sambol. Ada beberapa jenis yang dikenal yaitu parata, chapati, naan, pool roti, kerala roti, dan godamba roti. Godamba roti yang dibuat dengan sangat tipis menyerupai kulit martabak telur ini dapat divariasikan dengan berbagai macam cara misalkan dengan diisi kentang berbumbu dan dibuat seperti kue berbentuk segitiga atau juga dibuat sebagai bahan dari kottu mie, dimana roti godamba dipotong2 kecil-kecil memanjang menjadi bentuk mie dan digoreng bersama-sama dengan telur dan sayuran serta suwiran ayam. Berbagai jenis "rotii" tersebut biasanya dihidangkan sebagai menu utama makan malam.

Terus terang temuan mengejutkan ini mengembalikan ingatan saya akan roti maryam bertahun-tahun yang lalu. Roti maryam diperkenalkan oleh salah seorang teman yang merupakan orang asli Ampel Surabaya. Seperti diketahui daerah Ampel merupakan kampung Arab di Surabaya, nenek moyang mereka berasal dari negara-negara Arab, Persia, India dan Pakistan yang datang ke negara kita untuk berdagang. Mereka kemudian menetap dan berbaur dengan warga sekitarnya tapi tetap mempertahankan adat istiadat dan kebiasaan mereka termasuk makanannya.
Sebenarnya tidak ada yang tahu tepatnya kenapa sampai roti pipih ini di Surabaya dinamakan Maryam, ada cerita kemungkinan bahwa orang yang pertama kali menjual dan memproduksi roti ini bernama Maryam, sehingga sampai sekarang roti yang dimakan bersama sejenis curry kambing ini dinamakan seperti namanya.

Mengamati perjalanan "rotii" memang sangatlah menarik, menurut sejarahnya "rotii" yang merupakan salah satu jenis flatbreads sudah dikenal sejak jaman mesir kuno dan menjadi makanan pokok penduduknya. Kemudian flatbread ini mulai menyebar sesuai perkembangan peradaban manusia hampir ke seluruh dunia. Perkembangannya yang pesat tentu saja dikarenakan flatbread sangat mudah diadaptasikan dengan bahan makanan lain serta adat istiadat dan kepercayaan masyarakat setempat.

Penyebarannya di Asia Selatan sendiri sangatlah pesat, flatbread yang dikenal dengan nama "rotii" yang diambil dari bahasa Sangskrit, sudah merupakan kebutuhan utama. Pengerjaannya yang simple dengan bahan baku utama berupa tepung wheat, air dan garam yang memang banyak tersedia membuatnya menjadi makanan pokok yang digemari. Kemudian oleh para pedagang dan penyebar agama yang berasal dari Asia Selatan inilah "rotii" diperkenalkan ke daerah-daerah Asia Tenggara termasuk Thailand, Singapore, Malaysia dan juga sampai ke negara kita.

Di Indonesia sendiri ada beberapa macam jenis "rotii" yang dikenal selain roti maryam yaitu roti cane dan roti jala yang popular di Sumatra dan variasi lainnya yang sangat digemari juga oleh masyarakat luas yaitu martabak telur. Perkembangannya di Sumatra sendiri diawali di daerah kampung keling Medan, begitu pula di daerah Aceh dimana banyak dijumpai warga yang nenek moyangnya berasal dari Srilanka dan India selatan.

Mengamati berbagai macam makanan di berbagai daerah dan negara memang sangatlah menyenangkan, kita bisa menjadi lebih tahu dan menghargainya dan bahwa walaupun berbeda-beda letak geografis, budaya dan kebiasaan ternyata makanan dapat menyatukan kita semua.

Dibawah ini saya tuliskan resep roti cane yang saya dapat dari buku resep masakan Indonesia terbitan Yasa boga. Roti cane ini biasa dihidangkan dengan curry kambing atau curry ayam, bersama acar timun mentah, sangat cocok dihidangkan sebagai suguhan arisan di sore hari maupun acara lainnya. Dan ternyata setelah dipraktekkan cara membuatnya pun tidaklah sulit...jadi selamat mencoba....

Resep roti cane/parata
- 175gr tepung terigu
- 1/2 sdt garam
- 100cc air hangat
- 125gr margarine cair/mentega

Cara membuat :
  1. Uleni tepung terigu, garam dan air hangat sampai rata. Masukkan mentega/margarine cair. Uleni lagi sampai licin. Bagi adonan 8-10 bulatan. Biarkan kurang lebih 15 menit.
  2. Pipihkan setebal 1/2cm. Masak dalam penggorengan datar yang sudah dioles minyak dan panaskan, goreng sambil dibalik-balik. Angkat.

Catatan :
  • Untuk membuat roti cane yang berserat-serat (parata/roti maryam), maka pada saat menipiskan adonan tipiskan dengan pola seperti menipiskan pastry, beri sedikit margarine disetiap lipatannya.

Sunday, January 23, 2011

Donat Kentang

Siapa sich yang tidak tahu donat, pastinya tua muda besar kecil paling tidak tahu bentuk kue yang satu ini atau malah penggemarnya. Kue donat memang sangat digemari ini terlihat dari banyaknya gerai2 penjual donat baik yang brand lokal maupun asing. Mungkin juga karena donat ini memiliki rasa yang khas, mengenyangkan dan bisa divariasikan dengan berbagai macam rasa dan isian. Nikmat dimakan kapan saja dan dalam segala cuaca serta dapat dipadukan dengan minuman dingin maupun panas.

Saya ingat pada liburan kemaren sewaktu kami mengunjungi Indonesia, disuatu pusat pertokoan terlihat antrean panjang. Antrean ini ternyata menuju ke gerai donat asing yang baru buka. Dengan rasa penasaran sayapun ikut antrean, sampai didepan pelayannya malah saya bingung mau memilih apa karena ternyata banyak sekali macamnya...Dan semuanya menggugah selera tentunya. Anak sayapun bingung menentukan pilihannya....dia cuma bisa memandang berkeliling sambil tertegun kagum....sambil bergumam WOW...
Akhirnya saya pilih untuk membeli paket saja yang sudah diisi macam-macam rasa.

Sebenarnya membuat donat sendiri tidaklah sulit, bahan-bahannya juga sangat mudah didapatkan, tapi mungkin ada rasa malas karena proses membuatnya harus dengan cara menguleni sampai kalis. Dulu saya ingat pembantu ibu saya malah selalu membanting-banting adonan donat ini, suaranya nyaring sekali dan banyak mengeluarkan tenaga tentunya. Jaman sekarang membuat donat atau roti bisa dilakukan dengan menggunakan mixer yang khusus roti/industri. Memang dengan memakai mixer ini pekerjaan menjadi lebih ringan, tapi kalau membuatnya untuk ukuran keluarga kecil dan tidak untuk dijual yang pasti akan rugi dengan membayar listriknya. Setelah browsing sana-sini saya menemukan resep dari blognya mbak Ida Arimurti, ukurannya menurut saya pas untuk keluarga kecil dan tentunya juga pas dengan kapasitas tenaga tangan saya untuk menguleninya...
Hasilnya cukup memuaskan..lembut dan tahan empuk sampai beberapa hari.
Ada satu catatan menarik juga dalam blognya bahwa "Adonan cukup diuleni tidak perlu dibanting-banting..."

Bahan Donat Kentang :
- 250gr tepung
- 250gr kentang (2 butir ukuran sedang)
- 2 butir kuning telur (saya pakai 1 telur utuh)
- 3 sdm gula pasir
- 2 sdm susu bubuk
- 5 sdm air
- 1/4 sdt baking powder
- 75 gr mentega
- 1/4 sdt garam
- 1/2 sachet ragi instant

Cara membuat :
1. Rebus kentang, kupas dan haluskan sampai halus benar. Dinginkan.
2. Campur dalam mangkok besar semua bahan kecuali kentang, mentega dan garam.
3. Uleni sampai setengah kalis, baru masukkan kentang. Uleni lagi sampai benar-benar kalis.
4. Setelah kalis masukkan mentega dan garam, uleni sampai kalis.
5. Tutup adonan dengan lap basah atau zipwrap (plastik clink) diamkan 30 menit.
6. Setelah ukuran adonan menjadi 2 kali lipatnya uleni sedikit untuk mengeluarkan udara di dlm adonan.
7. Bagi adonan menjadi bulatan-bulatan kecil. Bentuk adonan sesuai selera (bolong ditengah atau pakai isi)
8. Diamkan lagi selama kurang lebih 15 menit.
9. Goreng dalam minyak panas sampai kecoklatan dan matang.
10. Beri topping sesuai selera. Coklat, meisis, butter cream, cheese, icing sugar dll.

Catatan :

  • Penggunaan 2 kuning telur menghasilkan tekstur donat yang lebih lembut dari yang memakai putih telur.
  • Garam harus dimasukkan belakangan, karena garam bisa mematikan ragi (membuat adonan bantat).
  • Kentang harus benar2 halus agar hasil akhir menjadi bagus (tidak bergerindil).
  • Sebelum memasukkan mentega usahakan adonan sudah benar-benar kalis (tidak lengket ditangan).
  • Bagi pemula tentu susah membedakan kapan adonan dikatakan kalis, biasanya saya tandai adonan yang sudah benar-benar kalis berarti tidak lengket ditangan, elastis bila ditarik (tidak gampang robek)atau adonan setelah diberi mentega dan diuleni akan berwarna sedikit pucat, terasa ringan dan lembut ditangan. Pada saat digorengpun akan mengambang dipermukaan.