Showing posts with label kue traditional. Show all posts
Showing posts with label kue traditional. Show all posts

Wednesday, October 22, 2014

Bolu kukus ketan hitam

 
 
 
Tidak terasa sudah 3 bulan lamanya saya menetap dan pindah ke tanah air. Kepindahan ini tentunya banyak sekali merubah hari-hari dan kebiasaan saya selama ini, contohnya saja sambil menunggu anak sekolah sekarang banyak saya habiskan berkeliling di Mall atau supermarket. Kebiasaan baru ini terus terang tidak pernah saya lakukan saat di Srilanka dulu. Disana memang tidak ada mall sebesar disini begitupun supermarketnya, pertokoan atau supermarket dan pasar walaupun ditempatkan di satu wilayah tetapi terpencar-pencar tempatnya dan di Mall yang terbesarpun hanya butuh beberapa menit saja untuk mengitarinya, sedang supermarket terbesarnya tidak sekomplit di Indonesia yang untuk membeli bahan makanan asia atau barang-barang impor kebutuhan harian yang biasa diperlukan oleh masyarakat asing ataupun orang Indonesia harus ke toko khusus yang letaknya  terpisah, oleh karena itu saya biasanya selalu ke supermarket, pasar atau mall kalau sedang membutuhkan sesuatu saja, tapi sejak di Malang semuanya berubah kita bisa mendapatkan semuanya di satu Mall dari belanja kebutuhan harian, window shopping sampai jajanan pun di satu tempat. Berkeliling tidak membuat bosan.

Selain berkeliling di toko-tokonya saya juga betah berlama-lama keliling di supermarket, semua bahan makanan dan jenisnya membuat saya kagum. Melihat sayuran yang fresh beraneka ragam, juga buah-buahan dan terutama cabe merah segar sudah membuat saya girang buka kepalang, pokoknya seperti manusia yang paling norak lebih norak lagi kalau melihat label harga yang ditawarkan.......hmmmm....memang harus membiasakan diri lagi dengan semuanya....dan memang biasanya saya malah bingung harus memilih apa dan akhirnya hanya melihat-lihat saja tanpa bisa memutuskan akan membeli apa.

Dari hasil berkeliling dan melihat di supermarket juga akhirnya saya sadari bahwa segala rupa tepung siap saji dan bumbu masak sedang digemari disini. Mau masak apa saja semua bisa disajikan dengan cepat, contohnya saja mulai dari tepung pisang goreng, bakwan sampai tepung tempe mendoan sudah tersedia tinggal menambahkan air saja dan sayuran atau pisang dan tempenya, semua bisa tersaji dalam sekejab. Untuk bumbu mulai bikin lodeh sampai rawon dan soto serta rendang tinggal mengisi dan menambahkan air atau santan . Buat yang ingin membuat kue-kue sendiripun semua bahan sudah tinggal mencampurnya saja dan memasaknya, praktis dan benar-benar surga buat yang ingin memasak sendiri tapi tidak ingin repot dan lama. Pada akhirnya sayapun mulai ikut-ikutan untuk menggunakan semua yang serba instan itu. Rasa galau untuk menyediakan makanan dengan bahan-bahan yang fresh dan meraciknya sendiri dan itu berarti akan lebih repot dan memakan waktu mulai menghampiri contohnya saja kemaren sewaktu akan memutuskan untuk membuat kue dengan bahan dasar ketan hitam.

Dulu saat di Srilanka karena tepung ketan hitam tidak dijual maka saya akan membelinya saat sedang liburan ke Indonesia dan membawanya. Tapi karena tepung ketan hitam ini ada batas kedaluwarsanya maka saya hanya dapat membawa seperlunya saja dan itu berarti membuat kue-kue yang berbahan dasar ketan hitampun harus dibatasi dan pasti untuk acara yang istimewa saja. Beberapa tahun belakangan ada satu toko Asia yang menjual beras ketan hitam dan walaupun harganya mahal biasanya kami beli juga, dan untuk menjadikannya tepung maka saya akan menghaluskan lagi di tempat penepungan. Dengan mesin mereka menghaluskan beras ketan hitam ini menjadi tepung tetapi karena saya hanya sedikit membuatnya maka mesin tidak bisa menghaluskannya secara maksimal dan sudah bisa dipastikan hasil kuenyapun tidak seperti yang diharapkan lebih berpasir dan padat. Makanya ketika kemaren saya melihat tepung ketan hitam di jual di supermarket langsung saya ambil dan berpikir akan menggunakannya untuk brownies ketan hitam, tapi kemudian saya bimbang luar biasa karena saya melihat brownies ketan hitam instan juga dijual disana.

Tepung ini sudah komplit tanpa menambahkan apa-apa lagi kecuali telur dan santan saja, benar-benar menggoda iman saya untuk mencobanya dan hitung punya hitung ternyata kalau saya membeli tepung ketan hitam biasa berarti saya juga harus membeli bahan-bahan lainnya yang jumlahnya lumayan banyak karena di rumah orang tua saya tidak ada bahan-bahan kue sama sekali, sedangkan kalau membeli tepung brownies ketan hitam instan saya tidak perlu beli apa-apa lagi karena telur dan santan sudah ada, ukurannya pun pas sekali bikin tanpa menyisakan bahan lagi. Dan akhirrnya keputusan jatuh pada pilihan ke dua, saya beli yang instan demi kepraktisan.

Step demi step saya ikuti seperti yang ada pada kotak kemasan, dan akhirnya jadilah brownies ketan hitamnya... tapi ternyata walaupun rasanya cukup oke kue ini jadi lebih mirip dengan resep "bolu kukus ketan hitam" yang biasa saya buat  tidak seperti rasa "brownies ketan hitam" yang saya inginkan, karena tidak terasa ada rasa coklat di dalamnya....Ya walaupun agak kecewa saya pikir apapun rasanya bila ingin praktis dan cepat maka brownies ketan hitam instan paketan ini bisa jadi pilihan, dan bila ingin membuatnya dengan bahan-bahan biasa maka saya tuliskan resep bolu kukus ketan hitam di bawah ini sebagai pilihan lain .....Silahkan mencoba....

Bolu kukus ketan hitam

Bahan:
- 6 butir telur ayam
- 250 gram gula pasir halus
- 1/4 sendok teh garam
- 1 sendok teh emulsifier (saya pakai ovalet)
- 250 gram tepung ketan hitam ( saya pakai 150gr tepung ketan hitam dan 100gr tepung terigu)
- 1 sendok teh baking powder
- 1/2 sendok teh vanili
- 200 gram margarin dilelehkan
- 2 sendok makan susu kental manis putih (saya skip)
- Keju parut kasar untuk hiasan taburan

Cara membuat:

  1. Kocok telur, gula pasir halus, garam, dan emulsifier sampai mengembang.
  2. Tambahkan semua tepung, dan baking powder  sambil diayak dan diaduk rata.
  3. Masukkan margarin leleh, vanilli dan susu kental manis putih sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan.
  4. Tuang di Loyang  yang dioles margarin.
  5. Kukus 25 menit sampai matang dengan api sedang. Keluarkan dari Loyang.
  6. Setelah agak dingin oles dengan sedikit margarine dan taburi dengan keju parut atasnya.

Monday, July 21, 2014

Ketan mangga ala Thailand (Koa-Niew Moon Mamuang)



Tidak terasa tiba-tiba bulan Juli sudah mau habis...berarti kepulangan kita sudah dekat. Rasanya kalau sudah mendekati hari H nya semua tampak berjalan dengan cepat, sepertinya tiba-tiba banyak hal yang harus diselesaikan, satu pekerjaan belum selesai timbul lagi pekerjaan lainnya.
Selain sudah mulai menata koper dan mendaftar barang apa saja kira-kira yang akan di bawa dan barang yang akan ditinggal yang tidak kalah penting adalah bagaimana menghabiskan dan membereskan semua bahan makanan serta barang-barang baking saya.

Barang-barang baking saya memang ternyata banyak sekali...mulai dari perlengkapan memasak, peralatan makan serta bahan membuat kue-kue tidak habis-habisnya. Kalau barang-barang memasak akhirnya saya sisakan sedikit saja yang memang benar-benar saya perlukan sedangkan lainnya saya bagi-bagikan, peralata makanpun sudah saya packing dan masuk gudang, yang paling repot adalah bahan makanan.

Bahan makanan ini banyak yang sudah saya buka dari kemasannya dan saya masukkan ke dalam container sehingga kalau mau dibagi-bagikanpun rasanya tidak tega karena sudah terpakai, kecuali kalau masih di dalam kemasan dengan tanggal kedaluwarsa yang jelas biasanya sudah saya beri-berikan ke orang. Makanya sekarang mulai berpikir untuk menghabiskannya saja, kebetulan juga pas bulan puasa jadi pas untuk membuat takjil hidangan buka.

Takjil kali ini adalah ketan mangga ala Thailand, terpikir membuatnya gara-gara nemu beras ketan sekitar 1,5 cangkir di lemari es, dan setelah browsing sana sini akhirnya pilihan jatuh ke makanan ini.

Sebenarnya dulu saya tidak tertarik dengan makanan ini, sampai di Thailand pun belum pernah ingin mencobanya, padahal makanan ketan manga ini popular sekali, disetiap sudut kota pasti ada yang menjualnya bahkan di restaurant-restaurant besar juga menyediakannya, tapi mungkin karena kebiasaan orang Indonesia yang memakan ketan dengan kuah santan kinca durian atau nangka tidak dengan mangga fresh makanya jadi bikin aneh dan akhirnya sayapun malas mencobanya, sampai akhirnya teman saya mencoba meyakinkan saya bahwa makanan ini unik dan enak sekali. Rasanya yang sedikit manis, sedikit gurih dan berpadu dengan rasa manga yang segar bikin nagih katanya. Karena promosi yang gencar ini akhirnya sayapun mencobanya...dan memang enak...tidak enek seperti yang saya bayangkan...tapi juga tidak aneh semuanya pas pada porsinya masing-masing. Rasa manis, gurih dan segar tidak berlebihan, dan sejak saat itu saya jadi menyukainya.

Untuk resepnya bisa dicoba resep di bawah ini...

Resep ketan manga ala Thailand (Koa-Niew Moon Mamuang)

- 1 cup beras ketan, rendam sebentar
- 1 sdm gula
- 1/4 cup air
- 200ml santan (saya pakai santan instan)
- Garam
- Daun pandan
- 1 sdt maizena encerkan dengan air
- Mangga matang (saya pakai jenis Villard mango)
- Wijen, sangrai

Cara membuat :
  • Kukus ketan setengah matang, campurkan ketan dengan gula yang telah dilarutkan di air, aduk-aduk sampai semua air terserap habis. Kukus kembali sampai matang.
  • Masak santan dan garam serta pandan sampai mendidih, tambahkan larutan tepung maizena, aduk rata.
  • Cara menghidangkan : potong-potong mangga, taruh diatas ketan dan siram dengan saus santan dan taburi dengan wijen.




Friday, July 4, 2014

Singkong rebus ala Thailand


Tidak terasa puasa sudah dimulai hampir seminggu lamanya, walaupun puasa kali ini cukup sibuk dengan kegiatan packing dan persiapan pindahan tapi disela-sela hari yang sibuk tetap mencoba untuk  menyiapkan menu buka puasa. Oleh karena tidak banyak waktu inilah maka dipilih saja masak memasak yang tidak bikin repot dan ribet.

Untuk menu minggu ini saya pilih untuk membuat singkong Thailand. Bahan bakunya yang mudah didapat dan cara membuatnya yang mudah serta hasil yang enak membuat saya langsung jatuh hati pada masakan sederhana ini. Sangat cocok untuk hidangan takjil karena rasanya yang manis gurih pasti disukai semua orang.

Saya modifikasikan sedikit untuk saus santannya untuk rasa lebih creamy dan sedikit berat. Tapi kalau tidak suka,  maka sausnya bisa dengan mengentalkan santannya saja.

Singkong rebus ala Thailand

Bahan

- 1 Kg singkong segar, kupas potong sesuai selera
- 250gr gula pasir, bias ditambah sesuai selera
- 5 bh Daun jeruk
- 2 lbr daun pandan, buat simpul
- Wijen sangrai secukupnya untuk taburan

Bahan saus

- 200ml santan
- 1 kuning telur
- 1sdt maizena encerkan dngn sedikit air
- Gula
- Vanilli
- Garam

Cara membuat :
  1. Rebus singkong, daun jeruk dan daun pandan, biarkan sampai lunak. Angkat. Sisihkan
  2. Jangan buang air sisa rebusan singkong. sisihkan 1 cangkir.
  3. Rebus air sisa rebusan dan gula, masukkan singkong. aduk-aduk rata dan biarkan air sampai habis. Angkat.
  4. Cara membuat saus santan : rebus santan, gula dan garam, setelah agak panas masukkan kuning telur yang sudah dikocok lepas, aduk-aduk supaya tidak pecah, masak terus sampai mendidih, tambahkan maizena, aduk sampai meletup-letup dan angkat.
  5. Cara menghidangkan : Taruh singkong, siram dengan saus santan dan taburi dengan wijen.
Catatan :

  • Aduk-aduk terus selama memasak saus santannya agar tidak pecah.
  • Singkong dimasak terpisah dari gula agar cepat empuk.

Saturday, May 31, 2014

Dadar Gulung Mawar


 
Ceritanya beberapa waktu lalu sempat juga heran dan terkagum-kagum dengan postingan blog masakan dari teman-teman di Malaysia, mereka kreatif sekali dan banyak menampilkan masakan traditiona lama yang dimodifikasikan sehingga bentuknya menjadi lebih modern dan menarik. Mereka tidak takut untuk menabrak pakem-pakem bentuk dan warna masakan traditional sehingga bisa menampilkannya dengan lebih cantik dan menarik.
 
Seperti diketahui bahwa Indonesia juga kaya sekali akan masakan traditional, setiap daerah memiliki makanan khasnya sendiri-sendiri, tetapi rasa yang standart dan bentuk yang itu-itu juga semakin menjauhkan kepopularan-nya. Ide-ide baru ini kemudian mungkin yang menginspirasi beberapa teman bloger di tanah air untuk segera bangkit memodifikasi makanan traditional Indonesia dan mulai memperkenalkannya kembali.
Makanya senang sekali sekarang melihat banyak sekali blog masakan Indonesia terutama kue-kuenya dengan berbagai modifikasi bentuk dan rasa serta cara pengerjaan yang tidak rumit dan mudah diikuti dan dikerjakan sehingga menghasilkan kue dengan bentuk yang cantik dan menarik tapi dengan rasa traditional.
 
Dan ini hasil jalan-jalan ke blog teman-teman yang memuat dadar gulung dengan tampilan mawar...kesan pertama cantikkkk banget...gak iklas buat dimakan hehe.....
 
Saya memakai resep dadar gulung yang sudah saya posting disini dan kalau ingin lihat cara pengerjaan bisa dilihat dibawah ini, atau bias juga dilihat di postingan bloger aslinya yang dimuat disini.


Step by step dadar gulung mawar
 
Dadar gulung mawar
 
Bahan Kulit:
- 200gr tepung terigu
- 2btr telur kocok lepas
- 400cc santan (saya pakai santan instant + air)
- Pasta pandan
- 1sdm gula pasir
- 1/4sdt garam
- 2sdm minyak goreng

Bahan Isi :
- 200gr kelapa parut
- 250gr gula
- garam
- Daun pandan
- 1/2 cangkir air
- 1sdt vanilla ekstrak

Cara membuat :

Isi : Campur semua bahan isi kecuali kelapa parut, masak sampai gula leleh. Tunggu sampai larutan gula mendidih dan pinggir-pinggirnya berbuih. Masukkan kelapa parut, aduk-aduk sampai semua larut dan tercampur rata, masak terus sampai air terserap habis. Angkat sisihkan.

Kulit: Masukkan semua bahan, aduk rata smpai tidak bergerindil. Saring.
Panaskan wajan anti lengket, oles dengan sedikit minyak. Buat dadar sampai semua adonan habis.

Catatan :
  • Dadar untuk kulit tidak boleh terlalu tebal agar mudah dibentuk.

Sunday, May 4, 2014

Bolu kukus tepung beras



Udara di Colombo beberapa waktu ini  sedang tidak bagus, terkadang panas terik lalu tiba-tiba hujan, atau mendung seharian dan kembali panas luar biasa, sudah pasti kalau begini kondisi badan mulai menurun. Benar kata seorang teman, setelah seisi rumah terkena flu maka memang biasanya si Ibu yang terakhir sakit, dan begitulah kondisi saya sekarang.

Setelah sibuk mengurus seisi rumah yang sakit dan mereka sudah agak membaik maka giliran saya yang ambruk, untungnya tidak berlama-lama, karena kerjaan rumah tangga sudah mulai menumpuk juga. Untuk menambah semangat maka pagi-pagi saya sudah mulai mencoba resep baru. Resep ini saya dapatkan sewaktu liburan ke Indonesia kemarin, pada salah satu acara masak memasak di televisi saya lihat chef Farah Quinn membagikan resep dan cara memasaknya. Kebetulan dia waktu itu membuat makanan traditional Indonesia. Dan pada salah satu kuenya ada bolu kukus tepung beras ini. Cara membuatnya yang simple dan bahan baku yang murah dan tersedia dimana saja membuatnya menjadi menarik.

Seperti diketahui resep-resep dari Farah Quinn biasanya simple dan mudah diikuti. Pilihan bahannyapun tidak sulit didapat, cocok sekali untuk orang Indonesia perantauan yang tinggal jauh dari tanah air tetapi tetap ingin masakan traditional Indonesia terutama kue-kuenya. Memang terkadang membuat kue-kue traditional terkendala pada ketersediaan bahan ataupun cetakan, kalaupun semua tersedia masih ditambah dengan "tricky"- nya cara pembuatan sehingga belum-belum sudah malas duluan karena membayangkan sudah pasti gagal, terutama kalau harus membuat bolu kukus.

Bolu kukus memang pada dasarnya kue traditional yang sangat popular dengan bahan baku yang murah dan mudah didapat tapi sayangnya amat sulit ditaklukkan. Saya yang sudah ratusan kali membuatnyapun terkadang masih sering dibuat kesal karena tiba-tiba bolu kukusnya tidak mau merekah sempurna tanpa tahu salahnya dimana.

Makanya begitu Farah Quinn beraksi dengan bolu kukus ini sayapun duduk anteng di depan tv. Ternyata bolu kukusnya tidak perlu diaduk lama menggunakan mixer seperti bolu kukus conventional biasa, karena juga tidak menggunakan telur. Adonan cukup diaduk-aduk dengan spatula dan dicetak di cetakan muffin biasa dengan dialasi papper cup dan tralala....bolu kukusnya tetap merekah.

Resep dari Farah Quinn yang aslinya coklat sedikit saya modifikasi dengan rasa gula merah serta kayu manis. Dan harum kayu manis pada saat dimasak semerbak ke seluruh penjuru  rumah. Membuat semangat saya mulai bangkit lagi.....

Bolu kukus tepung beras

Bahan :
- 200gr tepung beras
- 200gr gula merah, sisir halus
- 250gr air/santan
- 1sdt vanilli
- 2sdt baking powder
- Kayu manis
- Garam


Cara membuat :
  1. Panaskan air/santan dan gula serta kayu manis sampai gula larut dan kayu manis harum, angkat, saring, dinginkan.
  2. Panaskan kukusan dengan api besar, alasi tutupnya dengan serbet.
  3. Taruh semua bahan dalam mangkuk, tambahkan larutan gula, aduk rata.
  4. Lapisi cetakan muffin dengan papper cup, masukkan adonan sampai hampir penuh.
  5. Kukus selama 15 menit.
  6. Angkat dan hidangkan.
Catatan :
  • Kukusan harus beruap banyak dan panas betul
  • Kayu manis powder bisa digunakan, dan air tidak perlu direbus dahulu.
  • Jika suka bisa ditambah serutan jahe.

Thursday, March 20, 2014

Lapis singkong pelangi



Beberapa minggu ini rasanya malas banget ngeblog, malas nge-blog dan malas nyoba resep-resep baru mungkin dikarenakan juga banyak sekali aktifitas lain yang harus segera dikerjakan. Pekerjaan yang tersisa dan menumpuk bukannya langsung dikerjakan malah didiemin aja sampai-sampai gak tau lagi mesti dari mana mengerjakannya. Targetnya sich sebelum bulan Maret habis sudah selesai semua tapi sampai sekarang tidak tersentuh, padahal bulan Maret sudah hampir berakhir.  Mungkin memang perlu penyegaran baru atau suasana yang benar-benar baru buat me re-fresh kembali pikiran dan menaikkan mood.

Masih dalam rangka bermalas-malasan banyak teman yang meminta dibikinkan sesuatu, satu dua ditolak karena memang sedang dititik rendah mood, tapi akhirnya beberapa diterima juga karena sudah terlanjur menolak beberapa kali jadi gak enak hati hehe...akhirnya dengan kesepakatan maka dicarilah resep2 yang mudah dan tidak memakan waktu berpikir maupun mengerjakannya. Kali ini saya membuat lapis singkong pelangi.

Kalau dulu saya pernah mem-posting lapis singkong/ sentiling disini, maka kali ini saya memposting lagi lapis singkong yang saya bentuk di cetakan plastik tahan panas. Perbedaannya dengan lapis singkong yang dulu adalah pada penggunaan agar-agar di dalamnya. Penggunaan agar-agar ini membuat tekstur lapis singkongnya menjadi lebih padat dan kenyal, untuk masalah rasa dua-duanya sama enaknya menurut saya, jadi tergantung selera dan ketersediaan bahan saja mana yang disuka.

Resep lapis singkong dengan agar-agar ini saya dapatkan dari blognya mbak Diah Didi yang bisa dilihat disini ya.....Silahkan mencoba.....

Lapis singkong pelangi

Bahan :
- 1 kg singkong, kupas dan parut halus
- 1 bungkus agar-agar tanpa warna
- 200gr gula pasir
- 1/2 sdt garam
- 1sdt vanilla essence
- 250ml air santan
- Pewarna kue sesuai selera (saya pakai hijau, pink dan kuning)

Bahan taburan :
- 200gr kelapa parut kukus dengan 1/4sdt garam

Cara membuat :
  1. Campur semua bahan jadi satu
  2. Bagi adonan menjadi beberapa warna.
  3. Olesi cetakan dengan minyak goring, masukkan adonan warna pertama, kukus selama 5mnt.
  4. Masukkan warna berikutnya kukus lagi 5mnt terus ulangi sampai warna habis.
  5. Terakhir kukus selama 15 menit.
  6. Angkat, dinginkan dan keluarka dari cetakan. Gulingkan atau taburi dengan parutan kelapa.

Catatan :
  • Adonan bias dicetak juga di cetakan loaf cake, lama mengukus tambahkan 10mnt dari lama mengukus dicetaka kecil.
  • Pada cetakan besar, agar kue mudah dikeluarkan dari cetakan maka alasi dasar cetakan dengan plastic tahan panas dan oles dengan minyak.
  • Potong-potong setelah dingin.

Saturday, March 8, 2014

Talam pumpkin



Dalam beberapa bulan belakangan ini, terlihat dalam blog teman-teman  banyak memuat modifikasi makanan yang bahan dasarnya menggunakan pumpkin atau di Indonesia disebut labu kuning atau waluh. Kalau dahulu labu kuning hanya disajikan sebagai alah satu isian kolak saja maka sekarang hampir semua masakan dapat menggunakan tambahan bahan labu kuning.

Labu kuning atau waluh ini sebenarnya berasal dari dari benua Amerika tepatnya pertama kali di temukan di Mexico dan kemudian menyebar ke seluruh dunia terutama di negara-negara yang beriklim hangat.

Penyebaran yang cepat ini juga disebabkan karena tanaman labu kuning ini cepat beradaptasi dengan lingkungannya, baik negara yang beriklim panas, hangat bahkan di negara-negara yang memiliki 4 musim dapat ditemui tanaman ini, kecuali di benua antartika tidak dapat ditumbuhinya.

Buah berwarna orange ini ternyata mengandung lutient, alpha dan beta karoten ( salah satu provitamin A) dan anti oksidan yang tinggi. Selain itu menurut berbagai penelitian buah labu kuning, biji dan daunnya sangat baik dikonsumsi dan dipercaya bagus bagi penderita diabetes karena dapat mengontrol insulin dan kadar glucose dalam darah, serta dapat menurunkan kadar kolesterol dan kadar trigliserit.

Dengan berbagai manfaat ini tidak salah kalau labu kuning amat popular di dunia, dan menjadikannya bahan makanan yang digemari, bahkan saking populernya dibeberapa negara labu kuning menjadi bahan berbagai cerita rakyat dan cerita-cerita fiksi lainnya seperti cerita yang terkenal yaitu Cinderella dan the Jack O lentern, dan di Amerika setiap bulan Oktober menyambut selesainya musim gugur dan musim panen diadakan festival pumpkin atau yang lebih dikenal dengan pesta Hallowen.

Di Srilanka sendiri labu kuning ini juga merupakan bahan makanan yang banyak digemari oleh masyarakatnya, oleh karenanya amat mudah ditemui di pasar-pasar traditional maupun di supermarket. Rasanya yang legit manis membuatnya menjadi makanan favourite penduduk.
Kalau di Indonesia buah labu kuning biasa disajikan sebagai dessert maka di Srilanka biasanya penduduk lokal mengolah labu kuning ini menjadi makanan pendamping nasi, mereka menjadikannya pumpkin curry.

Melihat keunikan dan semua manfaat labu kuning ini maka saya tertarik untuk mencoba membuat talam pumpkin yang resep aslinya ditulis disini. Labu kuning yang memang sudah legit rasanya semakin gurih karena ada campuran telur dan santan di dalamnya. Cara membuatnyapun unik karena semua bahan dicampur dan kemudian diblender jadi satu. Jadi kalau lagi ingin yang legit-legit resep ini dapat dicoba ya......


Talam pumpkin

Bahan :

- 180gr labu kuning kukus
- 200ml santan kental
- 50gr tepung beras
- 25gr tepung tapioka
- 100gr gula
- 2btr telur
- 1/4sdt garam

Bahan topping :

- 175gr santan kental
- 1sdm munjung tp beras
- 1/2sdm tp tapioka
- 3/4sdt garam

Cara :
  1. Masukkan semua bahan talam kedalam blender. Blender sampai halus dan tidak bergerindil sisihkan. Campur bahan topping jd satu, aduk rata. (Saring kalau perlu).
  2. Panaskan dandang, alasi tutupnya dengan serbet.
  3. Oles cetakan talam dengan minyak.
  4. Masukkan adonan 3/4 tinggi cetakan.
  5. Kukus 10mnt.
  6. Tambahkan bahan topping, kukus lg 5 mnt.
  7. Keluarkan talam dr cetakan.
Catatan :

  • Agar bentuknya bagus talam bisa dikeluarkn dari cetakan setelah agak dingin.

Sunday, February 23, 2014

Carabikang


Sudah lama mencari resep carabikang, tapi sayangnya sampai sekarang belum ada satupun dari resep-resep itu yang berhasil, padahal semua cara dan ukuran sudah sesuai resep.
Kegagalan-kegagalan itu kadang bikin malas juga untuk mencoba lagi, apalagi kebanyakan dari resep-resep carabikang yang ada ribet banget, ada yang mesti dikeplok-keplok dengan tangan sampai 30 menit, ada juga yang di mixer dengan kecepatan rendah lebih dari 20 menit, mesti pakai api kecil, bisa dibayangkan kalau akhirnya gagal pasti nyesek juga rasanya. Walaupun kepikir untuk menyerah tapi rasa penasaran menaklukkan kue yang satu ini ternyata lebih besar, makanya tetap terus mencari resepnya. Saya juga berpikir kalau yang lain bisa maka mungkin saja gagalnya bukan dari resepnya tapi mungkin saja cara saya yang salah, makanya perburuan tetap saya lakukan.

Kalau dulu semua resep carabikang yang ada dicoba maka sekarang lebih selektif memilihnya, resep-resep saya pilah-pilah, yang dirasa ribet atau yang hampir sama saya skip saja apalagi yang tidak ada fotonya dan berbau tahayul seperti mensyaratkan agar kalau lagi bikin tidak sedang datang bulan alias harus bersih. Kepikir gak sich susahnya....padahal kalau penjual dipasar tuch harus memproduksi kue-kuenya tiap hari ya....Mungkin si pembuat resep ingin resepnya lebih sedikit berbau misterius ya hehe...


Dan dari semua resep yang saya dapat akhirnya saya coba campur-campur dan modifikasikan sendiri agar lebih mudah dan praktis terutama pada cara membuatnya. Dan memang setelah diamati dari resep-resep itu satu kuncinya agar carabikan dapat mekar seperti bunga adalah harus bersarang, makanya saya ambil resep yang menambahkan sedikit baking soda ke dalam bahannya, beberapa resep juga ada yang menambahankan telur, saya pikir baking soda akan bereaksi bagus apabila ada campuran air, telur dan tepung, telur juga akan membuat carabikang empuk lebih lama. Saya tambahkan ukuran air (santan) juga ke adonan karena bahan cair akan membuat kue lebih empuk.

Percobaan pertama masih belum begitu bagus bentuk dan tampilannya, saya foto karena saya terlalu gembira carabikang saya akhirnya dapat bersarang dan naik sempurna tidak bantat.
Kemudian pada percobaan berikutnya saya tambahkan waktu mendiamkannya, dan hasilnya jauh lebih bagus lagi hanya tinggal penyempurnaan bentuknya saja, kalau rasa jangan ditanya.....menurut saya sudah persis seperti yang dijual dipasar, pada saat dibakarpun baunya sudah tercium ke seantero rumah. Jadi buat teman-teman yang masih penasaran membuat kue carabikang...jangan berputus asa ya...dan resep ini bisa dicoba.

Carabikang

Bahan :
- 250gr tepung beras
- 75gr tepung terigu
- 1 sdm munjung tepung tapioca
- 200gr gula pasir
- 1btr telur kocok lepas
- 1sdt baking soda
- 900ml santan ( saya pakai 400ml santan kaleng + 500ml air)
- Daun pandan
- Daun jeruk
- Vanilla essence (bila suka)
- Garam
- Pewarna makanan tergantung selera

Cara membuat :
  1. Sisihkan 3 sdm tepung beras. Campur tepung beras, tepung terigu, tepung tapioca dan gula dalam mangkuk besar, sisihkan.
  2. Ambil 200ml santan dan 3sdm tepung beras, garam, aduk rata, tambahkan daun jeruk, daun pandan dan vanilli, masak sampai adonan kental dan meletup2.
  3. Panas-panas masukkan adonan ke campuran tepung, aduk rata, tambahkan air santan aduk terus sampai tidak bergerindil. Masukkan telur dan baking soda, aduk rata.
  4. Diamkan adonan selama kurang lebih 2 jam.
  5. Bagi adonan sesuai warna.
  6. Panaskan cetakan kue lumpur diatas kompor, olesi dengan minyak tipis-tipis.
  7. Isi dengan adonan 2/3 tinggi cetakan, hias dengan adonan warna.
  8. Tunggu sampai adonan berlubang-lubang dan kering atasnya, angkat lalu oles dengan minyak/mentega agar tidak kering.
  9. Untuk membuat bentuk bunga maka balik kue dan tekan-tekan dengan tangan, atau cara ini juga bisa dicoba http://www.youtube.com/watch?v=FoB_N12Gpuw
Catatan
  • Panas api kompor harus rata biar matangnya bareng, biasanya saya alasi dulu cetakan kue lumpurnya agar api dari kompor tidak langsung ke cetakan dan panasnya bisa merata.
  • Telur bisa dihilangkan dalam resep untuk menghasilkan bentuk kue yang lebih kukuh.
  • Untuk menghasilkan bentuk bunga yang bagus, saya memakai kertas papper cup yang dibentuk kerucut segitiga dibawah kue yang sudah berbentuk bunga.



Tuesday, February 18, 2014

Onde-onde mini


Kangen onde-onde abang-abang yang dijual di gerobak dorong? Namanya kalau gak salah onde-onde unyil karena bentuknya yang kecil-kecil, digoreng diatas wajan yang besar sekali dan biasanya dijual digerobak dorong, resep ini ternyata mirip dan bisa dicoba loh......Ceritanya lagi browsing jajanan eh ngelihat postingan mbak Rina Audy tentang onde-onde, setelah dilihat resepnya ternyata tidak pakai air kapur dan ada penambahan tepung beras, wah saya belum pernah mencoba resep onde ini, makanya penasaran juga seperti apa hasilnya...Dan setelah dicoba ternyata kulitnya lebih tahan krispy dan menggelembung besar jadi kopong dalamnya, persis onde-onde mini yang dijual di gerobak-gerobak dorong. Percobaan pertama terlalu besar, isinya seperti menciut, percobaan kedua ukuran ondenya saya buat lebih kecil dan isi kacang hijaunya saya tambah ukuran gulanya jadi isi tetap menggumpal saat setelah digoreng dan setelah matang kalau digoyang2 ondenya berbunyi puk...puk...karena dalamnya kopong. Besarnya saya buat sedikit lebih besar dari kelereng jadi sekali makan bisa habis 3-4 butir sendiri, paling asik dimakan saat panas-panas karena krenyes-krenyesnya berasa banget...Kalau mau resep aslinya bisa dilihat disini ya....

Onde-onde mini

Bahan Kulit:

- 150gr tepung ketan
- 1sdm munjung tepung beras
- 1sdm gula
- 1/4 sdt vanilli
- 1/4 sdt garam
- 100ml air
- Wijen
- Minyak untuk menggoreng

Bahan Isi :

- 200gr kacang hijau kupas, rendam air mendidih +/- 1 jam
- 1 lbr daun pandan
- 175gr gula pasir
- 1/2 sdt vanilli
- 2 sdm susu bubuk

Cara membuat :
  1. Bahan Isi : Kukus kacang hijau kupas beserta pandan, lalu tumbuk halus kacang hijau saat panas-panas, sisihkan. Campur kacang hijau halus yang telah hangat dengan gula dan vanilli. Buat bulatan-bulatan padat, sisihkan.
  2. Bahan Kulit : Capur semua tepung, gula, vanili, susu bubuk dan garam. Uleni sedikit-sedikit dengan air sampai bisa dipulung.
  3. Pipihkan bahan kulit, isi tengahnya dengan kacang hijau, bulatkan.
  4. Gulirkan pada wijen sampai semua permukaannya tertutup, aga tekan-tekan sedikit agar wijen melekat.
  5. Goreng dalam minyak panas yang banyak.
Catatan :

  • Agar onde-onde tidak meletus saat digoreng, usahakan agar api kompor jangan terlalu besar.
  • Saya biasanya menggoreng onde-onde 2 kali. Pertama sampai asal matang saja lalu angkat, kemudian ulangi lagi menggoreng sekali lagi sampai warnanya coklat.

Monday, February 3, 2014

Dadar gulung isi unti kelapa


Setiap kali membuat kue-kue traditional terutama jajan tampahan dan isian untuk bingkisan maka sudah dapat dipastikan saya selalu menyertakan dadar gulung didalamnya terutama dadar gulung isi unti kelapa, tapi sayangnya selalu lupa untuk di foto. Mungkin karena kue ini sering kali saya buat makanya sering terlewat.

Pemilihan dadar gulung isi unti kelapa sebagai isian kue tampahan bukannya tanpa maksud, saya selalu menyertakannya karena kue ini gampang sekali dibuatnya serta cepat. Kue ini juga hanya memerlukan peralatan sederhana untuk membuatnya jadi tidak perlu modal yang banyak dan ribet, cukup punya wajan anti lengket atau wajan biasa saja juga bisa.
Isian jajan tampahan

Isian dadar gulung juga bias bervariasi tapi biasanya saya memakai unti kelapa. Isian kelapa ini saya pilih karena mudah mendapatkannya, saya juga selalu punya stock kelapa parut siap pakai di freezer rumah.

Sebenarnya dadar gulung isi kelapa sudah dikenal oleh masyarakat Srilanka, mungkin juga karena pengaruh warga malay yang ada disini. Mereka menjualnya di toko-toko kue, bentuknya serupa dengan dadar gulung di Indonesia tapi ujungnya tidak dilipat, hanya digulung saja, warnanyapun bukan hijau tapi warna natural putih krem. Karena bentuknya yang tidak menarik ini makanya saya selalu membuatnya sendiri, dan ternyata kalau saya suguhkan ke tamu-tamu Srilanka yang datang ke rumah mereka amat menyukainya. Suguhan ini juga cocok ditemani teh kental pahit yang biasa mereka suguhkan di sore hari. Silahkan mencoba.....

Dadar gulung isi unti kelapa

Bahan Kulit:
- 200gr tepung terigu
- 2btr telur kocok lepas
- 400cc santan (saya pakai santan instant + air)
- Pasta pandan
- 1sdm gula pasir
- 1/4sdt garam
- 2sdm minyak goreng

Bahan Isi :
- 200gr kelapa parut
- 250gr gula merah sisir halus
- 3sdm gula pasir
- garam
- Daun pandan
- 1/2 cangkir air
- 1sdt vanilla ekstrak

Cara membuat :

Isi : Campur semua bahan isi kecuali kelapa parut, masak sampai gula leleh. Tunggu sampai larutan gula mendidih dan pinggir-pinggirnya berbuih. Masukkan kelapa parut, aduk-aduk sampai semua berwarna coklat, masak terus sampai air terserap habis. Angkat sisihkan.

Kulit: Masukkan semua bahan, aduk rata smpai tidak bergerindil. Saring.
Panaskan wajan anti lengket, oles dengan sedikit minyak. Buat dadar sampai semua adonan habis.

Penyajian : Taruh isi ditengah kulit dadar, gulung sesuai selera.


Catatan :
  • Biasanya pada saat membuat adonan isi saya tunggu larutan gulanya sampai sedikit berkaramel sehingga isian bisa dipulung.



Tuesday, December 17, 2013

Semar Mendem

 
 
 
Brrrr.....Colombo sedang dingin.....anginnya benar2 besar dan kencang sekali dan membawa dingin dari laut India Selatan. Di apartemen baru ini angin memang langsung masuk dengan bebas dari arah laut, akibatnya selain kedinginan juga ikut serta debu masuk beterbangan ke dalam rumah, seberapa sering saya membersihkannya tetap saja rasanya debu-debu ini tidak hilang-hilang. Sudah pasti udara yang jelek plus debu yang membandel membuat pertahanan tubuh menurun dan menyebabkan batuk pilek yang tidak bisa ditahan lagi. Seperti ibu saya bilang, tidak ada obat yang mujarab melawan virus yang bandel selain istirahat yang cukup dan makan yang banyak, makanya selama weekend kemarin kita semua sepakat untuk istirahat di rumah saja.
 
Sebagai teman istirahat dirumah selain buku-buku juga saya menyediakan banyak camilan untuk teman iseng, satu diantaranya adalah semar mendem ini. Semar mendem sangat cocok sebagai makanan pemulih tenaga, karena selain mengenyangkan juga bergizi. Isiannya yang berupa daging ayam serta dibalut dengan nasi ketan dan telur sudah pasti tinggi nutrisi, disamping itu rasa gurihnya akan sangat membantu menghilangkan rasa pahit dan tidak enak dilidah selama sakit. 
 
Semoga demam dan pilek ini segera pergi dan kami dapat kembali melakukan aktifitas kami lagi....
 
Resep semar mendem
 
Bahan Isi :
- 1/2 bagian dada ayam tanpa tulang, rebus dan suwir-suwir kecil.
- 5bw merah, haluskan
- 3bw putih haluskan
- 1sdt ketumbar bubuk
- 1/2 sdt jintan bubuk
- 2 cup santan kental (1 cup untuk ayam, 1 cup untuk ketan).
- 2 cup beras ketan, rendam kira-kira 1 jam sebelum dipakai.
- Garam secukupnya
- Air secukupnya
- Minyak untuk menumis
 
Bahan kulit :
- 1 btr telur kocok lepas
- 100gr tepung terigu
- 200ml santan kental
- Garam
- 1 sdm minyak sayur/margarine cair
 
Cara membuat :
  1. Isi : Tumis bumbu2 sampai harum, tambahkan ayam suwir dan santan. Masak sampai santan habis dan keluar minyaknya. Sisihkan.
  2. Cuci bersih ketan yang sudah direndam air, kukus selama 15mnt sampai ketan sedikit lunak, lalu angkat.
  3. Masak ketan yang sudah dikukus dengan air santan, masak sampai santan habis terserap, dan kukus kembali sampai ketan matang.
  4. Sisihkan ketan dan biarkan dingin.
  5. Kulit : Campur tepung, telur, garam dan santan, aduk rata.
  6. Panaskan wajan anti lengket yang sudah dioles dengan minyak permukaannya, tuang adonan kulit, bentuk tipis-tipis.
  7. Assembling : Pipihkan 1 sdm munjung ketan, taruh ayam ditengahnya dan kemudian bentuk bulatan lonjong. Balut ketan yang sudah berisi dengan kulitnya, hias dengan potongan cabe (sesuai selera).
 
 
Catatan :
  • Terkadang adonan kulit suka bergerindil, maka sebaiknya saring dulu sebelum dimasak.
  • Saya suka membungkus semar mendem dengan plastik transparent, karena selain cantik dan mudah dimakannya, juga kulit akan tetap ditempatnya (tidak mudah terlepas).
 
 

Monday, December 2, 2013

Lapis hun kwe



Ide seseorang timbul terkadang dari berbagai sumber, dan mungkin setiap orang akan berbeda-beda, begitupun dengan saya. Dalam memasak atau membuat resep sering kali saya dapatkan dari hasil mencoba-coba resep yang telah ada dan kemudian momodifikasikannya,  terkadang juga saya temui makanan yang saya suka di suatu tempat atau negara, baik itu rasa maupun bentuknya kemudian saya membuatnya dengan versi saya sendiri sehingga rasa atau bentuknya  hampir mendekati, atau bahkan inspirasi datang dari melihat bentuk cetakan yang saya temui di supermarket atau pasar traditional. Seperti contohnya cup-cup mika yang saya pakai di sini, pertama kali saya temukan di TBK langganan yang biasa saya kunjungi. Penjualnya hanya bilang kalau cup-cup ini biasanya dipakai untuk membuat coklat, dan ada beberapa ukuran serta bentuk. Saya tertarik pada cup bundar yang ukurannya paling mungil, bentuknya yang mungil sangat menarik buat saya, walaupun saat itu saya belum tau akan digunakan untuk apa tapi saya beli juga.
 
 
Cantik sebagai isian jajan tampahan
 
 
Sampai di rumah baru saya tau kalau plastik mikanya amat tipis jadi pasti tidak cocok untuk wadah kue yang agak berat karena akan merusak bentuk wadahnya, begitu juga untuk kue-kue yang memerlukan pemanasan dalam wadah karena wadah cup ini tidak tahan panas. Jadi saya pikir mungkin wadah ini cocok untuk tempat puding agar-agar, jely, coklat, atau yang berasal dari tepung hun kwe.
Tetapi kalau untuk jenis puding agar-agar dan jelly sepertinya wadah ini kurang besar dan karena saya tertarik untuk membuat kue-kue traditional maka saya putuskan untuk mencobanya  dengan memakai bahan tepung hun kwe, maka kemudian jadilah lapis hun kwe dalam cup seperti yang ada di gambar. Dan sebagai hiasan saya tambahkan hiasan yang berasal dari sagu seed yang saya beri warna dengan sedikit potongan pandan diatasnya agar terlihat lebih cantik dan menarik.
Untuk resepnya saya tuliskan dibawah ini....Selamat mencoba....
 
 
Lapis Hun Kwe
 
Bahan :
 
- 400ml air santan
- 2sdm munjung tepung hun kwe
- 150gr gula
- Pasta pandan (sesuai selera)
- 100gr sago seed (beri warna sesuai selera)
 
 
Cara membuat :
  1. Beri warna sago seed, kemudian rebus hingga matang dan tiriskan.
  2. Campur air santan, gula dan tepung hun kwe dalam baskom, aduk rata.
  3. Bagi 2 adonan tepung hun kwe, satu bagian beri pasta pandan, dan satu bagian lainnya biarkan putih.
  4. Rebus bagian yang diberi pasta pandan hingga kental, tuang ke dalam cup yang telah disediakan dan biarkan agak dingin.
  5. Sambil menunggu adonan pandan agak dingin maka rebus bagian tepung hun kwe putih sampai kental dan meletup-letup, kemudian tuang diatas adonan pandan sedikit-sedikit.
  6. Letakkan sago seed yang sudah diberi warna diatasnya.
  7. Tunggu sampai lapis hun kwe dingin baru beri hiasan pandan diatasnya.
Catatan :
  • Agar santan lebih wangi dan tahan lama maka sebaiknya sebelum digunakan santan harus direbus dulu dengan daun pandan sampai mendidih dan kemudian didinginkan.
  • Memasukkan adonan ke dalam cup jangan terlalu panas, biarkan dahulu adonan sampai agak sedikit hangat agar tidak merusak cup.


Thursday, October 24, 2013

Bolu kukus mekar santan






Menurut pengalaman saya dalam membuat kue2 traditional, ada satu jenis kue yang selalu membuat saya harap-harap cemas menunggu hasil jadinya, kue-kue tersebut adalah jenis kue-kue yang mekrok (mekar atasnya) seperti jenis bolu kukus mekar dan jenis-jenis kue mangkok. Memang salah satu ciri yang menunjukkan berhasil tidaknya kue-kue jenis ini adalah kalau sudah merekah cantik berbentuk bunga, atau kalau istilah para pembuat kue harus berbentuk merekah ngakak lebar. Sayangnya ternyata kue-kue ini amat sangat sensitive sekali, untuk membuatnya merekah lebar tidak segampang seperti yang tertera di resep2, kue-kue manja ini memerlukan perhatian dan ketelitian yang luar biasa sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. 


Setelah mengalami jatuh bangun berkali-kali maka akhirnya saya simpulkan bahwa untuk jenis-jenis kue mangkok dan bolu kukus karena mengharuskan rekahan yang bagus maka diperlukan bahan tambahan yang bersifat mengembangkan disamping bahan utamanya. Pada resep-resep traditional bahan pengembang ini berupa ragi tape ataupun ragi beras, sedangkan untuk bolu kukus biasanya ditambahkan minuman bersoda atau air kelapa, bahan-bahan tersebut dipercaya dapat menghasilkan kue yang "bagus", sayangnya ternyata dengan memakai bahan-bahan tambahan diatas sering kali para pemasak pemula termasuk saya sering gagal, belum lagi ketersediaan bahan yang sulit di dapat dibeberapa Negara sehingga menjadikannya kendala. Bersyukurlah akhirnya sekarang banyak bersliweran resep-resep traditional yang sudah di modifikasi sehingga resep traditional tersebut lebih mudah diikuti dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Didalam resep-resep modern tersebut dipakai juga bahan tambahan lainnya seperti ragi instan dan baking powder. Dengan pemakaian baking powder dan ragi instan selain tingkat keberhasilan "merekah sempurna" lebih tinggi, juga hasil jadi kue-kue traditional ini kualitasnya menjadi lebih baik karena tahan empuk lebih lama. Keuntungan lainnya adalah bahan kue dapat dimodifikasikan dengan menambahkan berbagai macam bahan lainnya, seperti penambahan pumpkin atau ubi dan kentang pada kue mangkok, dan juga pengurangan pemakaian gula pada bolu kukus.

Kalau untuk resep-resep kue mangkok sudah dikupas habis dalam blognya mbak Rina audie, maka resep bolu kukus santan saya dapatkan dari blognya mbak Rina rinso, saya suka sekali resep bolu kukus ini karena tidak menggunakan minuman bersoda sehingga tidak terlalu manis, dan sebagai ganti bahan cairnya ditambahkan santan, rasanya semakin gurih dan wangi....Silahkan mencoba.....

Bolu kukus santan

Bahan :

- 2 btr telur
- 160gr gula pasir
- 1sdt emulsifier
- 1/2sdt baking powder
- 200gr tepung terigu
- 200ml santan cair (santan biasanya saya masak terlebih dahulu dengan daun pandan)
- Pewarna/ pasta pandan (sesuai selera)

Cara :
  1. Panaskan kukusan.
  2. Kocok telur dan gula sampai adonan naik, tambahkan emulsifier lalu kocok lagi sampai adonan berubah warna menjadi pucat dan berjejak kental.
  3. Kurangi kecepatan mixer, secara bergantian tambahkan tepung, baking powder dan santan, terus kocok sampai adonan benar-benar tercampur rata.
  4. Ambil sebagian adonan dan beri warna sesuai selera.
  5. Siapkan cetakan yang sudah dialasi paper cup, masukkan adonan sampai 2/3 penuh.
  6. Kukus selama kurang lebih 15mnt.
  7. Angkat dan hidangkan.

Catatan :
  • Kukusan harus benar-benar panas dan beruap banyak sebelum adonan dimasukkan.
  • Alasi tutup kukusan dengan serbet agar air tidak menetes.
  • Jangan buka kukusan sebelum matang.





Saturday, October 12, 2013

Putu ayu



Pada setiap liburan terutama liburan ke Indonesia ada satu kegiatan yang amat sangat saya sukai yaitu berkeliling di pasar-pasar tradisional. Dan hasil foto cantik putu ayu diatas adalah salah satu hasil dari perburuan saya. Cetakan berbentuk bunga sakura ini saya dapatkan di emperan salah satu lorong pasar besar Malang. Tadinya saya tidak berniat membeli apapun, dan hanya ingin berkeliling melihat-lihat saja, tapi akhirnya saya tertarik melihat berbagai macam barang yang dijualnya karena hampir semua adalah barang-barang dan cetakan untuk membuat kue-kue traditional. Beraneka ragam mulai dari cetakan pudding, cetakan kue lumpur, cetakan martabak, cetakan pukis dan masih banyak lagi lainnya, selain itu dia juga menyediakan beraneka asesories yang menyertainya seperti  beraneka ragam sutil2 kue kecil , sendok2 takar dan lain-lain.

Barang dagangannya sangat komplit dibandingkan dengan ukuran kiosnya yang hanya menempel di kios lain di pasar itu, bapak penjualnya juga amat ramah, dia dengan sabar menerangkan semua pertanyaan saya terutama kegunaan dan cara memakainya, karena terkadang saya memang tidak tahu.

Untuk satu macam kue saja ternyata dia memiliki beraneka ragam bentuk dan ukuran, contohnya untuk cetakan kue putu ayu, mungkin ada sekitar 4 macam model beserta ukuran yang berbeda-beda. Setelah puas melihat-lihat dan bertanya akhirnya saya putuskan untuk membeli beberapa cetakan kue termasuk cetakan putu ayu berbentuk bunga sakura ini. Hasilnya ternyata sangat tidak mengecewakan, amat sangat cantik dan memuaskan, apalagi kalau dilihat dari harganya, untuk 10 buah cetakan sang bapak  memberikan harga Rp 7.000,-

Pada hari itu akhirnya saya tidak hanya pulang dengan menenteng beraneka ragam belanjaan dari kiosnya tapi juga pengetahuan serta kenangan. Sayapun berjanji dalam hati untuk mengunjunginya lagi suatu hari nanti.

Putu Ayu

Bahan :

- 125gr gula pasir
- 2 btr telur
- 1/2 sdt emulsifier
- 150gr tepung terigu
-150ml santan kental (saya pakai coconut milk kaleng)
- Pasta pandan
- 1 btr kelapa parut (saya pakai 200gr kelapa parut)
- 1 sdt garam

Cara membuat :

  1. Kocok telur dan gula sampai mengembang, tambahkan emulsifier, kocok lagi sampai dengan kental dan berwarna pucat.
  2. Tambahkan tepung dan santan bergantian, aduk rata.
  3. Masukkan pasta pandan secukupnya, aduk rata.
  4. Persiapkan cetakan putu ayu, oles permukaannya dengan sedikit minyak.
  5. Masukkan kelapa parut yang sudah dikukus dengan garam sebelumnya, tekan-tekan sampai padat.
  6. Tambahkan adonan tepung diatas kelapa parut sampai 3/4 penuh.
  7. Kukus dalam dandang selama kurang lebih 10 mnt.
  8. Setelah matang keluarkan dari cetakan dan siap dihidangkan.

Catatan :

  • Agar hasil memuaskan maka kocok adonan sampai benar-benar kental.
  • Adonan tidak akan merembes ke bawah kalau kelapa parut ditekan sampai benar-benar padat.
  • Usahan kukusan panas betul dan beruap banyak sebelum memasukkan adonan.
  • Bungkus tutup kukusan dengan serbet agar air tidak menetes ke adonan.

Wednesday, October 2, 2013

Cassava Cake



Resep ini saya dapatkan dari salah seorang sahabat saya yang berasal dari Philipina. Perkenalan kami bermula karena kebetulan sekolah anak kami sama. Saat menunggu anak pulang sekolah inilah biasanya kami sempatkan untuk ngobrol-ngobrol saling bertukar informasi sambil menikmati snack yang kami bawa dari rumah masing-masing, dan salah satu favorite saya adalah cassava cake yang berasal dari negaranya. Cake traditional dari negara tetangga ini rasanya sangat legit dengan tampilan yang modern sangat pas dihidangkan sebagai menu pendamping minum teh saat sore hari terutama pada musim hujan. Bahan bakunya yang mudah didapat dan rasa yang dekat dengan lidah kita orang Indonesia membuat cake traditional ini dengan cepat mencuri perhatian. Selamat mencoba....

Bahan :
- 7 cup singkong parut
- 4 cup santan kental/fresh milk (saya pakai cream coconut milk instan)
- 2 cup gula pasir
- 3 telur telur kocok lepas
- 1/4 cup butter, melted
- 1 cup kelapa muda keruk halus

Topping :
- 1 cup santan kental
- 2 sdm tepung
- 1 kaleng susu kental manis

Cara membuat :
  1. Panaskan oven.
  2. Campur jadi satu bahan cake dan aduk rata. Masukkan dalam loyang yang telah dioles margarine.
  3. Oven sambil loyang ditutup aluminium foil sampai diatasnya kering (kurang lebih 30mnt).
  4. Buat bahan toping: Aduk semua bahan toping, campur rata, masak sebentar diatas kompor sampai mendidih dan kental.
  5. Tuang diatas bahan cake, panggang lagi dalam oven, taruh di rak bagian atas. Tunggu sampai kecoklatan (seperti lapisan caramel).
  6. Siap dihidangkan dingin maupun hangat.

Catatan :
  • Bagi yang tidak suka manis ukuran gula bisa dikurangi sesuai selera, karena resep ini manis sekali.
  • Karena hasil dari resep asli diatas banyak sekali, maka saya modifikasikan dengan memakai ukuran 1,5 kg singkong untuk satu loyang sedang, bahan lainnya tetap. 
  • Kelapa muda keruk bisa dihilangkan atau diganti dengan parutan kelapa atau potongan nata decoco kalau suka.
  • Bisa juga ditaburi dengan keju yang diparut, taburkan sebelum masuk ke dalam oven.

Sunday, July 21, 2013

Kolak ketan durian



Satu hidangan yang sepertinya tidak pernah absen dalam setiap acara buka puasa di bulan Ramadhan yaitu kolak. Kolak menjadi hidangan favorite saat berbuka karena isinya yang bervariasi dan rasa yang legit gurih mampu membangkitkan selera makan dan sekaligus juga memberi energy setelah seharian berpuasa.

Dari berbagai macam kolak ada satu yang menjadi favorite saya yaitu kolak durian, sayangnya durian termasuk buah musiman jadi amat jarang ditemui dan kalaupun ada harganya juga selangit. Selain harga yang mahal terkadang juga belum tentu durian yang kita beli bagus dan manis, oleh karena itu dulu sewaktu saya kecil, ibu saya selalu membuat kolak durian untuk memanfaatkan durian yang tidak manis ini. Durian-durian yang tidak manis setelah diolah menjadi kolak akan berubah menjadi empuk dan legit karena penambahan gula dan santan, dan bau khas duriannya akan tetap semerbak.

Kebetulan sekali Ramadhan kali ini bertepatan dengan musim buah-buahan di Colombo termasuk juga musim durian sehingga saya bisa menghidangkan kolak durian favorite saya di Ramadhan kali ini.  Saya padukan isi kolak durian dengan buah nangka matang dan pisang, serta saya hidangkan beserta ketan. Paduan rasa yang manis legit ditambah dengan ketan yang gurih sudah tentu menjadi serbuan pertama saat berbuka. Hidangan ini enak dimakan hangat-hangat....Selamat mencoba...


Bahan Kolak :

- Durian, beberapa butir
- Pisang (saya pakai jenis pisang kepok)
- Nangka, potong-potong
- 1,5ltr santan (saya pakai 200ml santan instan dan sisanya air)
- 2lbr daun pandan, buat simpul
- 200gr gula pasir (bisa juga diganti dengan gula merah/ sesuai selera)
- 1/4sdt garam

Bahan Ketan :

- 1 cup ketan, rendam 2 jam
- Garam secukupnya

Cara membuat :

  1. Masak santan, garam, dan gula serta daun pandan sampai mendidih. Tambahkan pisang, masak sampai pisang agak empuk.
  2. Tambahkan durian dan nangka, angkat.
  3. Hidangkan kolak beserta nasi ketan.
  4. Cara membuat nasi ketan sama seperti membuat nasi biasa, hanya tambahkan sedikit garam.

Catatan :
  • Isi bisa divariasikan sesuai selera masing-masing.
  • Usahakan memasak buahnya dari yang paling lama terlebih dahulu, agar buah tidak terlalu lembek dan bentuknya tetap cantik.

Wednesday, July 10, 2013

Getuk singkong



Tidak terasa bulan Ramadhan sudah datang, tidak seperti Ramadhan tahun-tahun yang lalu Ramadhan kali ini kami lalui dengan sedikit berbeda. Bulan ini adalah bulan terakhir kami tinggal di rumah yang kami tempati, sibuknya persiapan pindahan ditambah kesibukan-kesibukan lain di luar yang memang sedang sedikit padat membuat saya hampir tidak mempersiapkan apa-apa untuk menyambut Ramadhan ini.

Biasanya dulu saya selalu berbelanja sedikit lebih istimewa dan lebih banyak dari hari biasa. Untuk menu sahur dan berbuka pun saya persiapkan sebaik-baiknya, kali ini karena hampir semua peralatan dapur dan memasak saya sudah rapi masuk box maka sedikit malas saya mempersiapkannya, cukup membuat menu sehari-hari dan yang praktis-praktis saja.

Untuk menu snack hari pertama maka saya membuat getuk singkong ini. Bahannya yang sederhana dan cara membuat yang mudah serta cepat sangat memudahkan. Disamping itu getuk singkong selain enak juga mengenyangkan, bisa juga dipakai sebagai pilihan menu sahur nanti malam.

Selamat berpuasa, semoga puasa kita mendapat berkah......

Getuk singkong

Bahan :
- 1kg singkong, kupas dan cuci bersih
- 200gr gula pasir
- 1/2sdt vanilli
- 2 sdm margarine
- Essence pandan / pewarna sesuai selera.

Cara :
  1. Kukus singkong sampai empuk, haluskan.
  2. Pada saat panas campur singkong yang telah halus dengan gula, vanilli, dan margarine, aduk rata.
  3. Bagi adonan sesuai dengan warna yang diinginkan.
  4. Cetak adonan singkong dengan mesin mie/gilingan daging, potong2 sesuai selera.
  5. Hidangkan bersama parutan kelapa.


Catatan :
  • Getuk bisa dibentuk lain, seperti digulung, dicetak kecil2, tergantung selera masing-masing.
  • Parutan kelapa supaya tahan lama maka sebaiknya dikukus terlebih dahulu dan diberi sedikit garam.





Monday, June 17, 2013

Kolak campur-campur



Setelah berminggu-minggu dilanda malas memasak yang berkepanjangan, akhirnya menyerah juga dan harus kembali ke dapur lagi. Bagaimana tidak, hujan yang terus menerus menyebabkan rasa ingin ngemil yang tidak bisa ditahan lagi. Gara-gara malas masuk dapur inilah maka otomatis kulkas dan toples bersih dari makanan camilan, padahal hujan-hujan membuat perut sering lapar dan ingin mengunyah sesuatu. Kali ini saya membuat sesuatu yang hangat-hangat dan mudah saja, kebetulan sewaktu pergi ke supermarket dekat rumah ada singkong dan ubi serta pumpkin, terpikir pasti enak makan kolak disaat begini, maka jadilah kolak campur-campur ala saya. Dan semoga saja kolak campur-campur ini bisa mengangkat mood saya untuk brekreasi di dapur lagi.

Kolak campur-campur

Bahan :
- 100gr tepung ketan
- 2sdm tepung kanji
- Pewarna sesuai selera
- Air secukupnya
- 200gr Pumpkin potong kotak
- 200gr Ubi jalar, kupas, potong2.
- 200grSingkong, kupas, potong2.
- 1,5 ltr santan
- Garam secukupnya
- Gula sesuai seler
- Daun pandan, sobek-sobek, ikat
- 1sdm tepung kanji larutkan dalam air

Cara membuat :
  1. Uleni tepung ketan, tepung kanji dengan air sampai bisa dipulung. Beri pewarna dan bentuk bulat-bulat kecil, sisihkan.
  2. Masak air sampai mendidih, lalu masukkan bola-bola ketan, masak sampai terapung, angkat dan masukkan dalam air matang dingin, sisihkan. 
  3. Rebus santan dengan gula, garam dan daun pandan sampai mendidih, masukkan singkong, setelah singkong lunak masukkan ubi dan pumpkin.
  4. Setelah semua matang baru masukkan bola-bola tepung ketan yang sudah ditiriskan terlebih dahulu dan kemudian tuang juga larutan tepung kanji, aduk rata dan agak kental.
  5. Setelah matang angkat dan siap dihidangkan.
Catatan :
  • Untuk isi bisa ditambahkan juga pisang raja/kepok dan nangka matang. Potong-potong sesuai selera.
  • Masak isi dari yang matangnya lebih lama dulu baru yang gampang lunak agar bentuknya bagus dan matangnya rata.


Saturday, May 11, 2013

Kue mangkok nasi



Seiring dengan datangnya musim hujan maka mulai juga bermunculan bunga-bunga liar yang ada disekeliling rumah. Bunga-bunga ini macam-macam warna dan bentuknya mulai dari yang kecil bergerombol sampai yang besar, cantik sekali dan sayang kalau tidak diabadikan.
Bunga ungu cantik di gambar ataspun saya temukan di tanah kosong depan rumah saya, warnanya yang ungu bergerombol memanjang membuatnya semakin menarik. Bunga ini memang muncul setiap awal musim hujan saja, tapi walaupun bunganya cantik harus sangat hati-hati memetiknya karena selain bunganya mudah rontok kalau tersentuh juga getah, daun dan batang bunganya akan membuat kulit kita gatal dan iritasi.

Melihat bunga kecil ungu ini juga membuat ingatan saya kembali kesaat-saat saya sekolah dulu.  Dulu kami tinggal di daerah pasar minggu, jarak dari rumah ke sekolah berkisar sekitar 2-3km, sekolah saya ada disekitar daerah empang tiga, jadi saya dan adik saya biasa berjalan kaki pulang dan pergi sekolah bersama teman-teman lainnya. Dahulu didaerah pasar minggu tidak seramai sekarang, masih banyak pohon-pohon dan tanah kosong disekitar tempat kami tinggal. Di sekeliling kami banyak dijumpai pohon-pohon buah-buahan seperti kecapi, sawo, sawo duren, rambutan dan lain-lain, disamping itu masih banyak tanaman liar yang tumbuh di tanah2 kosong. Pada saat pulang bersama-sama inilah biasanya saya dan teman-teman sering berpetualang dan memetik bunga atau buah liar yang kami temui di jalan. Kalau menemukan buah atau bunga aneh pasti kita petik dan selidiki, seolah-olah kami sudah menemukan species baru yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Petualangan kami tersebut terkadang juga membuahkan hasil yang tidak diinginkan seperti gatal-gatal sekujur tubuh atau bengkak di mulut dan bibir karena memakan buah beracun, tapi tetap saja kami melakukannya tanpa kapok. Bunga ini termasuk dalam deretan bunga yang membuat kami gatal-gatal, terutama bila batang bunganya yang panjang-panjang sudah mengering karena tajam bila tersentuh.

Untuk mengabadikan bunga ungu ini maka saya pasangkan bersama dengan kue mangkok nasi yang saya buat sebelumnya. Kue mangkok nasi ini resep dasarnya sudah saya muat  disini. Saya hanya mengganti bahan dan sedikit cara membuatnya saja. Dan akhirnya jadilah gambar diatas, warna bunganya makin cantik sangat kontras dengan warna kue mangkoknya.

Kue mangkok nasi

Bahan biang :
- 100gr tepung terigu
- 1sdm ragi instant (saya pakai fermipan)
- 150ml air hangat

Bahan utama :
- 100gr tepung beras
- 100gr tepung terigu
- 1sdm baking powder
- 100gr nasi
- 300ml santan (saya pakaisantan instant)
- 1/4sdt garam
- 275gr gula pasir
- Vanilla ekstrak
- Pasta pandan atau pewarna (bila suka)

Cara membuat :
  1. Biang : Campur semua bahan, aduk rata dan diamkan kira-kira 20mnt.
  2. Blender nasi dengan santan, sisihkan.
  3. Dalam baskom campur semua bahan tepung, tambahkan adonan nasi, aduk sampai tercampur rata. 
  4. Tambahkan campuran biang dan uleni lagi.
  5. Masukkan gula sedikit-sedikit, uleni sampai gula halus dan larut.
  6. Tambahkan baking soda, vanilla, pasta pandan dan garam ke dalam adonan, aduk rata.
  7. Panaskan kukusan dengan api besar, tutup kukusan dengan dialasi serbet agar air tidak menetes.
  8. Masukkan adonan ke dalam mangkuk plastik (cetakan kue mangkuk) sampai 3/4 penuh.
  9. Kukus selama kurang lebih 15 menit.

Catatan :
  • Cetakan tidak perlu dioles dengan minyak.
  • Cetakan tidak perlu dipanaskan dalam kukusan terlebih dahulu.

Sunday, May 5, 2013

Getas ketan/ gemblong

Getas ketan hitam dan putih
Akhirnya Srilanka diguyur hujan juga, setelah beberapa bulan ini terkena gelombang panas menyengat yang menyebabkan suhu udara di Srilanka mencapai 34-35 derajat, maka hujan pertama di awal bulan mei ini amat sangat ditunggu. Hujan yang mengguyur sejak malam ini bukan hanya membuat suasana sejuk tetapi juga bikin ngantuk, rasanya malas sekali meninggalkan tempat tidur, kalau tidak ada kewajiban yang harus dilaksanakan pastilah lebih enak bermalas-malasan saja.

Memang seperti ibu2 pada umumnya terkadang kesibukan mengurus rumah tangga yang sepertinya sederhana bisa juga membuat stress, apalagi kalau sedang banyak yang harus dikerjakan, satu hari rasanya tidak cukup waktu, untuk itu urusan bermalas-malasan harus dikesampingkan terlebih dahulu. Urusan rumah tangga yang bertumpuk-tumpuk tidak ada hentinya dan harus segera diselesaikan semua dalam sehari membuat waktu seperti mengejar-ngejar kita.

Seperti contohnya pada hari Jumat kemaren, selain kewajiban harian yang harus saya lakukan, di hari itu juga saya menerima undangan menghadiri pengajian ibu-ibu Indonesia di Srilanka, dan karena salah satu ibu akan meninggalkan Srilanka maka acara pengajiannya digabungkan dengan farewell party beliau, dengan begitu maka acara akan berlangsung dari pagi sampai sore hari. Kalau sudah begitu berarti hari itu saya harus bangun lebih pagi untuk mulai menyiapkan memasak bekal makan siang anak dan suami, baru mengantarkan ke sekolah dan kantor masing-masing. Sepulang mengantar mereka saya mulai membuat makanan atau kue-kue yang akan saya bawa nanti ke farewell party, berangkat dari rumah jam 9.30 pagi ke acara undangan dan sore harinya saya akan menjemput anak dan suami kembali kerumah.

Sebenarnya sich jauh lebih praktis untuk membeli saja buah tangan yang akan dibawa, tetapi memang akan jauh lebih puas bila kita membuatnya sendiri, apalagi kalau bahan bakunya tersedia. Dengan waktu yang sempit tersebut maka harus pintar-pintar mencari resep yang kira-kira mudah dan cepat tetapi tentu harus enak. Saya lihat di persediaan dapur saya ada bahan ketan putih dan sedikit ketan hitam serta parutan kelapa frozen, akhirnya setelah bongkar-bangkar resep2 yang saya punya maka sayapun memutuskan membuat resep getas ini.

Bahannya yang simpel serta cara membuat yang amat mudah dan cepat sangat cocok buat kita yang tidak memiliki waktu yang lama asalkan semua bahan telah tersedia. Karena pada saat itu saya tidak memiliki gula merah maka bahan pelapisnya saya ganti dengan gula putih saja. Dan dalam hitungan kurang dari satu jam getas sudah siap terhidang. Jangan tanya bagaimana rasanya, karena dalam sekejap pasti sudah habis... Selamat mencoba.

Resep Getas

Bahan getas :
- 200gr tepung ketan hitam (bisa diganti tepung ketan putih)
- 100gr kelapa parut
- 1/4sdt garam
- 75ml santan encer
- 1sdm air kapur sirih (bisa di skip)
- Minyak untuk menggoreng

Bahan Pelapis :
- 4sdm gula putih
- 2sdm air
- 1sdt ekstrak vanilli

Cara Membuat :
  1. Campur semua bahan kering getas dalam mangkuk besar, tuang air kapur sirih dan air santan sedikit-sedikit sambil terus diuleni rata.
  2. Bentuk adonan bulat pipih (atau sesuai selera).
  3. Goreng dalam minyak panas sampai kecoklatan dan matang. Sisihkan.
  4. Membuat lapisan : Masak gula dan air sampai kental dan mengeluarkan buih, masukkan getas, aduk-aduk sampai semua permukaan getas tertutup lapisan gula. Angkat, diamkan sampai agak keras.
  5. Siap dihidangkan.

Catatan :
  • Menggoreng getas dengan api sedang dan balik-balik, karena kalau minyak terlalu panas getas akan meledak2 dan bentuknya tidak cantik.
  • Kalau ingin memakai lapisan gula merah maka perbandingannya 4 sdm gula merah + 1sdm gula putih + 2sdm air.
  • Masukkan getas kelarutan pelapis tepat waktu, yaitu saat air gula sudah berbuih kental tapi masih berwarna putih terang, agar tampilannya cantik.
  • Sebaiknya melapis getas sesaat sebelum dihidangkan, karena kalau didiamkan beberapa jam maka lapisan getas akan berair dan tidak krispy lagi.