Showing posts with label kue. Show all posts
Showing posts with label kue. Show all posts

Sunday, August 23, 2015

Kue Sus



Tepat setahun sudah kepindahan kami ke Indonesia, dari 1 tahun ini banyak sudah pengalaman baik suka maupun duka yang kami alami. Catatan suka duka ini menjadi amat panjang disebabkan ternyata banyak kejadian-kejadian di luar rencana yang terjadi. Keputusan saya untuk pindah dengan anak terlebih dulu ke Tanah air meninggalkan suami yang masih menyelesaikan tugasnya tentunya juga mengakibatkan banyaknya penyesuaian, kalau dulu mungkin segala sesuatu kami putuskan dan atasi berdua maka saat ini bayak hal yang harus saya kerjakan sendiri.

Dari hal remeh temeh yang mungkin dulu tidak pernah saya pikirkan seperti membetulkan kran bocor, air pembuangan yang tersumbat, service mobil sampai urusan perpanjang surat-surat kendaraan akhirnya harus saya kerjakan sendiri. Belum lagi keputusan saya untuk kembali aktif bekerja sehingga harus memikirkan pula pembagian waktu antara urusan kantor, domestik rumah tangga dan urusan anak agar semuanya dapat berjalan dan tidak ada yang terbengkalai.

Dari semua kesulitan yang saya alami, banyak sekali saya dibantu oleh anak saya, keadaan akhirnya yang membuatnya menjadi lebih dewasa dan mandiri. Kemampuannya untuk cepat beradaptasi terkadang membuat saya kagum juga sebagai ibunya. Kemauannya untuk tidak membiarkan saya menghadapi masalah sendirian terkadang membuat saya terharu. Dia sudah tumbuh dari gadis kecil saya yang manja menjadi remaja yang kuat dan mandiri dalam waktu singkat, walaupun begitu ada satu hal yang belum berubah yaitu selalu mau masakan mamanya.

Kalau masalah masakan mamanya sepertinya dia sedikit fanatik, mulai dari makan pagi, bekal sekolah sampai makan malam selalu lebih memilih masakan rumah, padahal terkadang saya malas memasak dan lebih praktis kalau beli di luar saja toh kami hanya berdua, tapi melihatnya gak tega juga. Akhirnya untuk menyiasatinya saya luangkan untuk memasak sebelum berangkat kantor, dan untuk snack saya pilihkan snack-snack yang bisa tahan lama dengan cara disimpan di kulkas, baik itu adonan mentahnya maupun bahan setengah jadinya sehingga pada saat diperlukan bisa dibuat sebentar.

Salah satu snack favourite yang biasa saya buat adalah kue sus. Kue sus memiliki banyak sekali ragam variasi isian, bisa dikombinasikan dengan berbagai macam dan rasa. Kulit sus yang sudah matang-pun dapat disimpan dan dapat bertahan beberapa lama diluar kulkas asalkan di taruh di wadah kedap udara. Kalau mau rasa manis maka bisa ditambahkan vla dan buah segar atau rasa asin dengan rougut ayam sayuran atau rasa segar dengan isian salad buah dan sayur, pokoknya kue sus ini benar-benar bisa mengikuti keinginan kita.

Kulit sus favourite saya adalah yang kokoh dan tidak terlalu lembek, dengan kulit yang kokoh maka bentuknya akan tetap bagus walaupun sudah lama disimpan, selain itu renyahnya bertahan lama.
Bila ingin kulit sus yang kokoh maka resep ini bisa dicoba.......

Kulit Sus Kokoh

Bahan :
- 200ml air
- 100gr mentega
- 140gr tepung terigu
- 1/4 sdt garam
- 1/2 sdm gula
- 3 btr telur (saya pakai ukuran sedang)

Cara membuat :
  1. Masukkan air, mentega, garam dan gula dalam panci. Rebus sampai mendidih dan mentega cair semua.
  2. Tambahkan tepung terigu, kecilkan api, aduk sampai tepung tercampur rata dan tidak lengket di panci.
  3. Angkat, biarkan agak dingin (sampai tidak ada uap panas).
  4. Taruh adonan di mangkuk besar, masukkan telur, mixer dengan kecepatan sedang sampai adonan lembut dan tecampur rata.
  5. Panaskan oven 200 derajat Celsius. Olesi Loyang dengan mentega tipis2. cetak adonan sus (saya pakai sendok) beri jarak antar adonan. Masukkan ke dalam oven.
  6. Panggang selama 25-30 menit.
  7. Sus matang bila sudah tampak tidak ada buih menteganya atau sampai kecoklatan.

Catatan :

Agar sukses membuat kulit sus maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
  • Masak adonan sus sampai benar-benar matang, cirinya adalah adonan tampak halus, sebab kalau kurang matang maka kulit sus tidak akan berongga. 
  • Mencampur adonan dan telur tunggu sampai adonan tidak terlalu panas sebab kalau adonan terlalu panas telur bisa matang dan tidak campur demikian pula kalau terlalu dingin adonan akan terpisah, cara terbaik adalah tunggu sampai uap panasnya hilang.
  • Jangan buka oven sebelum 20 menit pertama. Oven yang dibuka sebelum waktunya akan mengakibatkan adonan mengempis.


Sunday, May 25, 2014

Puding roti pisang



Pada saat kami sekeluarga sedang melakukan perjalanan ke luar kota Colombo, tiba-tiba mata tertuju pada penjual pisang yang berjejer-jejer di sepanjang jalan. Pisang memang makanan yang popular di Srilanka, dan merupaka suguhan istimewa bila ada yang bertamu kerumah karena merupakan perlambang keterbukaan dan penghormatan tamu. Mereka menghidangkannya tanpa dimasak tapi sebagai pisang buah atau dimakan langsung, tapi ada juga yang dimasak terlebih dahulu sebagai lauk pendamping nasi, seperti banana curry atau tumis banana yang dimasak pedas dan kering. Pisang yang dimasak ini adala jenis pisang kepok muda, dipotong-potong dan dimasak dengan kulit-kulitnya, saya sendiri kurang suka karena rasanya agak asam dan sepat.

Di pasaran sendiri ada banyak macam jenis pisang yang dijual tetapi biasanya digolongkan menjadi 2 jenis yaitu sour banana dan sweet banana. Biasanya sour banana dijual bijian sedangkan sweet banana dijual perkilo.
Sour banana (pisang yang asam) sesuai namanya memiliki rasa yang sedikit asam apalagi kalau belum matang benar, sedangkan sweet banana memiliki rasa manis, saya biasa membelinya untuk bahan olahan kue-kue yang menggunakan bahan pisang seperti pisang goreng, atau nagasari. Sebenarnya ada juga pisang tanduk tapi amat jarang, kalaupun ada pasti harganya mahal sekali.

Pisang tanduk muda dimasak menjadi curry oleh mereka, sedang yang tua dimakan sebagai buah, pisang tanduk ini adalah buah obat, dan dipercaya memiliki khasiat tertentu untuk kesehatan, oleh karena itu harganya amat mahal. Di Colombo sendiri harga pisang tanduk yang mahal kadang tidak sebanding dengan kualitasnya, jarang sekali mendapat pisang yang bagus, lebih sering masih amat muda sudah dipanen dan diperam sehingga walaupun sudah mulai kuning pasti rasanya masih sepat dan keras tidak manis.


Makanya kemaren sewaktu melewati deretan penjual pisang dan melihat pisang tanduk yang besar-besar dan bagus berwarna kuning keemasan langsung berhenti, dan setelah tawar menawar mendapatkan harga yang pantas dan tidak terlalu mahal. Jadilah 5 pisang tanduk pindah masuk bagasi mobil, sampai dirumah bingung juga menghabiskan si pisang tanduk, setelah beberapa hari diolah dengan bermacam variasi dan bosan digoreng serta dikukus akhirnya sisanya saya buat campuran  pudding roti saja. Kalau dulu saya pernah posting puding roti yang dioven disini, maka sekarang saya coba di kukus. Hasilnya enak juga rasanya lebih lembut dan tidak kering...cocok sebagai suguhan makan pagi atau camilan di sore hari dan yang jelas mengenyangkan serta bergizi.

Bahan :

- Roti tawar 8 lembar sobek-sobek
- Telur 4 bh kocok lepas
- Gula 150 gr ( sesuai selera)
- Pisang tanduk 1 cup potong kecil
- Susu 750cc (sampai roti terendam semua)
- Garam
- Kayu manis
- 1 sdt vanilli ekstrak
- Kismis
- Mentega untuk olesan

Cara membuat :
  1. Taruh roti tawar yang sudah disobek-sobek dan kismis dalam mangkuk besar, rendam dengan susu sampai terendam semua, biarkan lembek, sisihkan
  2. Campur telur, gula, garam, vanili, kocok rata. Tuang kedalam rendaman roti tawar, aduk, tambahkan potongan pisang dan aduk rata.
  3. Oles pinggan tahan panas dengan margarine, tuang adonan roti tawar, sisipkan kayu manis diatasnya.
  4. Kukus kurang lebih 20 menit atau adonan telah set. Angkat. Oles permukaannya dengan margarine.
  5. Hidangkan dengan taburan kayu manis bubuk.

Catatan :
  • Puding roti pisang ini enak dihidangkan panas-panas.
  • Saya lebih suka menyobek roti tawarnya dalam potongan yang besar-besar karena lebih terasa rasa rotinya.




Thursday, January 23, 2014

Risoles

 


Sejak selesainya perang saudara di Srilanka pada tahun 2008 maka perkembangan Colombo terlihat semakin pesat terutama setahun belakangan ini. Selain jalan-jalan diperlebar dan dipercantik dengan trotoar, juga taman-taman dibuat semakin bagus, terawat dan enak dikunjungi. Gedung-gedung kuno yang menyebar diseluruh kota pun dipugar dan dibuat secantik mungkin, dengan tidak meninggalkan konsep bangunan dengan arsitektur kolonial tentunya. Selain perkembangan kota, perkembangan tempat makan pun juga terlihat, kalau dulu hanya beberapa resto dan fast food franchise saja yang terlihat, maka setahun ini dibuka sekaligus 3 resto franchise dan 1 fast food dan 1 bakery baru, sebuah perkembangan yang cukup menggembirakan buat kami. Sekarang tidak lagi sulit untuk mencari camilan atau makanan dengan rasa international lagi, karena sudah banyak pilihan, dan harganyapun semakin bersaing.
 
Banyaknya tempat makan baru ini amat menggembirakan anak saya, karena sekarang dia bisa memilih makanan kesukaannya tanpa kuatir dengan rasa pedas yang biasanya ada di hamper semua tempat makan di Colombo ini. Memang selera lokal Srilanka mungkin mirip dengan makanan Asia Selatan lainnya, yang amat suka pedas dan bumbu yang berlimpah. Rasa merica yang kuat ditambah dengan bumbu-bumbu curry yang pekat membuat anak saya terkadang tidak mau memakannya. Sampai-sampai risoles kegemarannya pun berasa curry.

Risoles memang ada dan gampang ditemukan di Srilanka, mungkin juga karena peninggalan dari orang Belanda yang pernah menjajah negeri ini dahulu, disini disebut roll dengan isian chicken/mutton atau vegetable, tapi isiannya itu biasanya sudah dibumbu dan disesuaikan dengan selera penduduk sini yaitu berbumbu dan amat pedas, terasa benar rasa curry-nya. Beberapa tahun lalu salah satu toko membuat inovasi baru dengan membuat  roll yang tidak pedas dinamakan chinesse roll. Biasanya isinya bervariasi sesuai dengan namanya seperti chicken chinesse roll, mutton chinesse roll atau vegi chinesse roll. Sayangnya kami sering kehabisan karena ternyata roll ini amat laris, makanya kalau lagi kepengen makan risoles biasanya saya membuatnya sendiri.
Resepnya saya dapatkan dari resep kulit risoles NCC, dengan isian ayam, rasanya enak dan gak perlu antri untuk mendapatkannya.
 
Risoles
 
Bahan kulit NCC
- 3btr telur
- 100gr tepung
- 1 sdm mentega cair (saya pakai minyak)
- 250ml susu cair
 
Bahan pencelup
- Tepung roti
- Putih telur
 
Bahan Isi :
- Ayam cincang 200gr
- 2 buah wortel potong dadu kecil2
- Jagung kalengan, tiriskan
- Susu cair, (saya pakai 1/2 gelas)
- Merica
- Garam
- Bawang Bombay besar iris halus
- Tepung jagung (maizena) untuk mengentalkan.
 
Cara membuat :
 
Buat isi : Bawang Bombay tumis hingga harum, tambahkan ayam, masak sampai ayam berubah warna, tambahkan sayur lainnya dan bumbu-bumbu, masak sampai harum dan matang.
Sedikit2 tambahkan susu dan kentalkan adonan isi dengan tepung maizena.
 
Buat kulit : Taruh tepung dalam mangkuk besar, tambahkan susu dan telur ketengahnya, aduk rata sampai tidak bergerindil lalu masukkan mentega cair, aduk rata.
Panaskan wajan anti lengket, oles dengan sedikit minyak, tuang adonan kulit ratakan dan masak sampai matang. Angkat. Ulangi terus sampai adonan kulit habis.
 
Assembly : Taruh adonan isi ditengah kulit,  gulung, lalu celupkan di putih telur dan kemudian balurkan tepung roti merata di permukaannya. Goreng risoles dalam minyak panas yang banyak, angkat setelah berwarna coklat kekuningan.
 
Catatan :
  • Putih telur pada bahan pencelup bisa diganti dengan tepung yang diencerkan dengan air.
  • Isi risoles bisa bervariasi sesuai selera.
  • Saya biasa mendiamkan risoles yang belum digoreng didalam kulkas beberapa jam terlebih dahulu, agar hasilnya lebih bagus.

 


Monday, July 30, 2012

Pisang goreng pasir


Pisang goreng pasir
Kalau anak saya ditanya apa camilan kesukaannya sudah pasti jawabnya "pisang goreng". Lucu juga sebenarnya karena anak saya lahir dan besar di Srilanka, amat sangat jarang ditemui suguhan pisang goreng ini kecuali kalau sedang bertamu ke rumah teman yang orang Indonesia atau membuatnya sendiri.  Mungkin dia pernah makan pisang goreng ini sewaktu liburan di Indonesia, memang ibu saya sering menggoreng pisang untuk sarapan bapak di pagi hari karena biasanya beliau tidak makan nasi pagi-pagi. Saya sendiri sangat jarang membuatnya, bukan apa-apa pengetahuan saya tentang pisang yang enak digoreng sangatlah terbatas, saya hanya tahu jenis pisang tanduk saja. Sayangnya pisang tanduk ini amat jarang dijumpai, kalaupun ada harus ke pasar besar di kota yang jaraknya amat jauh dari rumah. Walaupun di Srilanka jenis pisang yang dijual beraneka ragam dan jenis tapi biasanya mereka hanya menjual pisang segar yang langsung di konsumsi.

Mereka biasa menggolongkan pisang dalam beberapa macam yaitu sour banana/ jenis kolukutu ini sejenis pisang susu, sweet banana/seeni banana enak karena manis dan plantation krn dari perkebunan seperti macam-macam pisang berukuran besar termasuk pisang ambun/ambon, pisang tanduk dan pisang cavendish. Kebiasaan warganya tidak mengolah pisang menjadi camilan dan langsung dimakan segar yang membuat mereka jarang menjual pisang tanduk yang besar-besar, disamping itu harga pisang tanduk memang relatif jauh lebih mahal dari pisang lainnya. Mereka biasa mengkonsumsi pisang tanduk ini untuk obat saja, yang menurut mereka bagus untuk menghilangkan beberapa penyakit.

Untuk hidangan cocktail party

Beberapa kali juga saya coba menggoreng pisang dengan jenis pisang yang banyak dijual yang mereka sebut "seeni banana" atau "pisang manis" tapi hasilnya mengecewakan karena setelah digoreng rasanya menjadi sepat dan meninggalkan rasa tidak enak di mulut. Akhirnya setelah berkali-kali gagal saya dapatkan juga satu jenis "seeni banana" yang enak digoreng. Itupun berkat ibu saya yang ketika berkunjung ke tempat kami di Srilanka menunjukkannya, ternyata pisang jenis itu di Indonesia dinamakan pisang uli yang memang enak di olah menjadi berbagai macam panganan termasuk pisang goreng. Selama ini saya tidak memilihnya karena bentuknya yang buruk seperti berbercak-bercak dan berbedak hitam, tapi ternyata itulah pisang yang enak digoreng.

Sejak saat itu tidak ada hambatan lagi kalau anak saya mau pisang goreng. Pisang saya goreng dengan berbagai macam cara agar tidak bosan, dan pisang goreng pasir ini salah satunya. Resepnya sendiri saya dapatkan dari buku Seri Usaha Boga terbitan PT Gramedia Utama yang berjudul "Pisang Goreng kremes ala pontianak".

Tampilan lain dari pisang goreng ini ternyata juga amat sangat disukai anak saya, mungkin karena rasa krenyes renyah dari balutannya, selain itu penampilannya juga cantik untuk suguhan bila ada tamu datang...Selamat mencoba...

Pisang goreng pasir

Bahan :
- 1 sisir pisang uli/tanduk, kupas, potong2
- Tepung roti kasar secukupnya
- Minyak goreng

Celupan :
- 100gr tepung terigu
- 25gr tepung beras
- 1/2 sdt vanilli cair
- 1/2 sdt garam
- 50ml air
- 1sdm gula halus
- 100ml susu cair

Cara membuat :
  1. Campur jadi satu bahan celupan, aduk rata sampai kalis.
  2. Celupkan pisang, lalu gulingkan ke tepung roti kasar hingga tertutup rata.
  3. Panaskan minyak dalam wajan, goreng sampai kuning dan matang, hidangkan.
Catatan :
  • Untuk hasil yang bagus, saya biasanya memakai pisang yang tidak terlalu tua dan lembek.
  • Tepung roti bisa diganti dengan cornflakes yang dihancurkan kasar.

Saturday, November 26, 2011

Samosa pisang coklat balut wijen

Teh jahe dan samosa pisang coklat balut wijen


Musim hujan sudah mulai tiba, sudah beberapa minggu ini hujan terus menerus mengguyur daerah tempat saya tinggal, bahkan sudah beberapa hari tanpa berhenti. Memang udara menjadi sejuk setelah hari-hari panas yang berkepanjangan di bulan-bulan lalu tapi akibatnya jadi mulai gak enak badan tanda-tanda awal flu mulai tampak. Kalau sudah mulai flu begini paling enak minum teh jahe dan malas-malasan sambil ngemil sesuatu yang hangat.

Tapi ternyata setelah melongok persediaan bahan yang ada di kulkas yang ada tinggal sisa pisang tanduk yang saya beli di pasar kemaren, tapi kok bosan juga ya kalau dibuat pisang goreng terus, akhirnya dengan mengumpulkan semua persediaan bahan-bahan kue yang tersisa maka jadilah samosa pisang coklat balut wijen ini.

Setelah jadi ternyata enak sekali....cocok sekali untuk camilan di hari dingin yang suram...membuatnya mudah, cepat dan tidak memerlukan keahlian khusus....
Anak-anakpun pasti langsung jatuh hati...Selamat mencoba....

Samosa pisang coklat balut wijen

Bahan :
- Kulit spring roll/ samosa sheet
- 1 buah pisang tanduk potong kecil-kecil
- Dark cooking coklat secukupnya potong2 halus
- 1 sdm gula pasir (bisa di skip)
- 1 putih telur kocok lepas
- Wijen untuk taburan

Cara Membuat :
  1. Campur potongan pisang, coklat dan gula dalam mangkuk.
  2. Taruh diatas spring roll/ samosa sheet, bentuk menjadi amplop segitiga, rekatkan ujungnya dengan sedikit putih telur.
  3. Celup ke dalam putih telur dan taburi wijen.
  4. Goreng dalam minyak panas sampai berwarna kuning keemasan, angkat.
  5. Hidangkan.

Kalau sudah mulai tenggorokan terasa tidak enak dan kepala berat maka biasanya saya suka membuat minuman yang hangat-hangat, favorite saya selama ini adalah gingger tea, biasanya sich tehnya saya beli saja dalam kemasan tea bag karena praktis tinggal seduh, kemasan tea bag memang banyak dijual di Srilanka ini dalam berbagai macam rasa termasuk rasa jahe. Tapi kalaupun tidak ada teh jahe bisa di buat sendiri dirumah, perpaduan rasa jahe yang hangat serta rasa teh yang khas membuatnya menjadi istimewa, bila suka teh jahe ini bisa dinikmati dengan mencampurnya bersama susu segar.

Teh Jahe

Bahan  & cara membuat :
  1. Seruas jahe bersihkan dan panggang diatas api sebentar. Iris tipis dan sisihkan.
  2. Masak air sampai mendidih, masukkan jahe baru seduh dengan teh celup.
  3. Sajikan beserta gula atau tanpa gula (saya biasanya memakai gula batu).

Catatan :
  • Bila memakai spring roll sheet maka potong sheet menjadi dua bagian sama panjang untuk memudahkan membentuk samosa (bentuk sampul segitiga).
  • Pada isi bisa ditambahkan potongan keju atau kismis bila suka.
  • Samosa pisang coklat balut wijen ini juga bisa dihidangkan dengan maple syrup atau madu sebagai pelengkap.