Showing posts with label masakan. Show all posts
Showing posts with label masakan. Show all posts

Monday, July 14, 2014

Kering bihun pedas



Masih dengan menu sahur, kali ini saya akan posting tentang lauk pendamping yaitu kering bihun. Sebenarnya bumbu dan pengerjaannyanya sama dengan kering kentang hanya saja memakai bihun kering yang digoreng sebagai bahan utamanya.

Saya menyukai kering bihun ini karena selain rasanya yang enak proses pengerjaannya tidak serumit dan selama membuat kering kentang, selain itu bihun jauh lebih murah harganya dari kentang. Satu kantong bihun ukuran biasa mungkin bisa dipakai untuk membuat satu panci besar kering bihun, karena bihun akan mengembang pada saat di goreng.

Dulu sekali sewaktu saya masih kecil sering melihat pembantu kakek saya membuatnya. Biasanya dia membuat kering bihun ini apabila ada selamatan di rumah kakek. Membuat dalam jumlah besar beberapa hari sebelum acara dimulai dan kemudian di taruh didalam toples-toples sehingga akan tahan renyah lebih lama.

Untuk menambah rasa maka kering bihun saya kali ini saya campur dengan kacang tanah dan teri medan. Bila bingung membuat lauk saur maka resep ini bisa dicoba....

Kering bihun

Bahan :

- Bihun kering (saya pakai satu ikat bihun ukuran sedang, potong2 dengan gunting)
- 6 buah bawang merah
- 3 siung bawang putih
- Cabe merah tergantung selera (saya pakai cabe bubuk)
- 1 sdt air asam
- Garam
- 1 sdm gula tergatung selera (saya tambahkan 1/2 sdt gula merah cair/ 1sdt kecap manis)
- Daun jeruk potong kecil-kecil
- Teri medan yang telah digoreng
- Kacang tanah yang telah di goring

Cara membuat :
  1. Panaskan minyak agak banyak. Sedikit-sedikit goreng bihun sampai mengembang (seperti menggoreng kerupuk), angkat, sisihkan.
  2. Haluskan bawang merah, bawang putih, dan cabe, tumis di sedikit minyak sampai harum. Masukkan bumbu lain, tambahkan air sedikit bila perlu.
  3. Tunggu sampai bumbu sedikit berkaramel, masukkan bihun gorengnya, aduk rata.
  4.  Tambahkan teri dan kacang tanah goreng, aduk.
  5. Kering bihun siap dihidangkan.
Catatan :
  • Masukkan bihun setelah bumbu berkaramel agar bihun tetap crunchy.
  • Taruh di tempat kedap udara atau toples tertutup, dapat tahan sekitar 1-2 minggu.

Tuesday, July 1, 2014

Som Tam


Beberapa hari yang lalu ceritanya tiba-tiba ditawari KBRI untuk mengisi acara memasak yang diadakan oleh embassy Thailand di Srilanka. Undangan mendadak ini diedarkan kepada kedutaan-kedutaan Negara ASEAN termasuk Indonesia. Undangan dalam acara Thailand Night ini adalah dalam rangka promosi kebudayaan Thailand. Tidak ada kriteria khusus hanya disebutkan akan memasak Som Tam dalam lomba nantinya, semua bahan dan peralatan juga disediakan panitia. Wah kesempatan menarik pikir saya, karena Som Tam sudah dikenal luas dan bahan serta pengerjaannya juga tidak terlalu sulit, oleh karena itu langsung saja saya sanggupi. Dan akhirnya saya berdua dengan teman mewakili tim Indonesia.


Som Tam adalah masakan traditional Thailand sebangsa salad sayuran yang terbuat dari papaya muda parut, rasanya yang asam segar serta manis membuatnya menjadi makanan yang digemari semua orang. Jenis som tam sendiri sebenarnya banyak macam, tergantung kreatifitas si pembuat tapi bahan utama yang pasti adalah papaya muda parut, sausnya terdiri dari saus ikan, lime juice, palm sugar, larutan air asam, cabe, dan ebi serta bawang putih. Biasanya Som tam dijajakan sebagai makanan kaki lima di Thailand, cara membuatnya yang unik dengan ditumbuk dengan memakai alat tumbuk. Som tam merupakan hidangan syang disajikan fresh karenanya bahan-bahan yang dipakai juga harus sesegar mngkin.

Ada satu pengalaman saya tentang makanan som tam ini dan merupakan salah satu pengalaman makan ekstrim saya yang pertama. Kejadiannya sewaktu berkesempatan ke Thailand pada saat berjalan-jalan tiba-tiba teman saya mengajak makan som tam yang dijual di kaki lima, karena banyak penjual som tam disana kita piker semua sama saja, makanya tidak pilih-pilih lagi. Saat menunggu itulah saya  melihat secara langsung pembuatan som tam ini dengan menggunakan udang kecil-kecil yang masih hidup. Jadi setiap kali orangnya menumbuk udang ini berloncatan juga kesana kemari, dan sewaktu dihidangkan udangnya masih bergerak-gerak. Tentu saja saya hanya melihat tanpa sanggup memakannya, dan ternyata usut punya usut saya berada di blok makanan ekstrim khas Thailand, ada berbagai sate dengan bahan belalang dan segala macam serangga lain dijual juga disana. Buat yang berani pasti tidak akan melewatkan mencoba, tapi buat saya cukup melihat-lihat saja.....


Akhirnya malam itu kami berlomba beserta 5 perwakilan lainnya. Waktu memasak ditentukan 10 menit, dan walaupun kami malam itu tidak keluar sebagai pemenangnya tetapi sudah banyak mendapatkan pengalaman yang menarik. Acaranya sendiri sangat meriah, didahului dengan tarian-tarian traditional dan juga ada pertunjukan Muang Thai, sebuah pertunjukan bela diri yang terkenal di Thailand. Kami juga berkesempatan untuk berfoto beserta para selebrity Muang Thai ini, kemudian acara diakhiri dengan makan bersama dan ramah tamah. Semua makanan khas Thailand dihidangkan, dan tentunya kue-kuenya yang terkenal. Kami para peserta lomba masak  akhirnya pulang dengan berbagai souvenir di tangan, yang paling saya suka adalah buku masak Thailand ada di antaranya. Wah benar-benar malam yang mengesankan buat kami....

Dibawah ini saya tuliskan resep som tam ala saya, saya modifikasikan sedikit som tam-nya, parutan papaya muda saya campur dengan parutan manga muda untuk sensasi asam segarnya, dan untuk taburannya saya memakai ting-ting kacang (candy peanut) yang ditumbuk kasar. Hidangan ini sepertinya juga cocok sebagai menu pembuka buaka puasa, rasanya yang manis segar bisa bikin ketagihan loh....Silahkan mencoba.....

Som Tam

Bahan :

- 1 buah papaya ukuran sedang, masih hijau dan mengkal
- 2 buah manga muda
- 1 buah wortel ukuran sedang
- 2 suing bawang putih
- 1sdm gula merah sisir halus, tergantung selera
- 1sdm saus ikan, tergantung selera
- 1sdt lime juice
- 1/2 sdt air asam (bila suka)
- 1/2 sdt ebi halus
- Candy peanut ( ting ting siap pakai) tumbuk kasar
- 2 buah cabe rawit, tergantung selera

Cara membuat :
  1. Parut kasar papaya, manga dan wortel (saya pakai parutan khusus sayur), sisihkan.
  2. Dalam tumbukan, tumbuk cabe dan gula merah sampai halus, masukkan bawang putih, tumbuk lagi, masukkan, juice jeruk nipis,air asam, ebi dan saus ikan, campur rata.
  3. Setelah semua tercampur tambahkan parutan sayurnya, tumbuk sedikit tapi jangan sampai hancur.
  4. Som tam siap dihidangkan dengan taburan kacang ting-ting tumbuk.




Kalau mau membuat sendiri ting-ting kacangnya, resep ini juga bisa dipakai :

Ting-ting kacang

Bahan :

- 100gr kacang, sangrai kupas kulitnya.
- 4sdm gula pasir
- 1 sdt air
- 1sdt lime juice
- Garam bila suka
- Cabe bubuk bila suka

Cara membuat :
  1. Masak semua bahan kecuali kacang dalam teflon anti panas. Biarkan gula sampai berkaramel dan berbuih, masukkan kacang, aduk rata. Angkat.
  2. Taruh dalam Loyang yang dialasi kertas minyak, pipihkan. Biarkan dingin dan mengeras. Ting-ting siap dipakai.
Catatan :
  • Sayuran atau buah lain bisa dipakai dalam mebuat som tam ini, asalkan tidak lembek dan berair.
  • Utuk taburan bisa juga dipakai bawang putih goreng.

Monday, June 9, 2014

Kerang masak padang



Sudah sejak lama saya selalu mencari kerang yang dijual di pasar-pasar sekitar Colombo tapi tidak pernah ketemu, mungkin karena di Srilanka kerang bukan merupakan makanan favourite, atau mungkin juga susah didapat, karena walaupun negaranya dikelilingi laut tetapi lautnya dalam dan berombak besar sehingga kerang sulit hidup.

Pencarian kerang ini gara-gara anak saya pernah dibelikan kerang hijau saus padang oleh tantenya sewaktu kita sedang liburan di Indonesia, kenangannya akan makan kerang yang enak ini selalu diingatnya. Dan setiap kali kita berlibur ke Indonesia salah satu makanan yang dia tanyakan adalah kerang selain makanan lainnya.

Makanya begitu pertama kali liat kerang di sebuah pasar traditional senangnya bukan main, di pasar ini menjual beberapa jenis kerang dan tiram tetapi tidak ada kerang hijau, akhirnya saya beli saja kerang yang tersedia disana.


Cari-cari diinternet bagaimana mengolah kerang maka saya dapatkan resep kerang saus padang dari sedap sekejap, resepnya sendiri agak pedas jadi saya kurangi jumlah pemakaian cabenya dan hasilnya ternyata enak sekali, anak saya makan dengan lahapnya. Sayangnya kerang yang saya beli ini berdaging sedikit tidak seperti kerang hijau yang besar dan banyak dagingnya, tapi yang jelas sekarang sudah dapat menyenangkan anak saya karena saya sudah bisa memasak makanan kesukaannya.

Kerang Saus Padang

Bahan:
1kg kerang, dicuci bersih
2 lembar daun salam 
1ltr air untuk merebus
Bahan Saus:
1 buah bawang bombay, diiris
2 buah cabai merah besar, dipotong bulat (saya tidak pakai)
1 sendok makan saus tiram
4 sendok makan saus tomat
2 sendok makan saus sambal
3/4 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1 sendok teh gula pasir
1/2 sendok makan tepung sagu dan air, untuk mengentalkan
2 batang daun bawang, potong miring
200 ml air
Mentega untuk menumis (saya pakai minyak sayur)
Bumbu Halus:
3 buah cabai merah keriting (saya tidak pakai)
3 siung bawang putih
2 cm jahe
Cara membuat:
  1. Rebus kerang dalam air bersama daun salam sampai mendidih. Saring dan buang airnya.
  2. Panaskan minyak. Tumis bawang bombay, cabai merah besar, dan bumbu halus sampai harum.
  3. Masukkan saus tiram, saus tomat, saus sambal, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. Tuang air. Masak sampai mendidih.
  4. Masukkan kerang dan daun bawang. Aduk rata. Masak sampai matang. Kentalkan dengan larutan tepung sagu. Masak sampai meletup-letup.
Catatan :

  • Kerang yang segar kalau dimasak akan tebuka cangkangnya.
  • Jangan makan kerang yang tertutup karena berarti sudah tidak fresh dan bias bikin keracunan.


Karena saya beli kerang agak banyak maka sebagian saya rebus kerangnya tanpa bumbu, enak juga buat camilan sore-sore. Sausnya hanya saus sambal botolan dan rajangan daun ketumbar.





Thursday, April 17, 2014

Sup ikan sehat


Tanggal 13 dan 14 April kemarin adalah hari libur nasional di Srilanka, karena merupakan hari Avurudu atau tahun baru untuk penduduk Srilanka, baik dari suku Tamil maupun Singhalese. Untuk Avurudu sendiri sudah pernah saya tuliskan artikelnya disini, kalau tahun kemarin tema warnanya indigo (biru) maka tahun ini diawali dengan tema gold.

Karena liburannya lumayan agak panjang dan semua orang berlibur ke kampung halamannya masing-masing maka Colombo dan sekitarnya sunyi senyap. Jalanan yang biasanya padat tampak lenggang dan sepi. Kami sendiri tidak liburan ke luar kota karena hampir semua hotel bisa dipastikan penuh sesak, kami hanya berjalan-jalan disekitar Colombo saja sambil menikmati jalanan yang sepi.
Siang itu kita putuskan untuk makan siang di daerah Negombo. Negombo sendiri terletak 37km dari kota Colombo, hanya 20 mnt kami tempuh untuk mencapainya, karena sekarang sudah ada tol yang menghubungkan kota Colombo dan Negombo. Kota ini terkenal dengan pantainya yang berpasir emas (gold), dan juga merupakan tujuan wisata serta mempunyai komunitas turis yang cukup besar mungkin disebabkan karena keindahan pantai serta keramahan penduduknya. Berjalan-jalan disana jadi teringat Kuta ditahun 80-90an, bukan Kuta sekarang yang jadi amat padat dan komersil.

Setelah selesai makan siang dan istirahat sejenak perjalanan kami teruskan ke daerah pelabuhan dan pasar ikan. Agak kaget juga karena ternyata pasar ikannya buka walaupun hanya sedikit saja pedagangnya. Setelah membeli beberapa hasil laut yang masih fresh dan murah sekali harganya dibandingkan dengan di Colombo kamipun pulang.

Karena banyak juga jenis seafood yang saya beli kali ini maka sudah pasti seminggu ini menu andalan kami sekeluarga adalah seafood. Sup kepala ikan bening ini menjadi pilihan pertama dan setiap kali membuatnya akan teringat kepada salah satu tante saya yaitu adik terkecil ibu saya, karena dia yang memberikan resepnya. Tante saya ini selalu membawakan sup ikan sehat ini untuk almarhum kakak tertuanya yang pada saat itu sedang berjuang karena sakit kanker payudara. Effek dari obat Kemo yang membuatnya selalu mual dan jadi tidak suka makan akhirnya memilih makanan yang ringan-ringan dan sup ini amat cocok untuknya, karena selain rasanya ringan tapi memiliki gizi yang tinggi. Sedikit saya modifikasikan dengan mengganti daun salam dengan daun ketumbar agar lebih terasa segarnya, dan saya tambahkan juga rajangan bunga kecombrang untuk menambah aroma dan rasa asam di kuahnya.

Sup ikan sehat ini juga amat cocok dihidangkan pada hari panas seperti sekarang...Selamat mencoba.

Bahan :

- Kepala ikan dan dagingnya (saya pakai ikan tengiri), potong2
- Udang, kupas, sisihkan kepala dan kulitnya
- Cumi2, bersihkan, potong2
- Tahu, potong dadu
- Wortel, potong spt korek api
- Bawang merah, rajang
- Bawang putih, rajang
- Bunga kecombrang, iris halus
- Jahe
- Daun ketumbar dan akar ketumbar rajang halus
- Sereh
- Daun jeruk
- 1 jeruk nipis ambil airnya
- Lengkuas
- Garam
- Merica
- 1sdm minyak untuk menumis
- Air

Cara membuat :
  1. Tumis kepala udang dan kulit udang sampai harum, tambahkan bunga kecombrang, akar ketumbar, sereh, lengkuas, jahe, daun jeruk dan bawang merah serta bawang putih. Setelah harum tambahkan air, masak sampai mendidih, angkat dan saring.
  2. Dalam panci rebus lagi air kaldu udangnya, tambahkan semua seafood, potongan tahu serta wortel dan garam, juice jeruk nipis serta merica. Masak sampai matang.
  3. Taburkan daun ketumbar cincang sesaat sebelum dihidangkan.

Catatan :
  • Jenis seafood bisa diganti-ganti sesuai selera.
  • Ikan tengiri terkadang saya ganti dengan ikan kakap merah atau kakap putih.
  • Kalau tidak suka daun ketumbar bisa diganti dengan bawang merah goreng.
  • Wortel bisa diganti sawi atau bak coy.

Tuesday, April 1, 2014

Ayam tepung saus madu


 
 
Dirumah saya ayam adalah lauk utama, bukan karena sangat digemari tapi karena suami saya sudah beberapa tahun tidak makan daging sapi dengan alasan kesehatan. Oleh karena itu agar praktis dan bisa masak sekali buat orang satu rumah maka ayam menjadi pilihan buat kami.
 
Dan agar tidak bosan dengan masakan yang itu-itu saja maka saya sebagai koki utama di rumah harus pintar-pintar memutar otak agar orang serumah tidak dilanda rasa bosan dengan penyajian makanan yang itu-itu saja.
Buat saya sendiri sebenarnya kalau boleh memilih diantara berbagai macam daging yang dijual maka memasak ayam adalah yang paling mudah, gampang mengolahnya dan cepat penyajiannya, tidak perlu merebus atau memasaknya berjam-jam untuk membuat dagingnya empuk, dan ayam gampang dikombinasikan dengan lauk lainnya. Dibandingkan dengan ikan atau sea food lainnya juga membersihkan ayam jauh lebih mudah....maklum di Srilanka jarang sekali supermarket yang mau membersihkan sea food yang kita beli, dan mencari sea food yang benar-benar fresh susahnya bukan main, padahal saya sensitive sekali dengan kesegaran sea food, mulut bisa ba-al dan gatal-gatal kalau sea foodnya tidak fresh.
 
Nah resep di bawah ini idenya diambil dari  ayam tepung bersaus asam manis yang disajikan di restaurant Korea. Anak saya selalu memesannya karena menyukai rasanya, makanya iseng2 saya coba bikin sendiri di rumah dan ternyata resep modifikasi ini langsung disukainya. Buat teman-teman yang sedang bingung dengan mengolah ayam,resep ini bias dicoba ya...
 
Bahan :
 
- 1 dada ayam tanpa tulang, potong dadu (saya tidak pakai kulit)
- Tepung Maizena
- Wijen sangria untuk taburan
 
Bahan pencelup :
- 150gr tepung terigu
- Garam
- Merica
- Air secukupnya
 
Bahan Saus
- 2 sdm saus tomat botolan
- 2 sdt madu
- Merica
- Garam
- Gula
- 3 siung besar bawang putih, parut halus
 
Cara membuat :
  1. Balurkan tepung maizena keseluruh permukaan ayam sampai rata. Sisihkan.
  2. Campur semua bahan pencelup, aduk rata. Celupkan ayam yang telah dibalur tepung maizena, lalu goring di minyak panas.
  3. Angkat ayam yang telah digoreng setelah berwarna coklat dan matang. Sisihkan.
  4. Dalam mangkuk campur semua bahan kecuali bawang putih.
  5. Tumis bawang putih hingga harum, masukkan campuran saus, masak sampai pinggiran keluar buih dan mulai berkaramel.
  6. Tuang ayam tepung ke saus aduk cepat. Angkat.
  7. Taburkan wijen diatasnya pada saat akan dihidangkan.
 
Catatan :
  • Kalau ingin rasa agak pedas maka saus sambal bisa ditambahkan ke dalam bahan saus.
  • Daging ayam bisa diganti dengan udang, atau daging lainnya.
  • Kalau mau lapisan tepung agak tebal maka buat larutan pencelup sedikit lebih kental.
  • Daging ayam atau udang harus dalam keadaan kering, maka tiriskan atau lap dengan lap kering setelah ayam atau udang dicuci, dan sebelum dibalurkan ke tepung maizena.
 

Saturday, February 8, 2014

Ayam goreng kremes



Tidak ada satu katapun yang bisa diucapkan kecuali yipiiiii!!!!...berhasil..... Akhirnya bisa juga bikin ayam kremesan.....setelah bertahun-tahun dan mencoba berbagai resep. Ya memang resep ayam kremesan adalah salah satu resep yang saya buru selama ini, sayangnya tidak pernah menghasilkan kremesan yang saya mau. Tapi kemaren setelah mendapat resep kremesannya beserta semua tips-tips-nya disini, maka akhirnya perburuan saya selesai juga.

Memang selama ini saya selalu mencari resep ayam kremesan, karena ayam kremesan adalah makanan favourite. Ceritanya dari kecil saya susah sekali makan, ibu saya sudah berusaha keras agar saya mau makan masakannya, mulai dari cara halus sampai marah-marah dan akhirnya menyerah dan masa bodoh. Sebenarnya saya bukannya tidak mau makan sama sekali tetapi tepatnya saya memilih-milih makanan, saya memang tidak suka sayur berkuah, makanan bersantan, dan lauk yang saya pilih hanya yang digoreng-goreng saja itupun tertentu saja jenisnya. Karena sangat memilih maka supaya mau makan ibu selalu menyuruh pembantu membuatkan telur dadar atau telur ceplok saja untuk saya dan agar gizi saya tercukupi dia juga memberikan berbagai macam vitamin.

Suatu saat saya ingat waktu itu kita sekeluarga pergi liburan sama-sama, orang tua saya memutuskan untuk melakukan perjalanan dari Jakarta ke Malang dengan berkendaraan karena ingin menikmati perjalanan dan juga ingin berhenti dibeberapa kota yang dilewati. Saat akan makan siang kami sedang berada di daerah Jawa Tengah, karena sudah merasa lapar maka kami putuskan berhenti di sebuah warung pinggir jalan ditengah-tengah persawahan. Warungnya sendiri tidak terlalu besar, separuh tembok separuh dari "gedek" bambu, tapi halamannya cukup untuk parkir beberapa kendaraan. Suasana siang itu lumayan ramai, ada beberapa mobil dan ada juga bis2, mungkin mereka juga singgah karena kelaparan sama seperti kami. Menu yang dijual di warung itu sederhana sekali hanya nasi serta ayam goreng dan sambal lalapan saja, tapi ternyata ayam gorengnya tidak pernah saya lupakan sampai saat ini karena benar-benar enak dan empuk sekali, ditambah dengan gurihnya kremesan menjadikan saya yang tidak suka makan tiba-tiba habis 2 piring penuh. Warung ayam goreng itu adalah ayam goreng Ny. Suharti.

Rasa ayamnya yang khas serta kremesannya benar-benar membuat saya jatuh cinta, dan beberapa tahun kemudian ayam goreng Ny. Suharti telah menjadi besar dan terkenal serta membuka cabang di Jakarta, kami sekeluargapun menjadi langganan tetapnya.

Setelah pindah ke Malang ayam ala Ny Suharti tetap menjadi pilihan saya, ada beberapa tempat yang biasa kami kunjungi, walaupun rasanya berbeda-beda tetapi tetap yang ada kremesannya yang saya pilih. Makanya setelah tinggal di Srilanka setiap kali pulang ke Indonesia daftar kunjung ke ayam kremesan berada di list teratas karena tetap kangen dengan makanan ini.

Berbagai resep-pun saya coba untuk menghadirkan ayam kremesan di rumah, sayangnya belum ada resep yang memuaskan rasa kremesannya, sampai ketemu blognya mbak Diah Didi. Di resep mbak Diah berbeda dengan resep-resep kremesan yang saya coba sebelumnya, caranya yang sederhana dan bahan yang tidak macam-macam membuat saya berani mencobanya. Pikiran saya kalaupun gagal tidak akan terlalu kecewa, dan ternyata keraguan saya terhapus...hasilnya sangat memuaskan, terimakasih mbak Diah Didi buat resep kremesannya....

Ayam goreng kremesan

- 1 ekor ayam potong-potong sesuai selera
- 7 btr bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 3 btr kemiri
- 1sdm ketumbar bubuk
- 1/4 sdt kunyit bubuk
- Garam
- Gula
- 1btg sereh
- 1sdt air jeruk nipis
- 1 cup air kelapa

Bahan kremesan

- 300ml (air bumbu bekas ayam + air/santan)
- 100gr tepung tapioca
- 1btr kuning telur
- Garam (kalau perlu)
- Kaldu blok (bila suka, saya tidak pakai)

Cara membuat :

Ayam : Ungkep ayam bersama bumbu-bumbu sampai ayam empuk, tambahkan air bila perlu. Tiriskan ayam dan pisahkan air bumbunya lalu dinginkan.

Kremesan : Campur air bumbu bekas ayam, tambahkan air/santan sampai dengan 300ml yang dibutuhkan, masukkan tepung tapioca, aduk rata. Tambahkan garam atau kaldu blok bila suka. Masak diatas kompor sampai kental seperti lem dan bening. Angkat, panas-panas masukkan ke dalam blender, tambahkan 1 btr kuning telur, blender terus sampai cairan lumer dan dapat disendok.
Panaskan minyak sampai benar-benar panas, tuang sesendok adonan aduk-aduk dengan sumpit sampai adonan menyebar. Angkat bila sudah matang dan berwarna kuning keemasan.

Cara Menghidangkan : Goreng ayam dan hidangkan dengan menaruh kremesannya diatasnya.

Catatan :
  • Saat menggoreng kremesan minyak harus banyak dan panas benar.
  • Kecilkan sedikit api setelah adonan masuk, agar hasil kremesan bagus dan tidak gosong.

Monday, November 11, 2013

Rempeyek Maizena




Resep ini saya dapatkan dari salah seorang ibu, istri teman suami yang pernah tinggal lama di satu negara afrika. Beliau cerita kalau di beberapa negara tertentu tepung beras sangat sulit di dapatkan, padahal terkadang rindu masakan Indonesia sering melanda. Biasanya tepung beras dapat mereka beli saat pulang ke Indonesia atau saat pergi ke negara-negara lain yang memiliki tepung beras, tapi rasanya juga tidak mengkin menyimpan tepung beras ini dalam jumlah banyak dan lama, dan karena jenis tepung yang selalu tersedia di pasaran di negara manapun adalah tepung maizena maka terciptalah resep rempeyek ini.

Walaupun demikian tidak dapat dipungkiri kalau sebenarnya pertama kali mendapat resep ini ada kesan aneh dan juga ragu, rempeyek kan biasanya ciri khasnya terbuat dari tepung beras apa bisa digantikan dengan jenis tepung lainnya, dan sepertinya baru sekali ini saya tahu ada resep rempeyek yang bahan dasar tepungnya maizena tanpa campuran tepung beras sedikitpun, tapi setelah melihat hasilnya...wah...jangan harap mau membuat rempeyek dari tepung beras lagi...karena ternyata buat pemula seperti saya saja, membuat rempeyek dengan resep ini bisa berhasil tanpa kesulitan berarti...dijamin tidak akan kecewa. Hasilnya tipis, kriuk dan garing....tapi harap hati-hati...karena setoples tak kan terasa....

Bahan :
- 250gr maizena (tepung jagung)
- 2sdm tepung terigu
- 500gr kacang tanah/ mente potong kecil-kecil sesuai selera (saya sangrai dulu)
- 1 btr telur
- 1 gelas santan encer/ air (tambahkan air lg kalau kurang encer)
- daun jeruk potong kecil-kecil
- 1 ltr minyak goreng untuk menggoreng

Bumbu halus:
- 8 siung bawang putih
- 1 sdm ketumbar bubuk
- 3 ruas kencur
- 1/4 sdt garam
-  penyedap (saya tidak pakai)

Cara Membuat :
- Semua bahan diaduk rata.
- Panaskan minyak dan penggorengan sampai panas
- Tuang adonan sesendok-sesendok di pinggir wajan, goreng sampai kuning dan matang
- Siap dihidangkan.


Catatan
  1. Selalu gunakan wajan yang bentuknya cekung melengkung agak dalam, agar adonan dapat turun sempurna dan tipis.
  2. Aduk-aduk adonan sebelum dimasukkan ke dalam penggorengan agar rata dan tidak mengendap di dasar.
  3. Pada saat menggoreng, rempeyek akan lepas sendiri dari tepi wajan dan mengapung kalau sudah matang.
  4. Gunakan selalu api sedang untuk hasil maksimal.
  5. Kacang tanah/ mente bisa diganti dengan jenis kacang2an lain seperti jenis lentil, kacang hijau atau bisa juga diganti dengan teri medan.
  6. Bisa ditambahkan sedikit bubuk kunyit dalam adonan untuk mempercantik warna rempeyek.

Tuesday, October 29, 2013

Sate komoh (sate daging pedas)



 
 
 
Kemarin tiba-tiba mendapat kiriman daging sapi dari seorang teman yang tinggal di luar kota, bingung juga mau diolah apa karena sudah lama tidak mengolah daging sapi. Memang selama ini kami mengurangi konsumsi daging merah terutama daging sapi, disamping suami yang memang sudah tidak makan daging sapi sama sekali, dan saya sendiri kurang menyukai bau dari daging sapi yang dijual disini, yang menurut saya baunya tidak enak, jadi biasanya hanya anak saya saja yang mengkonsumsinya. Tapi karena kiriman kali ini sedikit banyak maka mau tidak mau harus segera dimasak untuk mengurangi penumpukan bahan makanan di kulkas mungil kami.
 
Setelah browsing sana sini akhirnya saya putuskan untuk membuat saja sate komoh. Namanya memang aneh sate komoh, tapi jangan ditanya rasanya, pasti bikin ketagihan. Sate daging sapi ini mempunyai aroma yang amat harum pada saat dibakar jadi mungkin cocok untuk menyamarkan bau daging yang akan saya masak nantinya. Selain itu bumbunya yang melimpah memiliki rasa manis pedas bikin ketagihan. Limpahan bumbu inilah yang membuat sate ini dinamakan sate "komoh" karena satenya "komoh-komoh" dalam bahasa Jawa yang artinya "basah melimpah".
 
Hidangan ini amat terkenal di kota Malang, saya ingat ada satu tempat makan yang menjadi langganan ibu saya yaitu Warung Lama H. Ridwan. Di warung ini selain menyediakan masakan khas Jawa timur lainnya juga menyediakan sate komoh. Sate komohnya besar-besar dan enak sehingga amat ramai pelanggan yang dating, dulu tempatnya di lantai dasar Pasar besar malang, warungnya kecil dengan kursi-kursi kayu, tapi karena permintaan dan pelanggan yang semakin banyak maka H.Ridwan akhirnya membuka cabang di dekat daerah situ juga tetapi dengan tempat yang lebih nyaman.
 
Resep sate komoh dibawah ini saya dapatkan dari "resep masakan online.com", hasilnya mirip dengan milik sate komoh H.Ridwan, jadi selamat mencoba....
 
 
Resep Sate Komoh
 
Bahan :
 
- 300gr daging sapi
- 200ml santan kental (saya pakai santan instan)
- Minyak untuk menumis
- Tusuk sate
- Garam
- Gula
- 5 suing bw merah
- 2 suing bw putih
- 1sdt ketumbar
- 1/2sdt jinten
- 2btr kemiri
- 4bh cabe merah (kalau mau pedas bisa ditambah)
- 2lbr daun jeruk
- 1 lbr daun salam
- 1 lbr sereh
- seruas laos
- 1sdt air asam
 
Cara :
  1. Bersihkan daging dan potong dadu, sisihkan.
  2. Haluskan semua bumbu kecuali daun salam, daun jeruk dan sereh.
  3. Tumis bumbu halus dan semua bumbu lainnya sampai harum.
  4. Masukkan daging, aduk dan biarkan sampai daging berubah warna.
  5. Tambahkan santan sebagian, masak terus sampai daging empuk. (kalau perlu tambahkan air).
  6. Angkat daging bila sudah empuk dan tusuk dengan tusukan sate, sisihkan.
  7. Masak terus sisa bumbu dan tambahkan sisa santan, masak sampai mengental, lalu sisihkan.
  8. Bakar sate daging sesaat sebelum dihidangkan, lalu siram dengan bumbu diatasnya.
 
Catatan :
  • Selalu gunakan daging dengan kualitas yang bagus agar cepat empuk.
  • Bersihkan daging dari urat-urat dan lemak sebelum dipotong-potong.


Monday, September 2, 2013

Sup Laksa Udang



Postingan ini sebenarnya saya buat sewaktu Ramadhan kemaren, tapi ternyata karena sibuk dengan pindahan rumah serta persiapan mudik ke Tanah air maka akhirnya jadi terbengkalai. Sekarang setelah semua selesai dan mulai bisa meluruskan kaki serta kembali beraktifitas normal lagi maka kegiatan untuk memposting resep-resep akhirnya dapat dimulai lagi.

Ceritanya anak saya sedang keranjingan  dengan Laksa yang dijual di sebuah restaurant franchise dari Singapore di kota tempat kami tinggal. Laksa yang dijual disana memang terasa ringan dan tidak pekat seperti halnya Laksa yang pernah saya coba di Singapore atau Malaysia, mungkin juga karena Laksa yang dijual disini disesuaikan dengan selera masyarakat setempat. Agak bingung juga ketika dia meminta saya memasak makanan kesukaannya tersebut, karena ingin berusaha menyenangkannya sekaligus juga menyemangatinya dalam menjalankan puasa maka akhirnya saya browsing resep laksa ini. Agak bingung juga ketika mengetahui ternyata banyak sekali macam resep laksa yang ada. Akhirnya dari pada bingung memutuskan mana yang akan saya pilih maka saya buat saja dengan resep kira-kira dengan cara mengingat-ngingat rasa Laksa favorite anak saya, dan akhirnya jadilah Laksa ala saya, rasanya ringan dan segar, selain itu penuh gizi, yang jelas sup Laksa udang ini menjadi menu andalan saya di Ramadhan kali ini. Selamat mencoba..

Bahan :

- Udang segar kupas dan bersihkan, sisihkan kulit dan kepalanya
- Soun, rebus dan tiriskan
- kecambah bersihkan dan rebus sebentar
- Tahu goreng potong kecil-kecil
- Daun ketumbar, cincang kasar
- Sawi rebus (saya pakai pak coy)
- 8 btr bw merah
- 3 siung bw putih besar
- 1sdt ketumbar bubuk
- 2 sdm air asem/ air jeruk nipis
- Sedikit terasi (bila suka)
- 2 buah cabai merah besar, buang bijinya.
- 1/2 cup santan kental
- 1/2 cup santan encer
- Garam
- Gula secukupnya
- Air secukupnya
- Bawang goreng untuk tambahan

Cara Membuat :
  1. Sangrai kulit dan kepala udang sampai berubah warna dan harum, tambahkan air secukupnya, masak sampai mendidih, angkat, saring dan sisihkan air kaldunya.
  2. Haluskan bawang merah, bawang putih dan cabai.
  3. Tumis bumbu halus serta ketumbar bubuk dan terasi (bila suka) sampai harum, tambahkan air asam.
  4. Masukkan udang, aduk sebentar sampai udang berubah warna, tambahkan santan encer.
  5. Setelah mendidih baru masukkan santan kental dan kaldu kepala udang, masak terus sampai matang.
  6. Tambahkan daun ketumbar cincang sesaat sebelum laksa diangkat.
  7. Cara menghidangkannya : susun dalam mangkok, soun, irisan tahu goreng, sawi rebus dan kecambah. Lalu siram dengan kuah laksa. Taburi atasnya dengan bawang merah goreng.

Catatan :
  • Laksa udang ini bisa juga dibuat dengan mencampur semua seafood lainnya seperti kerang, cumi-cumi, dan ikan, atau bisa menggantinya dengan daging ayam.

Tuesday, January 22, 2013

Sayur asem Jawa Barat

Sayur asem Jawa barat


Masih tentang liburan kemaren, ada satu rutinitas yang saya kerjakan setiap liburan ke tanah air yaitu mengunjungi toko buku. Rasanya amat sangat tidak komplit kalau tidak menyempatkan waktu walaupun hanya sebentar saja, toko buku apa saja terutama tentunya toko buku yang banyak menjual buku-buku resep masakan. Sering juga sich saya hanya melihat-lihat saja tanpa mendapatkan apa yang saya suka tapi tetap saja kesempatan untuk mengunjungi toko buku ini yang saya tunggu-tunggu. Melihat beraneka ragam buku masakan yang ditawarkan sudah cukup membuat saya gembira sekali, terkadang saya menghabiskan satu hari penuh untuk mengelilingi dan membacanya satu persatu.

Dengan mengunjungi toko buku ini saya jadi tahu perkembangan dunia kuliner di tanah air, dan saya perhatikan semakin tahun semakin banyak saja diterbitkannya buku-buku masakan, terutama biasanya buku masakan yang memakai metode step by step, untuk pemula, maupun untuk usaha jasa boga. Hal ini mungkin karena semakin banyak orang yang mulai berkeinginan untuk belajar memasak atau ingin terjun di usaha jasa membuat masakan. Lihat saja berapa banyak usaha rumahan yang bergerak di bidang jasa boga terus bermunculan di sekitar kita.

Makin banyaknya terbitan buku-buku masakan ini sudah tentu amat memudahkan orang-orang seperti saya yang tinggal di negara orang tapi ingin memasak makanan indonesia. Terkadang memang banyak pula resep yang dibuku kelihatan bagus dan menarik tetapi setelah dipraktekkan tidak sesuai dengan harapan, ataupun sulit dimengerti untuk pemula seperti saya, oleh karena itu untuk menyiasatinya biasanya saya membaca terlebih dahulu bahan-bahan yang dipakai dan cara mengerjakannya, dan apabila saya pikir cukup mudah diikuti dan dimengerti maka akan saya beli.



Lauk pendamping sayur asem Jawa Barat
Tahun ini saya membeli beberapa buah buku, salah satunya adalah buku dengan judul "Sajian Lezat ala restauran Kuring". Buku ini sebenarnya sudah saya lihat beberapa tahun lalu, tapi entah kenapa saya tidak jadi membelinya, padahal saya ingin sekali bisa memasak makanan jenis restauran kuring ini, karena suami saya penggemar berat makanan khas sunda. Maka sejak saat itu setiap kali ada kesempatan ke toko buku di tanah air saya selalu mencarinya, sayangnya baru sekarang saya kembali melihatnya, maka tanpa membuang waktu lagi langsung saya ambil dan bayar. Sebenarnya resep-resep di buku ini amat sederhana dan mungkin para ibu rumah tangga di indonesia biasa memasaknya, tapi untuk saya justru resep-resep masakan sederhana ini yang malah sulit di temukan, misalnya saja di internet, karena memang benar-benar masakan rumah sehari-hari sehingga mungkin dianggap semua sudah tahu dan mengerti, padahal orang seperti saya yang belajar masak benar-benar hanya melalui buku dan internet justru memerlukan resep2 seperti ini.

Isi bukunya sendiri bukan masakan sunda populer yang sedang in sekarang, tapi lebih ke arah makanan rumahan dan bahan bakunya mudah didapatkan, memang ada beberapa bahan yang mungkin sulit didapatkan di luar negri seperti pemakaian daun melinjo dan oncom, tapi kemudian bahan tersebut saya ganti dengan bahan lain yang sedikit mirip atau mungkin dihilangkan saja walaupun dengan pertimbangan tanpa mengurangi cita rasa seperti aslinya tentunya.

Sebagai awal maka saya coba membuat sayur asem Jawa barat sesuai resep, dan dibawah ini saya tuliskan resepnya, rasanya enak segar dan cocok dipadukan dengan lauk pauk lainnya seperti ayam goreng, ikan goreng, tahu, tempe, dan tidak lupa juga sambal terasi. Untuk daun melinjonya saya ganti dengan sejenis daun radish yang biasa dimakan juga oleh penduduk lokal Srilanka. Rasa daunnya sedikit pahit dan agak tebal, sangat mirip dengan rasa daun melinjo yang asli, sedang sayur pelengkap lainnya mudah didapatkan disini.

Sayur asem Jawa barat

Bahan :
- Daging iga sapi 350gr
- 2,5ltr air
- 2lbr daun salam
- 3cm lengkuas iris tipis
- 1 mata asam jawa (3bh belimbing sayur iris2, bila suka)
- Daun melinjo (saya pakai daun radish)
- Kacang tanah (saya tidak pakai)
- Labu siam potong2
- Kacang panjang potong2
- Jagung muda

Bumbu halus :
- 4 Cabe merah buang biji
- 5bh bawang merah
- 1sdt terasi matang
- 1/2 tomat
- Gula
- Garam

Cara memasak :

  1. Rebus iga sapi dengan air sampai masak, Angkat dan saring kalsunya.
  2. Masak kembali air kaldu dan masukkan kembali iganya, kemudian tambahkan bumbu halus.
  3. Masukkan satu persatu sayuran ke dalam air kaldu, dimulai dari sayuran yang paling lama matang sampai yang mudah empuk, masak semua sampai matang.
  4. Angkat dan siap dihidangkan.

Catatan :

Sayuran yang dipakai di dalam sayur asem ini bisa diganti-ganti dan disesuaikan dengan selera dan apa yang tersedia di sekitar kita, seperti contohnya dapat memakai wortel, kubis, nangka muda, ataupun pepaya muda.

Thursday, November 22, 2012

Tempura



Tempura udang dan sayuran
 Sebenarnya sudah cukup lama sekali saya punya buku step by step Japanese and Korean cooking terbitan dari Periplus, sayangnya buku ini tergeletak begitu saja. Awalnya saya membeli buku ini dikarenakan kesukaan anak saya akan masakan Jepang dan Korea, pokoknya setiap kali makan diluar pasti dia memilih dua restauran ini. Resep dalam bukunya komplit, hampir semua masakan Jepang dan Korea yang popular ada di dalamnya disertai penjelasan dan gambar step by step untuk pemula. Dalam daftar isinya juga disertakan nama bahan-bahan yang biasa dipakai dalam masakan Jepang dan Korea serta di sertakan juga dengan  gambarnya sehingga bagi pemula yang tidak terbiasa dan belum pernah tahu akan bahan tersebut mudah mengenalinya.

Resep pertama yang saya coba setelah membeli buku ini pastilah resep Tempura. Pemilihannya bukan tanpa sebab karena resep tempura ini memiliki tingkat kesulitan yang rendah, disamping itu bahan bakunya-pun mudah didapat, sayangnya setelah dicoba ternyata hasilnya kurang memuaskan, pokoknya tidak sesuai dengan selera saya dan tidak krispy seperti yang di restauran.

Kegagalan ini tentu tidak membuat saya berhenti mencoba, tapi setelah beberapa kali akhirnya saya menyerah juga, dan buku masakan ini hanya saya simpan saja. Sampai suatu hari disaat saya bosan dengan acara-acara TV yang biasa saya tonton maka secara tidak sengaja saya pilih salah satu channel TV Jepang yang sedang ada acara masak memasaknya, dan masakan hari itu adalah Tempura. Pembawa acaranyapun memakai bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar jadi saya bisa mengerti, sebuah kebetulan pikir saya.

Dan setelah diikuti secara cermat cara membuat dan bahan bakunya ternyata hampir sama dengan yang ada di buku saya. Jadi kesimpulannya  bahan yang saya pakai dan cara pengerjaannya sudah benar hanya saja perbedaan ada pada cara mengaduk adonan kulitnya. Selama ini saya selalu mengaduk adonan sampai benar-benar licin dan ternyata disitulah kuncinya. Dalam tips memasak di acara tersebut dijelaskan kalau bahan adonan terlalu licin maka kulit tidak akan crispy tapi malah akan memuat minyak yang banyak, adonan yang benar adalah diaduk asal campur saja dan usahakan agar air yang dipakai benar-benar air es dingin, kalau perlu mangkuk tempat adonan diletakkan diatas es batu saat mencampur adonan kulit.

Karena rasa penasaran maka langsung resep itu saya coba dan kebetulan juga semua bahannya juga tersedia di kulkas, dan akhirnya memang seperti yang disebutkan di acara memasak tersebut tempura saya berhasil dengan sukses.....dan sayapun dapat terseyum lega....

Memang sebuah resep walaupun sederhana kalau tidak diteliti dan dibaca dengan benar hasilnya akan berbeda dengan yang diharapkan. Terkadang juga kita menganggap pengetahuan tentang memasak sudah cukup dengan membaca resep yang didapatkan dari buku-buku dan internet saja, padahal menurut saya dengan hanya mengandalkan dari buku dan browsing resep di internet tidaklah cukup menambah pengetahuan kita akan resep itu sendiri. Kemampuan kita akan lebih meningkat dengan mengikuti banyak kursus-kursus ataupun aktif mengikuti diskusi-diskusi di milis-milis memasak, kita juga bisa berbagi bermacam tips-tips memasak dari ahlinya. Dan selain itu semakin banyak mencoba maka hasilnya akan lebih sempurna lagi karena kita akan belajar dari kesalahan yang mungkin kita buat. Jadi selamat bereksperimen....

Tempura udang dan sayuran

Bahan :
- Udang kupas bersih, tinggalkan bagian ekornya
- Wortel, kupas iris tipis
- Buncis, bersihkan potong panjang-panjang
- Terong, potong melintang
- Bawang bombay, potong melintang, lepaskan satu2 (bentuk ring)
- 1 cup tepung terigu
- 3 sdm tepung maizena
- 1 btr kuning telur
- 100ml air es (saya tambahkan lagi 1 blok es batu ukuran kecil)
- Minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
  1. Kerat-kerat bagian bawah udang dalam 4 kali potongan dan agak ditekan2 agar udang berbentuk lurus dan panjang.
  2. Cuci bersih sayuran yang sudah di potong dan tiriskan.
  3. Keringkan udang dan sayuran dengan menggunakan serbet atau tissue agar benar-benar kering.
  4. Gulingkan pada tepung maizena sampai benar-benar tertutup seluruh permukaannya.
  5. Bikin adonan kulit dengan mencampurkan tepung, telur dan air es.
  6. Aduk asal rata saja, biarkan kalau menggerindil dan tidak rata benar (saya mengaduknya dengan sumpit).
  7. Panaskan minyak goreng sampai panas benar
  8. Celupkan udang dan sayuran kedalam adonan sesaat sebelum di goreng.
  9. Goreng dalam minyak panas sampai keseluruhan udang atau sayuran terbenam.
  10. Angkat setelah berwarna coklat keemasan.
  11. Kalau bahan udang dan sayuran sudah habis sisa adonan bisa digoreng untuk kremesannya.

Catatan :
  • Sayuran bisa apa saja tergantung selera. Bisa juga ditambahkan seafood lainnya seperti cumi dan ikan.
  • Pada saat mengeringkan udang dan sayuran harus benar-benar kering agar hasilnya krispy sempurna.

Sunday, November 11, 2012

Zuppa sup

Zuppa sup
Sudah beberapa hari ini Srilanka dilanda hujan badai yang cukup kencang. Sebenarnya pengumuman akan datangnya badai dalam beberapa minggu ke depan ini sudah disiarkan jauh-jauh hari oleh pemerintah untuk mengantisipasinya dan sedapat mungkin tidak keluar rumah serta memangkas pohon-pohon besar baik di jalan maupun dihalaman rumah, tapi tetap saja tidak mungkin saya berdiam diri di rumah. Tugas mengantar anak dan suami ke kota tetap harus saya laksanakan karena mereka tidak di liburkan.
Hujan angin serta kemacetan di jalan yang diakibatkan banjir serta pohon tumbang di mana-mana terpaksa saya tempuh juga, sambil bermacet ria terpikir juga untuk membuat makanan yang hangat-hangat, dan sepertinya makan Zuppa sup sangat cocok dengan udara saat ini. Zuppa sup yang berisi cream soup yang hangat kental sangat enak berpadu dengan cruncy kulit pastry diatasnya. Wah akhirnya mobil saya belokkan dulu ke supermarket terdekat untuk membeli semua perlengkapan bahan membuat zuppa sup ini. Sengaja saya tidak membeli cream soup instant yang dijual tapi membuat sendiri soupnya karena saya menyukai soup yang masih ada tekstur sayurannya. Untuk pastrynya saya beli yang sudah siap pakai, satu lembarnya cukup untuk 2 mangkuk ukuran sedang dan 2 mangkuk ukuran kecil. Karena cara membuatnya yang mudah dan cepat maka bisa dimasak sesaat sebelum di hidangkan. Selamat mencoba.....

Zuppa sup

Bahan :
- 1 lbr puff pastry siap pakai
- 1 dada ayam tanpa tulang potong dadu
- 1 buah wortel ukuran besar potong dadu
- Jamur kancing potong dadu
- Jagung manis kalengan
- 1 genggam makaroni masak, tiriskan
- 1 bh bawang bombay besar, iris kecil2
- Parsley rajang halus
- 250ml susu
- Merica
- Garam
- 2sdm mentega untuk menumis
- 1sdm maizena untuk mengentalkan
- 1btr telur, pisahkan putih dan kuningnya

Cara Membuat :
  1. Tumis bawang bombay sampai harum, masukkan parsley dan semua bumbu, aduk rata. 
  2. Masukkan juga sayur-sayuran, dan tambahkan susu.
  3. Kalau sayur (wortel) sudah empuk maka kentalkan dengan maizena. Sisihkan
  4. Giling kulit pastry, cetak sesuai besar mangkuk, lebihkan ukurannya sedikit.
  5. Taruh sup di dalam mangkuk, oles pinggirannya dengan putih telur.
  6. Tutup mangkuk dengan pastry yang sudah ditipiskan, sedikit tekan2 pinggirnya agar melekat di pinggir mangkuk.
  7. Oles permukaan pastry dengan kuning telur.
  8. Panggang dalam oven dengan suhu 180 derajat celcius sampai matang kecoklatan.
  9. Keluarkan dari oven dan oles dengan margarine permukaannya.
  10. Siap dihidangkan panas-panas.


Catatan :
  • Sayuran bisa diganti sesuai selera.
  • Bila suka setelah sup matang bisa di blender halus.
  • Sup harus benar-benar dingin dulu baru ditutup dengan kulit pastry, agar kulit tetap berbentuk cantik dan berlapis-lapis.

Wednesday, June 6, 2012

Chicken Wellington dengan saus BBQ


Sejak kami tinggal di negara orang jarang sekali kami bertemu dengan keluarga besar, banyak peristiwa-peristiwa keluarga yang terlewatkan baik itu peristiwa sedih seperti ada keluarga yang sakit, kehilangan salah satu keluarga maupun peristiwa bahagia seperti ulang tahun, kelahiran dan perkawinan. Walaupun sekarang tehnologi sudah sangat maju dan sepertinya semua berita tidak mungkin terlewatkan tetapi tetap saja rasa ingin berkumpul langsung bersama keluarga dan berbagi suka dan duka selalu menjadi keinginan yang tidak bisa digantikan dengan hanya membaca beritanya saja.
Keinginan ini rupanya terwujud pada liburan kemaren yang bertepatan dengan pesta pernikahan salah seorang sepupu. Wah peristiwa sangat istimewa dan langka yang amat sayang dilewatkan karena sudah pasti semua keluarga besar akan berkumpul bersama.

Seperti biasa pada setiap pesta perkawinan selain pertemuan keluarga besar dan semua kerabat pasti ada juga acara makan-makannya. Setelah asik ngobrol dan bertemu dengan semua sanak keluarga maka mulailah kita berburu makanan yang telah disediakan.

Pada pesta kali ini makanan utama disediakan sedikit saja di meja utama, sisanya dibuat banyak gubuk-gubuk yang menyediakan jajanan khas Indonesia dan juga makanan dari berbagai macam negara.
Dari stand Indonesia ada soto ayam, bakso dan sate serta gubuk jajan pasar, sedang stand asia menyediakan kebab, dimsum serta bebek peking, dan stand eropa yang menyediakan aneka salad, pasta dan beef wellington dengan saus BBQ.

Ternyata banyak sekali orang antre di stand beef wellington ini, rupanya makanan ini sedang trend dan jenis makanan baru sehingga digemari di pesta-pesta pernikahan. Terus terang saya belum pernah mencoba hidangan ini, saya hanya pernah melihatnya di sebuah acara TV masterchef yang amat saya gemari. Buat saya melihat atau mendengar sangat berbeda sekali dengan mencicipinya. Biasanya saya akan lebih tertarik untuk membuat sesuatu masakan kalau masakan tersebut sudah pernah saya cicipi. Oleh karena itu kesempatan ini tidak saya lewatkan, saya pun rela antre bersama para tamu undangan lainnya.

 Hmmm...ternyata beef wellington ini memang enak, layak untuk dicoba.

Maka setelah kembali ke negara saya tinggal sibuklah saya browsing mencari resep makanan ini, dan ternyata dari cara membuatnya tidaklah sesulit yang saya bayangkan. Beefnya saya modifikasi dengan minced chiken karena suami saya tidak makan daging sapi. Biasanya saya padukan chicken wellington ini dengan sayuran rebus, pure kentang serta salad, untuk sausnya saya pakai BBQ botolan yang sudah jadi. Chicken wellington siap dihidangkan dalam sekejap dan sekarang menjadi hidangan andalan saya kalau sedang malas atau tidak punya cukup waktu tapi tetap ingin menghidangkan sesuatu yang special. 

Resep chicken wellington

Chiken wellington siap di oven


Bahan :
- 1 lbr puff pastry siap pakai 
- Lembaran chicken ham
- 300gr daging ayam cincang
- 100gr tepung roti
- 2 btr telur ayam kocok lepas
- garam
- Jamur kancing kalengan potong dadu kecil
- 1/4sdt merica halus
- 1/4sdt pala halus

Cara membuat :
  1. Campur daging ayam cincang, tepung roti, telur ayam, jamur dan semua bumbu didalam mangkuk. Aduk rata dan sisihkan.
  2. Tipiskan kulit puff pastry, setelah tipis seperti yang diinginkan atur diatasnya lembaran chicken ham.
  3. Baru setelah itu ratakan campuran daging ayam diatas ham. Gulung pastry.
  4. Rapatkan ujung-ujungnya dengan putih telur kocok. taruh di oven tray yang sudah dioles mentega.
  5. Oleskan kuning telur diatas permukaan gulungan puff pastry.
  6. Oven dengan suhu 180 derajat celcius selama 25-30mnt.
  7. Setelah matang dan berwarna coklat keemasan keluarkan dari oven dan oles permukaan puff pastry dengan butter.
  8. Chicken wellington siap dihidangkan.

Catatan :
  • Jamur bisa diganti dengan sayuran jenis lainnya tergantung selera.
  • Untuk saus BBQ kalau terlalu pekat maka bisa ditambahkan air dan bumbu-bumbu lain kemudian direbus kembali dan dikentalkan dengan tepung maizena.



Monday, January 16, 2012

Tumpeng

Tumpeng nasi kuning


Tumpeng adalah makanan khas Indonesia yang selalu hadir di dalam acara-acara istimewa baik yang sifatnya bahagia maupun kesedihan. Acara makan tumpeng biasanya selalu ada dalam acara "selametan". Acara selametan sendiri sesuai dengan namanya berasal dari kata "selamat" yaitu diadakan untuk menandai rasa syukur kita terhadap semua yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa dan juga bisa diartikan sebagai permohonan dan harapan kita terhadap Yang Kuasa agar selalu mendapatkan perlindungan dan selamat dunia akhirat. Doa dan harapan tersebut sesuai dengan bentuk tumpeng yang menjulang tinggi berkerucut yang berarti menyimpan harapan agar kehidupan manusia akan selalu "naik" dan "meninggi" selain itu agar kita selalu ingat kepada Sang Pencipta. Dalam acara "selametan" biasanya didahului dengan pembacaan doa-doa dan kemudian disusul dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama sebagai perlambang membagi rezeki..

Tumpeng yang kita kenal ada dua jenis yaitu tumpeng dengan nasi putih dan tumpeng dengan nasi kuning. Keduanya didalam menghidangkannya memiliki "pakem" sendiri-sendiri, dan biasanya itu dapat dilihat dari lauk yang menyertainya. Seperti contohnya untuk tumpeng putih, lauk ayamnya berupa ayam ingkung (ayam utuh bakar) dengan bumbu areh dan tahu tempe bacem serta ikannya berupa gereh petek. Telurnya berupa telur pindang atau telur rebus biasa. Dan tumpeng nasi kuning biasanya ayam dan ikannya digoreng dan lauk tambahan lainnya  berupa perkedel, kering keringan, irisan ketimun atau lalapan, dan telurnya berupa dadar rawis.

Tetapi susunan macam lauk ini untuk jaman sekarang sebenarnya tidak baku harus dimasak apa, dan sudah mulai di padu padankan serta divariasikan dengan berbagai macam jenis masakan lainnya, tergantung dengan selera, ketersediaan bahan, adat istiadat serta kebiasaan yang berlaku di masyarakat masing-masing tempat. Namun demikian tetap ada satu hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan lauk di tumpeng tersebut, baik untuk tumpeng kuning maupun putih yaitu harus adanya bahan wajib  yang menyertainya, karena bahan tersebut dianggap sarat dengan perlambang, makna dan harapan.

Bahan wajib pembuatan tumpeng yaitu :

Beras : yang merupakan makanan pokok masyarakat dan bahan utama pembuatan tumpeng. Pemilihan beras sebagai bahan pokok pembuatan tumpeng agar dapat diterima disemua golongan masyarakat, selain itu beras juga selalu tersedia di setiap rumah.

Daging-dagingan : yang mewakili kurban hewan darat. Biasanya yang sering dipakai adalah daging ayam atau sapi.

Ikan : mewakili hewan air, biasanya yang menyertai tumpeng adalah ikan lele  yang melambangkan kerendahan hati sesuai dengan kebiasaan lele yang selalu berenang di dasar kolam, terkadang lele bisa digantikan dengan bandeng atau ikan yg berduri banyak lainnya yg melambangkan rejeki yang tidak habis2nya, atau bisa juga teri/petek yang melambangkan kerukunan karena hidupnya yang berkelompok.

Telur : melambangkan tindakan yang harus kita kerjakan dalam kehidupan, yakni mulai dari menyusun rencana, mengerjakannya serta mengevaluasinya agar sempurna.

Sayuran : yang mewakili tumbuhan darat. Biasanya sayuran ini bisa dibuat urap-urap yang juga dipilih adalah sayurannya karena memiliki perlambang tertentu seperti : Kangkung yg dapat hidup didarat maupun di air, begitu juga harapan manusia agar bisa hidup dalam kondisi apapun. Bayam melambangkan kehidupan yang ayem tentram. Taoge yang terkandung makna kreatifitas yang tinggi. Kacang panjang yang memiliki arti agar manusia selalu berpikir panjang sebelum bertindak dan bisa juga perlambang panjang umur. Kacang panjang terkadang dibiarkan utuh dan sebagai hiasan. Kluwih/timbul yang berarti berlebih-lebih baik dalam rejeki, kepandaian dan mendapat tempat dalam masyarakat karena perilaku kita.

Sebenarnya selain perbedaan cara menghidangkan lauknya tidak ada kreteria tertentu kapan harus menghidangkan tumpeng putih atau kuning tetapi terkadang orang juga melihat untuk acara apa tumpeng tersebut dihidangkan. Kebanyakan sekarang orang akan menghidangkan tumpeng kuning pada acara-acara yang sifatnya bahagia atau merayakan sesuatu dan tumpeng putih pada acara-acara yang sifatnya lebih sakral seperti kematian, pengantin, atau pindahan rumah. Walaupun terkadang juga kapan acara tersebut diadakan turut menentukan, seperti apakah berupa makan pagi, siang atau malam. Tumpeng putih biasanya cocok untuk hidangan makan pagi atau siang sedangkan tumpeng kuning lebih cocok untuk hidangan makan malam.

Ada beberapa resep tumpeng nasi kuning yang dapat dicoba, resep-resep ini dapat juga disesuaikan dengan selera masing-masing, jadi selamat mencoba...

Nasi Kuning biasa

Bahan :
- 800gr beras
- 1 ltr santan dari 1 bh kelapa,buang kulit arinya.
- 2 sdm kunyit parut atau 1 sdt kunyit bubuk
- 1 sdm jeruk nipis
- 2 btg serai
- 2 lbr daun salam
- 1 sdt  garam

Cara membuat :
  1. Cuci beras sampai bersih, tiriskan.
  2. Masak santan dan semua bumbu lainnya sampai mendidih.
  3. Tuang nasi kedalam larutan santan, diaron sampai santan habis dan nasi setengah matang.
  4. Kukus sampai nasi matang.
  5. Selagi panas cetak dalam cetakan tumpeng yang sudah dioles minyak.

Nasi Kuning dengan ketan

Bahan :
- 1 kg beras
- 200gr ketan
- 2 sdm bubuk kunyit
- 1 ltr santan dari 1 btr kelapa, buang kulit arinya.
- 3lbr daun jeruk, buang tulang arinya.
- 2 btg serai
- 2 cm jahe memarkan
- 1 sdm airjeruk nipis
- Garam secukupnya.

Cara membuat :
  1. Rendam beras dan ketan dalam air kunyit selama 30 mnt. Tiriskan.
  2. Kukus beras dan ketan selama 30mnt.
  3. Masak santan beserta bahan lain (kecuali air jeruk nipis) sampai mendidih.
  4. Masukkan beras ke dalam larutan santan, masukkan air jeruk nipis, masak sampai santan habis.
  5. Kukus hingga matang.
  6. Cetak dalam cetakan tumpeng selagi masih panas.

Nasi kuning berbumbu

Bahan :
- 800gr beras
- 1 ltr air santan dari 1 btr kelapa, buang kulit arinya
- 1 sdt kunyit bubuk
- 3 lbr daun jeruk, buang tulangnya
- 1 sdm ketumbar bubuk
- 2 btg serai
- 2 lbr daun salam
- 2 cm jahe, parut
- 1 sdm air jeruk nipis
- Garam secukupnya.

Cara membuat : sama dengan cara membuat nasi kuning biasa.

Catatan :
  • Pilih beras dan ketan yang berbutir besar tetapi pulen.
  • Penambahan ketan dimaksud agar tumpeng tidak cepat kering dan keras dan agar bentuk dari tumpeng dapat melekat bagus.
  • Penambahan ketan biasanya sebanyak 10-50 persen dari jumlah beras.
  • Penambahan air jeruk nipis dimaksudkan agar warna nasi kuning bagus dan mengkilat.
  • Pada saat mencetak di cetakan tumpeng sebaiknya nasi ditekan-tekan agar padat dan tidak pecah-pecah.
  • Nasi yang sudah dicetak baru dikeluarkan dari cetakan setelah nasi agak dingin, agar hasilnya bagus.
  • Cara diatas berlaku juga terhadap tumpeng yang menggunakan nasi putih.

Sumber tulisan dan resep diambil dari Majalah Sedap Sekejap Edisi "Aneka Tumpeng" dan beberapa sumber bacaan lainnya.


Friday, December 2, 2011

Kepiting bumbu ketumbar

Kepiting bumbu ketumbar
Kesukaan saya akan daun ketumbar bermula ketika suatu hari saya menemukannya di rak yang menjual sayuran segar ini di sebuah supermarket. Sebenarnya saat itu saya sedang mencari daun parsley tapi karena tidak menemukannya maka kemudian saya tertarik pada daun lain yang bentuknya mirip namun memiliki bau yang sangat khas menyengat dan harum. Bau inilah yang sangat menarik perhatian dan ketika saya tanyakan ternyata namanya coriender leaves (daun ketumbar).
daun ketumbar

Setelah googling karena penasaran mencari tahu kegunaan dan untuk apa saja daun ini maka saya dapatkan bahwa ternyata daun ketumbar ini yang terkadang juga disebut "cilantro" termasuk didalam "daun bumbu" yang bisa dimanfaatkan mulai dari akar, batang dan daun, selain tentu saja bijinya yang mana sudah lama saya kenal sebagai salah satu bumbu penting dalam masakan Indonesia. Di Srilankapun daun ketumbar ini kalah populer dengan daun karapincha (curry leaves) tapi hampir di setiap supermarket dan pasar traditional menyediakannya, mungkin hal ini juga dikerenakan banyak warga negara asing yang tinggal disini.
Daun ketumbar memang banyak digunakan dalam makanan India, Thailand, Midle East dan sebagian Eropa serta Amerika.

Saya pikir daun ketumbar yang berbau tajam dan segar ini sangat cocok dihidangkan sebagai salad segar ataupun dikombinasikan dengan masakan seafood, oleh karena itu terpikir juga untuk mengolah daun ketumbar ini dengan kepiting. Kebetulan juga di daerah ini kepiting sangat berlimpah setiap saat. Banyak macam yang dijual tapi biasanya saya sangat suka dengan jenis "blue sea crab" karena cangkangnya tidak terlalu keras sehingga tidak menyulitkan untuk mengeluarkan dagingnya, selain itu bumbu bisa menyerap sampai tulang-tulangnya.

Yang membuat bahagia ketika mencoba resep ini adalah saat anak saya bisa menghabiskan 3 kepiting sekaligus dalam sekejap dan meminta tambah nasi beberapa kali....sungguh sesuatu hal yang jarang terjadi sebab anak saya termasuk anak yang sulit makan....

Kepiting Masak Ketumbar

Bahan :
- 4 buah kepiting jenis blue sea crab ukuran sedang
- 10 buah bawang merah
- 5 Siung bawang putih
- 1 sdt ketumbar bubuk
- 1 buah cabe merah rajang halus
- 3 rumpun daun ketumbar ukuran sedang mulai dari akar sampai daun bersihkan.
- 1 sdm lime juice
- Gula secukupnya
- Garam secukupnya
- Minyak untuk menumis


Cara Membuat :
  1. Bersihkan kepiting, rebus dalam air mendidih kira-kira 3-4 menit (sampai warna berubah). Angkat, dinginkan.
  2. Lepaskan dari cangkang dan potong menjadi 2 bagian sama besar.
  3. Bersihkan daun ketumbar, rajang daun ketumbar mulai dari batang sampai akar, sisihkan bagian daunnya untuk hiasan.
  4. Panaskan wajan, beri minyak, tumis bawang merah dan putih yang sudah dihaluskan, beri garam, irisan cabai dan ketumbar bubuk dan irisan akar & batang ketumbar. Tumis sampai harum.
  5. Masukkan potongan kepiting, tambah sedikit air dan lime juice, masak sampai matang.
  6. Irisan daun ketumbar segar dapat ditaruh diatas kepiting sesaat sebelum dihidangkan.

Catatan :
  • Terkadang ada orang yang sensitif dan alergi terhadap seafood terutama kepiting yang tidak fresh, untuk mencegahnya biasanya saat merebuasnya pertama kali saya masukkan juga sedikit arang. Menurut ibu saya pada jaman dahulu arang dipercaya bisa menetralisir racun yang ada di dalam kepiting/seafood.
  • Kepiting juga bisa diganti dengan udang.

Sunday, November 6, 2011

Dim sum

Dim sum

Dim sum adalah makanan khas dari negri China yang semakin hari semakin popular, mungkin juga dikarenakan bentuknya yang kecil mungil cantik dan dengan beraneka ragam rasa sangat menarik hati. Dim sum yang ada di pasaran sekarang sudah menyebar di segala kalangan. Dijajakan mulai dari tenda-tenda kaki lima sampai restaurant-restaurant elite. Bahkan sekarang juga merupakan makanan popular di pesta-pesta pernikahan dan yang paling diserbu orang, lihat saja antrean gubuk dim sum ini pasti seperti ular dan herannya para tamu rela antre untuk mencobanya.

Sebenarnya membuat dim sum sendiri tidak terlalu sulit, dengan bahan dasar satu kulit bisa diisi dan dibentuk beraneka ragam mulai dari yang asin sampai dengan yang manis. Dim sum ini juga bisa diolah dengan beraneka rupa tehnik memasak seperti di kukus, direbus, sampai digoreng, dan dibentuk kecil-kecil pas untuk sekali gigit. Isi dim sum pun sangat fleksibel bisa daging2an, sayuran maupun kacang-kacangan  tergantung selera kita saja. Biasanya dim sum disajikan sebagai hidangan teman minum teh di sore hari.

Tadinya saya berpikir tidak ada berbedaan dim sum dengan hidangan finger food lainnya, tapi setelah diperhatikan ternyata memang ada bedanya. Dari cara menghidangkan dim sum bisa dilihat bahwa dim sum yang sudah lekat dengan menghidangkan diatas alat kukus dari bambu memang disajikan dalam keadaan hangat dan fresh dari steamer (kukusan) atau penggorengan untuk jenis yang digoreng, sehingga enak dinikmati hangat-hangat sebagai camilan sore hari. Dan untuk pelengkapnya selain kuah kaldu yang dimasak dengan potongan daun bawang dan jahe, biasanya juga berupa saus yang bercita rasa sedikit asam, manis dan pedas.
 
Ada satu macam makanan yang rupanya merupakan makanan wajib dalam menyajikan dim sum yaitu dumpling. Makanya senang sekali setelah salah seorang teman saya yang suaminya memang warga negara China bersedia mengajari saya membuat dumpling. Menurutnya setiap orang China memang bisa membuat dumpling karena dumpling sudah merupakan makanan pokok disana selain noodles/mie tentunya. Dan ternyata setelah belajar dengannya, membuat dumpling terutama kulit dumplingnya tidaklah sesulit dan serumit yang saya kira. Bahan bakunya pun sederhana hanya menggunakan tepung terigu biasa saja ditambah air hangat dan sedikit garam, cocok sekali dengan kondisi di negara saya tinggal yang tidak terdapat tepung tang mien. Memang hasilnya tidak bisa transparant cantik seperti biasanya tapi mengenai rasa saya pikir sama saja.

Dibawah ini saya tuliskan beberapa resep dim sum sederhana yang mudah dibuat dan dipraktekkan. Semoga saja dapat menjadi hidangan favorite keluarga.



Dari kika: pangsit goreng, chicken dumpling, lumpia vietnam, xiao long bao

Chicken dumpling

Kulit :
- 200gr tepung terigu
- 100ml air hangat
- garam secukupnya

Isi :
- 200gr ayam cincang
- 100gr udang cincang halus
- Bawang bombay cincang halus
- Daun bawang cincang halus
- Garam
- Merica
- 1 butir telur

Cara Isi : Campur semua bahan dalam mangkuk. Sisihkan.

Cara Membuat:
  1. Uleni tepung dan garam dengan sedikit demi sedikit air sampai dengan adonan ringan dan kalis.
  2. Diamkan adonan sekitar setengah jam.
  3. Ambil adonan sebesar kelereng, tipiskan dan isi dengan adonan isi.
  4. Bentuk adonan sesuai selera (bentuk keong atau bundar).
  5. Didihkan air dalam panci, masukkan dumpling tadi masak sampai mengapung.
  6. Angkat dan siap dihidangkan.

Xiao Long Bao

Bahan:
- 1 resep kulit dumpling
- 1 sdt gelatine bubuk
- 100ml kaldu ayam
- Jamur kancing cincang halus
- Udang cincang halus
- Garam
- Daun bawang cincang halus
- Merica

Cara Membuat :
  1. Masukkan gelatin dalam kaldu panas, diamkan didalam kulkas sampai keras.
  2. Campur semua bahan isi dalam mangkuk.
  3. Gilas kulit dumpling, masukkan bahan isi 1 sdt dan 1/2 sdt gelatine kaldu .
  4. Bentuk sesuai selera.
  5. Kukus sampai matang, hidangkan panas-panas.

Lumpia vietnam sayuran

Bahan :
- Kulit lumpia vietnam (rice paper spring roll) siap jadi
- Bihun seduh dalam air panas tiriskan
- Daun bawang potong kecil2 memanjang
- Daun ketumbar cincang kasar
- Wortel potong kecil memanjang
- Kecap ikan
- Minyak wijen
- gula (bila suka)

Cara :
  1. Campur semua bahan isi dalam mangkuk, bumbui dengan sauce ikan dan sedikit gula.
  2. Celup kulit lumpia dalam air matang sampai sedikit lembut dan dapat dibentuk.
  3. Isi kulit lumpia dengan bahan isi, lipat seperti bentuk lumpia biasa.
  4. Siap dihidangkan.

Pangsit goreng

Bahan :
- Kulit pangsit siap saji
- Ayam cincang
- Udang cincang
- Jamur kancing cincang
- Daun bawang rajang halus
- 1 btr telur
- Garam
- Merica

Cara :
  1. Campur semua bahan isi jadi satu.
  2. Isi kulit dengan bahan isi, bentuk bunga dengan bulatan isi dibawah (atau tergantung selera)
  3. Goreng dalam minyak panas.

Catatan :
  • Bahan isian bisa diganti-ganti sesuai selera. Bisa dengan ikan cincang, kepiting, daging sapi cincang ataupun kambing.
  • Untuk lumpia vietnam bila memakai daging atau seafood terlebih dulu harus dimatangkan dulu seperti direbus.
  • Untuk xiao long bao memang dihidangkan selagi panas atau hangat karena ciri khasnya kalau digigit akan keluar kuahnya dari dalam.
  • Untuk pelengkap sauce bisa berupa sauce cabe thailand yang jenis asem manis atau bisa juga campuran kecap ikan yang direbus dengan gula dan ditambah sedikit cuka/cuka hitam kemudian dihidangkan dengan cabe merah yang dirajang halus.

Saturday, October 29, 2011

Ayam kodok

Ayam kodok
Beberapa hari lalu mendapatkan undangan ulang tahun dari salah seorang teman, senang juga kalau mendapat undangan seperti ini karena yang pasti makan-makan dan ngumpul rame-rame, maklumlah di sini masyarakat indonesianya cuma sedikit dan jarang sekali ketemunya makanya kalau ada acara seperti ini senang sekali karena bisa melepaskan kangen sekaligus makan berbagai macam makanan Indonesia juga. Biasanya kalau ada yang berulang tahun seperti ini, kita (semua teman yang diundangnya) akan membelikan sesuatu sebagai hadiah dengan cara berpatungan. Tapi entah undangan kali ini kita sepakat untuk memberi hadiah masing-masing saja. Agak bingung juga sich memikirkan hadiah apa yang kira-kira pantas diberikan tapi setelah dipikir-pikir mungkin memberikan bingkisan berupa makanan boleh juga dicoba, selain praktis bisa langsung dinikmati.

Akhirnya setelah browsing di internet segala macam makanan yang disesuaikan dengan pesan si ultah bahwa dia sedang diet dan tidak makan manis-manis maka pilihan saya jatuh ke ayam kodok.
Ayam kodok menurut saya merupakan makanan yang dapat diberikan sebagai bingkisan. Bentuknya yang cantik karena dapat dihias-hias juga isinya komplit mulai dari lauk, sayuran dan saus pelengkap, selain itu tahan lama dan tidak gampang rusak dan yang paling penting adalah semua orang dapat memakannya meskipun yang sedang diet sekalipun.

Cara pengerjaan ayam kodok sendiri sepertinya memang rumit tapi setelah dikerjakan ternyata tidak serumit yang dikira. Ada beberapa tahap pengerjaan yaitu : tahap pertama adalah menguliti si ayam dengan menyisakan bagian paha, sayap dan bagian belakang ayam yang diutuhkan, memang sedikit rumit karena kulit diusahakan sebisa mungkin supaya tidak robek dan utuh. Kemudian tahap berikutnya adalah membentuk kembali ayam dengan mengisi kulit ayam yang kosong tersebut dengan  bahan isi dan menutup semua lubang di ayam dengan cara menjahitnya. Setelah rapi berbentuk maka tinggal mengukus sampai matang dan kemudian memanggangnya di oven.

Untuk jelasnya maka cara pengerjaannya bisa dilihat di Youtube atau link lain yang membahas ayam kodok ini, sedangkan untuk isi bisa dimodifikasikan sendiri tergantung selera yang penting ada campuran daging ayam cincangnya. Sauspun bisa dibuat macam-macam, dan jangan lupa untuk membuat sayuran pendampingnya serta hiasan-hiasan lain yang terbuat dari sayur. Nah...selesailah ayam kodoknya....sangat cantik dan sebanding dengan hasil kerja keras kita, dan yang jelas senyum bahagia si penerima bingkisan pasti membuat kita puas dan senang....

Bahan Isi :

- 500gr daging ayam cincang
- 100gr tepung roti
- 100ml susu segar
- 1/4sdt garam
- 1/8sdt merica bubuk
- 1/2 cup kacang polong (bila mau)
- 2 btr telur rebus utuh
- 2 butir telur kocok lepas

Cara :
  1. Campur semua bahan jadi satu kecuali telur rebus, masukkan kedalam kulit ayam, taruh telur rebus ditengah2 ayam dan isi kembali sampai ayam penuh dan berbentuk.
  2. Tutup lubang2 yang ada di ayam dengan cara dijahit, kemudian kukus 20mnt.
  3. Angkat dan oven sambil dioles bahan pengoles selama 15mnt atau sampai ayam coklat.
  4. Hidangkan bersama saus dan sayuran rebus lainnya.
Bahan pengoles :

- 1/8sdt merica
- 1/8sdt pala
- 1sdm kecap manis
- 1sdm kecap asin/kikoman
- garam
- gula (bila suka)

Cara : Campur jadi satu dan oleskan ke ayam yang dioven setiap 5 mnt.

Saus coklat : Masak sisa bahan pengoles rebus dengan air kaldu dan kentalkan dengan maizena.

Catatan :
  • Bila suka saus coklat tambahkan potongan jamur kancing dan irisan bawang bombay.
  • Untuk hiasan yang memakai kentang tambahkan saus cream cheese.
  • Agar ayam tetap berbentuk cantik dan kulitnya tidak pecah pada saat dikukus, maka tusuk-tusuk ayam dengan jarum atau tusuk gigi.