Showing posts with label jajanan. Show all posts
Showing posts with label jajanan. Show all posts

Sunday, June 7, 2015

Mie ceker setan

Mie ceker setan ala saya


Sejak saya menetap di kota Malang hal pertama yang saya lakukan tentunya adalah berburu makanan unik-unik. Kita bisa mendapatkan makanan enak dan murah hampir disetiap sudut kota.
Memang Malang sudah terkenal sebagai kota kuliner sejak jaman saya kecil dulu. Apalagi sekarang dengan berkembang pesatnya pariwisata di sekitar Malang dan bertambahnya jumlah wisatawan domestic serta international maka menjadikan kuliner Malang semakin maju.

Kalau dulu para wisatawan selalu berburu makanan legendaris seperti soto ayam Jl. Lombok, Pecel Kawi,  Soto daging Sawahan, Ayam Bakar Pak No, Soto dhok, Bakso Presiden, Bakso kota Cak Man Cwi mie Gang Jangkrik, Sekol Duck, Sate Kairo, Amsterdam resto, Jagung bakar aneka rasa dan masih banyak lagi lainnya, maka sekarang ini banyak sekali tempat-tempat makan yang menyediakan makanan sesuai trend. Tempat-tempat makan ini biasanya di kelola oleh para anak muda bahkan banyak sekali yang masih duduk di bangku kuliah.

Kalau dulu pusat jajanan ada di sekitar Jl. Kawi dan daerah Pulosari maka sekarang penyebarannya ikut beralih melebar ke seputaran daerah-daerah kampus, yaitu seputaran Dinoyo, Jl. Soekarno hatta, daerah Gajayana dan sekitar Jl. Galunggung.

Tempat-tempat makan ini biasanya menempati ruko-ruko kecil dengan design retro dan gaya anak muda banget, dan makanannya dibuat se-stylish mungkin sehingga bagus untuk di foto ataupun dibuat selfie. Menu yang ditawarkan pun bergaya anak muda, ringan tidak berat dengan porsi yang cukup dan yang jelas terjangkau untuk kantong mahasiswa.

Selain menawarkan menu ringan dan baru, ada beberapa tempat makan yang berusaha merombak menu legendaris kota Malang seperti Cwi Mie dengan tampilan dan rasa yang lebih trendy, salah satunya adalah Mie Ceker Setan ini.

Mie ceker setan mulai popular di Malang sekitar dua tahuan yang lalu, tidak jelas juga siapa pencetusnya karena tiba-tiba menjadi booming sekali. Tadinya sich menurut omongan dari mulut ke mulut yang ngetop duluan adalah ceker setannya. Ceker ekstra pedas ini dijual pedagang kaki lima yang berjualan malam hari dengan kombinasi nasi, kemudian karena menjadi terkenal akhirnya banyak pedagang lain yang menirunya dan mengkombinasikannya dengan mie.

Perkembangan selanjutnya adalah dengan meningkatkan tingkat kepedasannya dengan berbagai macam level dari mulai original, level 1 sampai dengan level kesekian sesuai dengan keinginan konsumen atas toleransi kepedasan yang mereka inginkan. Namanyapun mulai berkembang menjadi mie ceker setan kober, mie ceker mbledos, mie mercon, dan nama-nama lucu lainnya. Tidak jelas juga apakah nama seram-seram itu menunjukkan tingkat kepedasannya ataukan untuk menunjukkan bentuk cakar dari cekernya, yang jelas jenis mie ekstra pedas ini akhirnya popular juga dipadankan tidak hanya dengan ceker saja tetapi juga dengan sayap, kepala, ayam cincang, dan pangsit.

Berikut ini saya sertakan mie ceker setan versi saya agar bisa di coba di rumah masing-masing, resep aslinya sendiri saya dapatkan dari adik ipar saya dan kemudian saya modifikasikan sedikit agar sesuai dengan rasa yang saya inginkan. Slahkan mencoba.......

Bahan Mie

- Mie yang sudah direbus dan ditiriskan (Saya pakai fresh mie)
- Kecap
- Kecap
- Merica (sedikit saja)
- Minyak Goreng
-Sawi/ bak coy rebus

Cara : Aduk semua bahan di mangkuk, kecuali sawi (Sisihkan)

Bahan Ceker Setan

- 1 Kg Ceker ayam
- 8 btr bawang merah
- 4 btr bawang putih
- 1 btr tomat
- 8 Cabe rawit merah (sesuaikan dengan selera, semakin banyak semakin pedas)
- 2 Cabe merah besar
- 1 sdm air asam
- 1 cm jahe
- Laos
- Daun salam
- Garam
- Gula (saya pakai brown sugar)

Cara membuat :
  1. Haluskan semua bumbu kecuali laos dan salam.
  2. Tumis bumbu halus, salam dan laos sampai harum, masukkan ceker dan tambahkan sedikit air.
  3. Kemudian tambahkan bumbu lainnya.
  4. Masukkan air bila perlu dan masak sampai ceker matang dan empuk.
  5. Tunggu hingga air bumbu mulai mengental, angkat dan siap dihidangkan.
Cara menghidangkan : Atur mie yang sudah dberi bumbu di mangkok, beri topping ceker setannya dan siram dengan kuahnya. Beri hiasan sawi rebus atau bisa juga diberi pangsit goreng dan bawang goreng sebagai pelengkap. Kalau tidak mau mienya terlalu kering, bisa juga tambahkan dengan air kaldu sedikit saat menghidangkan.

Catatan
  • Bumbu-bumbu pada bahan mie menyesuaikan dengan banyaknya jumlah porsi yang akan dihidangkan.
  • Ceker biasanya saya presto terlebih dahulu agar lebih cepat memasaknya.
  • Perlu diperhatikan pada saat ceker di presto jangan terlalu lama agar bentuk cekernya masih bagus tetapi sudah empuk sempurna.
  • Bila tidak suka ceker maka bisa diganti dengan bagian ayam lainnya.
  • Tingkat kekentalan bumbu tergantung selera, saya sendiri suka kalau bumbunya sudah kental sekali dan melekat di cekernya.

Saturday, September 13, 2014

Cireng



Beberapa waktu lalu banyak postingan teman tentang cireng ini, tapi karena belum pernah makan jadi gak tau rasanya dan gak berani nyoba bikin, yach memang selama tinggal di Srilanka terkadang saya tertinggal dengan informasi jajanan baru yang sedang trend, maklum saja selain pada saat liburan ke Tanah air tidak sempat mencobanya juga dikarenakan  kendala di ketersediaan bahan baku yang sulit didapat, selain itu saya juga selalu membuat makanan yang saya atau keluarga saya suka saja, bukan apa-apa kalau bikin sesuatu yang mereka gak suka sayang karena pasti terbuang karena gak ada yang menghabiskan. Jadi walaupun di blog semua teman sudah heboh mengenai makanan ini saya tetap tidak bergeming, sampai akhirnya saya membaca status salah satu adik saya yang bilang kalau sedang ngemil cireng. Makanan yang menurut adik saya tidak penting dan tidak bergizi tapi bikin ketagihan ini memang sedang digemari banyak orang terutama ibu-ibu dan anak sekolahan, bahkan saking digemarinya sampai ada penjual cireng yang mendagangkan cirengnya secara online. Wah makin bikin penasaran saja si cireng ini.

Tapi ternyata setelah tinggal di Malang saya tidak langsung bisa merasakan cireng yang enak, karena cireng kurang popular disini, sehingga jarang orang menjualnya, kalaupun ada rasanya belum tentu sama dengan yang di tempat aslinya, oleh sebab itu akhirnya adik saya yang tinggal di Jakarta berbaik hati mengirimkan sepaket cireng ke Malang khusus untuk saya. Cireng yang dikirimkannya itu katanya sich rasa original dengan bumbu rujak. Agak kaget juga setelah menerima kirimannya karena paketnya rapi dan adonan cireng setengah jadi ini bisa dikirimkan jarak jauh serta tahan untuk 3 hari diluar kulkas. Dan ternyata setelah dicoba memang rasanya enak sekali dan walaupun sudah dingin rasanya masih tetap krenyes dan tidak keras.

Daripada penasaran dan harus menunggu kiriman cireng dulu kalau mau makan maka akhirnya saya langsung browsing resep cireng ini... dan setelah membaca semua referensi maka jatuh pada resep cireng yang menggunakan biang dalam proses pembuatannya. Menurut banyak orang resep cireng ini enak karena menghasilkan cireng yang krispy diluar tetapi lembut di dalam dan tidak alot seperti sandal jepit kalau sudah dingin.

Untuk resep aslinya saya ambil dari disini ya....... Selamat mencoba......

Bahan :
- 150 gr tepung tapioka/sagu
- 2 siung bawang putih parut
- 1/2 sdt garam
- 1 sdt kaldu ikan (bisa di skip)
- 1 batang daun bawang, iris halus
- Tepung tapioka untuk taburan, secukupnya
 
Bahan biang :
 
- 50 gr tepung tapioka atau sagu
- 150 ml air
 
Cara membuat :
  1. Dalam  wadah  campur tepung, dan irisan daun bawang. Aduk rata, sisihkan.
  2. Buat biang : dalam  panci campur tepung dan air, aduk sampai tepung larut, tambahkan kaldu ikan bubuk dan parutan bawang putih. Nyalakan api kecil dan rebus sambil diaduk-aduk sampai kental, liat dan bening. Segera tuang biang panas ke dalam campuran tepung kering. Uleni pelan-pelan menggunakan sendok sampai rata.
  3. Bentuk adonan menjadi bulat pipih, taburi dengan tepung tapioka agar tidak lengket satu sama lain. Lakukan sampai adonan habis. 
  4. Cara menghidangkan : Goreng cireng dalam minyak panas dan banyak. Angkat dan tiriskan bila warna cireng sudah coklat keemasan. Sajikan hangat berserta saus sambalnya.

 Catatan :
  • Saus sambal : Saya membuat saus sambalnya seperti saus rujak buah biasa yaitu dengan menghaluskan cabe rawit, cabe merah, garam, dan gula merah, setelah halus baru diberi perasan sedikit jeruk lemon atau jeruk nipis. Tetapi bila suka bumbu rujak tersebut bisa dimasak dengan cara direbus semua bahannya dan ditambahkan sedikit air. Masak hingga mendidih dan matang.
  • Kalau menggoreng cireng usahakan dengan api sedang saja sehingga cireng matang dengan merata.
  • Walaupun pada saat dingin cireng dari resep diatas tidak alot, tetapi cireng lebih enak dihidangkan pada saat hangat.
 

Monday, July 21, 2014

Ketan mangga ala Thailand (Koa-Niew Moon Mamuang)



Tidak terasa tiba-tiba bulan Juli sudah mau habis...berarti kepulangan kita sudah dekat. Rasanya kalau sudah mendekati hari H nya semua tampak berjalan dengan cepat, sepertinya tiba-tiba banyak hal yang harus diselesaikan, satu pekerjaan belum selesai timbul lagi pekerjaan lainnya.
Selain sudah mulai menata koper dan mendaftar barang apa saja kira-kira yang akan di bawa dan barang yang akan ditinggal yang tidak kalah penting adalah bagaimana menghabiskan dan membereskan semua bahan makanan serta barang-barang baking saya.

Barang-barang baking saya memang ternyata banyak sekali...mulai dari perlengkapan memasak, peralatan makan serta bahan membuat kue-kue tidak habis-habisnya. Kalau barang-barang memasak akhirnya saya sisakan sedikit saja yang memang benar-benar saya perlukan sedangkan lainnya saya bagi-bagikan, peralata makanpun sudah saya packing dan masuk gudang, yang paling repot adalah bahan makanan.

Bahan makanan ini banyak yang sudah saya buka dari kemasannya dan saya masukkan ke dalam container sehingga kalau mau dibagi-bagikanpun rasanya tidak tega karena sudah terpakai, kecuali kalau masih di dalam kemasan dengan tanggal kedaluwarsa yang jelas biasanya sudah saya beri-berikan ke orang. Makanya sekarang mulai berpikir untuk menghabiskannya saja, kebetulan juga pas bulan puasa jadi pas untuk membuat takjil hidangan buka.

Takjil kali ini adalah ketan mangga ala Thailand, terpikir membuatnya gara-gara nemu beras ketan sekitar 1,5 cangkir di lemari es, dan setelah browsing sana sini akhirnya pilihan jatuh ke makanan ini.

Sebenarnya dulu saya tidak tertarik dengan makanan ini, sampai di Thailand pun belum pernah ingin mencobanya, padahal makanan ketan manga ini popular sekali, disetiap sudut kota pasti ada yang menjualnya bahkan di restaurant-restaurant besar juga menyediakannya, tapi mungkin karena kebiasaan orang Indonesia yang memakan ketan dengan kuah santan kinca durian atau nangka tidak dengan mangga fresh makanya jadi bikin aneh dan akhirnya sayapun malas mencobanya, sampai akhirnya teman saya mencoba meyakinkan saya bahwa makanan ini unik dan enak sekali. Rasanya yang sedikit manis, sedikit gurih dan berpadu dengan rasa manga yang segar bikin nagih katanya. Karena promosi yang gencar ini akhirnya sayapun mencobanya...dan memang enak...tidak enek seperti yang saya bayangkan...tapi juga tidak aneh semuanya pas pada porsinya masing-masing. Rasa manis, gurih dan segar tidak berlebihan, dan sejak saat itu saya jadi menyukainya.

Untuk resepnya bisa dicoba resep di bawah ini...

Resep ketan manga ala Thailand (Koa-Niew Moon Mamuang)

- 1 cup beras ketan, rendam sebentar
- 1 sdm gula
- 1/4 cup air
- 200ml santan (saya pakai santan instan)
- Garam
- Daun pandan
- 1 sdt maizena encerkan dengan air
- Mangga matang (saya pakai jenis Villard mango)
- Wijen, sangrai

Cara membuat :
  • Kukus ketan setengah matang, campurkan ketan dengan gula yang telah dilarutkan di air, aduk-aduk sampai semua air terserap habis. Kukus kembali sampai matang.
  • Masak santan dan garam serta pandan sampai mendidih, tambahkan larutan tepung maizena, aduk rata.
  • Cara menghidangkan : potong-potong mangga, taruh diatas ketan dan siram dengan saus santan dan taburi dengan wijen.




Friday, July 4, 2014

Singkong rebus ala Thailand


Tidak terasa puasa sudah dimulai hampir seminggu lamanya, walaupun puasa kali ini cukup sibuk dengan kegiatan packing dan persiapan pindahan tapi disela-sela hari yang sibuk tetap mencoba untuk  menyiapkan menu buka puasa. Oleh karena tidak banyak waktu inilah maka dipilih saja masak memasak yang tidak bikin repot dan ribet.

Untuk menu minggu ini saya pilih untuk membuat singkong Thailand. Bahan bakunya yang mudah didapat dan cara membuatnya yang mudah serta hasil yang enak membuat saya langsung jatuh hati pada masakan sederhana ini. Sangat cocok untuk hidangan takjil karena rasanya yang manis gurih pasti disukai semua orang.

Saya modifikasikan sedikit untuk saus santannya untuk rasa lebih creamy dan sedikit berat. Tapi kalau tidak suka,  maka sausnya bisa dengan mengentalkan santannya saja.

Singkong rebus ala Thailand

Bahan

- 1 Kg singkong segar, kupas potong sesuai selera
- 250gr gula pasir, bias ditambah sesuai selera
- 5 bh Daun jeruk
- 2 lbr daun pandan, buat simpul
- Wijen sangrai secukupnya untuk taburan

Bahan saus

- 200ml santan
- 1 kuning telur
- 1sdt maizena encerkan dngn sedikit air
- Gula
- Vanilli
- Garam

Cara membuat :
  1. Rebus singkong, daun jeruk dan daun pandan, biarkan sampai lunak. Angkat. Sisihkan
  2. Jangan buang air sisa rebusan singkong. sisihkan 1 cangkir.
  3. Rebus air sisa rebusan dan gula, masukkan singkong. aduk-aduk rata dan biarkan air sampai habis. Angkat.
  4. Cara membuat saus santan : rebus santan, gula dan garam, setelah agak panas masukkan kuning telur yang sudah dikocok lepas, aduk-aduk supaya tidak pecah, masak terus sampai mendidih, tambahkan maizena, aduk sampai meletup-letup dan angkat.
  5. Cara menghidangkan : Taruh singkong, siram dengan saus santan dan taburi dengan wijen.
Catatan :

  • Aduk-aduk terus selama memasak saus santannya agar tidak pecah.
  • Singkong dimasak terpisah dari gula agar cepat empuk.

Wednesday, March 26, 2014

Gorengan tahu ayam


Ini gara-gara hujan tiap sore yang sudah mulai menyapa Colombo, jadi kangen sama gorengan abang-abang yang dijual di Indonesia, liat bahan yang ada di kulkas cuma ada sedikit tahu dan ayam cincang, maka jadilah gorengan ini, lumayan juga sebagai pelepas rindu gorengan.

Tapi pas mau kasih nama, bingung juga mau kasih nama apa buat snack yang saya buat ini, mau dinamakan tahu isi kok bahan tahu dan isiannya dicampur jadi satu, mau dinamakan nuggat tahu, kok gak cuma dikukus tapi juga digoreng tepung, jadi akhirnya dinamakan gorengan tahu ayam aja kali yach...hehe...

Tapi biar bingung kasih namanya, makannya gak bingung karena cepat sekali habis, apalagi kalau makannya pas lagi panas2 ditanggung gak bisa berenti...karena enak sekali...anak saya yang biasanya gak suka tahu bisa tambah beberapa kali loh....

Resepnya bisa dilihat dibawah ini ya.....

Gorengan tahu ayam

Bahan tahu :

- 2 blok tahu (kira-kira 250gr), hancurkan
- 200gr ayam cincang
- 1 wortel ukuran sedang, potong dadu kecil
- 4 bh daun bawang rajang halus
- Garam
- Merica
- Maggi block (kalau suka)
- 2bh telur ayam kocok lepas

Bahan celupan :

- 150 gr tepung
- 1btr telur
- Air
- Seujung sendok teh kunyit bubuk (agar warna bagus)

Cara membuat :
  1. Campur semua bahan tahu sampai rata.
  2. Olesi loyang dengan minyak goreng. Masukkan adonan tahu, ratakan.
  3. Kukus selama 20menit. Dinginkan.
  4. Capur tepung, telur, kunyit dan garam, aduk rata, tambahkan air sampai adonan licin (saya kira2 saja airnya). Usahakan agar adonan celupan tidak terlalu kental atau terlalu encer. Sisihkan.
  5. Panaskan minyak dalam wajan, potong kotak-kotak tahu ayamnya, celup di bahan pencelup lalu goreng sampai kuning keemasan.
  6. Hidangkan panas-panas dengan cabe rawit.

Catatan :
  • Daging ayam dan sayuran bisa diganti dengan jenis daging atau sayur lainnya.

Tuesday, February 18, 2014

Bubur ketan item dan kacang hijau



Kemarin sewaktu belanja ke toko china ngelihat ketan item dan kacang hijau bagus-bagus, jadi pengen beli, sekalian pikir saya dari pada harus mondar mandir lagi. Memang biasanya kalau ke toko china saya bisa mendapatkan segala macam tepung, bumbu-bumbu, tahu dan semua bahan kebutuhan masak saya, rasanya semua pengen dibeli, padahal terkadang cuma menumpuk di lemari atau kulkas saja tanpa sempat diapa-apakan sampai akhirnye terbuang karena kedaluwarsa atau sudah tidak bagus lagi, makanya saya jarang-jarang mengunjunginya, atau kalaupun beli hanya sedikit saja.

Kali ini selain membeli tahu dan kacang tanah yang memang sudah ada di daftar belanjaan, saya akhirnya juga membeli ketan hitam, dan kacang hijau. Saya pikir enak juga nanti sore-sore makan bubur ketan dan kacang hijau, padahal seumur-umur saya tidak suka dengan kedua makanan itu.

Tidak tahu kenapa saya tidak suka makan bubur-bubur ini, padahal ibu saya dulu sering membuatnya, atau kalau tidak membelinya dari tukang bubur yang lewat. Mungkin karena buburnya ditambahin santan atau karena rasa kacang hijunya yang saya tidak merasa tertarik memakannya. Dulu pernah ada teman yang menyarankan untuk minum air rebusan kacang hijau setiap hari, katanya sich berkasiat untuk mempercantik kulit dan rambut, juga untuk kesuburan. Air rebusannya diminum tanpa ampasnya dan hanya ditambah gula dan jahe saja, tanpa santan, saya suka akan rasanya.

Makanya kali ini saya membuat bubur kacang hijaunya tanpa memasukkan santan dan menambah jahe serta gula merah, begitupula ketan hitamnya saya rebus sampai jadi bubur dengan hanya menambahkan gula. Santannya saya buat agak kental dan sebagai tambahan saja, buburnya saya suka yang kental sekali, jadi saya memasaknya sampai air habis terserap. Untuk menambah crunchy saya taburkan kacang tanah sangrai, dan akhirnya jadilah bubur ketan hitam dan kacang hijau ala saya....rasanya enak dan tidak enek...anak sayapun yang belum pernah mencoba bubur ini menyukainya....Jadi selamat mencoba...

Bubur kacang hijau dan ketan hitam

Bahan :
- 1,5 cup ketan hitam, rendam kurang lebih 1 jam
- 1,5 cup kacang hijau rendam 1 jam
- 2 cup gula (1 cp untuk kc hijau dan 1 cup untuk ketan hitam)
- 1/2 cup gula merah sisir halus
- air
- 1 ruas jahe
- Santan 250ml
- 1/2 sdm tepung maizena
- Garam
- Kacang sangrai buang kulitnya sesuai selera.

Cara membuat :
  1. Cuci bersih ketan hitam dan kacang hijau, tiriska dan sisihkan. Masak ketan hitam dengan air sebanyak 2 kali jumlah ketan hitam, masukkan 1 cup gula, masak terus sampai ketan hitam lunak, angkat.
  2. Masak kacang hijau seperti memasak ketan hitam, tambahkan 1 cup gula dan 1/2 cup gula merah serta jahe, masak sampai kacang hijau menjadi bubur, tambahkan air bila perlu.
  3. Untuk santan, campur santan, tepung maizena dan garam. Masak sampai matang dan kental, aduk-aduk terus agar santan tidak pecah.
  4. Cara menghidangkan : bubur kacang hijau dan ketan hitam taruh dimangkok, tambahkan saus santan dan taburkan kacang tanah diatasnya.
Catatan :
  • Banyaknya air untuk memasak tergantung dari cepat empuknya ketan hitam dan kacang hijaunya. Saya biasa memakai ketan hitam dan kacang hijau dari China, ketan hitamnya cepat sekali empuk tetapi kacang hijaunya lebih lama empuk dibandingkan yang dari Indonesia (berdasarkan pengalaman).

Thursday, January 23, 2014

Risoles

 


Sejak selesainya perang saudara di Srilanka pada tahun 2008 maka perkembangan Colombo terlihat semakin pesat terutama setahun belakangan ini. Selain jalan-jalan diperlebar dan dipercantik dengan trotoar, juga taman-taman dibuat semakin bagus, terawat dan enak dikunjungi. Gedung-gedung kuno yang menyebar diseluruh kota pun dipugar dan dibuat secantik mungkin, dengan tidak meninggalkan konsep bangunan dengan arsitektur kolonial tentunya. Selain perkembangan kota, perkembangan tempat makan pun juga terlihat, kalau dulu hanya beberapa resto dan fast food franchise saja yang terlihat, maka setahun ini dibuka sekaligus 3 resto franchise dan 1 fast food dan 1 bakery baru, sebuah perkembangan yang cukup menggembirakan buat kami. Sekarang tidak lagi sulit untuk mencari camilan atau makanan dengan rasa international lagi, karena sudah banyak pilihan, dan harganyapun semakin bersaing.
 
Banyaknya tempat makan baru ini amat menggembirakan anak saya, karena sekarang dia bisa memilih makanan kesukaannya tanpa kuatir dengan rasa pedas yang biasanya ada di hamper semua tempat makan di Colombo ini. Memang selera lokal Srilanka mungkin mirip dengan makanan Asia Selatan lainnya, yang amat suka pedas dan bumbu yang berlimpah. Rasa merica yang kuat ditambah dengan bumbu-bumbu curry yang pekat membuat anak saya terkadang tidak mau memakannya. Sampai-sampai risoles kegemarannya pun berasa curry.

Risoles memang ada dan gampang ditemukan di Srilanka, mungkin juga karena peninggalan dari orang Belanda yang pernah menjajah negeri ini dahulu, disini disebut roll dengan isian chicken/mutton atau vegetable, tapi isiannya itu biasanya sudah dibumbu dan disesuaikan dengan selera penduduk sini yaitu berbumbu dan amat pedas, terasa benar rasa curry-nya. Beberapa tahun lalu salah satu toko membuat inovasi baru dengan membuat  roll yang tidak pedas dinamakan chinesse roll. Biasanya isinya bervariasi sesuai dengan namanya seperti chicken chinesse roll, mutton chinesse roll atau vegi chinesse roll. Sayangnya kami sering kehabisan karena ternyata roll ini amat laris, makanya kalau lagi kepengen makan risoles biasanya saya membuatnya sendiri.
Resepnya saya dapatkan dari resep kulit risoles NCC, dengan isian ayam, rasanya enak dan gak perlu antri untuk mendapatkannya.
 
Risoles
 
Bahan kulit NCC
- 3btr telur
- 100gr tepung
- 1 sdm mentega cair (saya pakai minyak)
- 250ml susu cair
 
Bahan pencelup
- Tepung roti
- Putih telur
 
Bahan Isi :
- Ayam cincang 200gr
- 2 buah wortel potong dadu kecil2
- Jagung kalengan, tiriskan
- Susu cair, (saya pakai 1/2 gelas)
- Merica
- Garam
- Bawang Bombay besar iris halus
- Tepung jagung (maizena) untuk mengentalkan.
 
Cara membuat :
 
Buat isi : Bawang Bombay tumis hingga harum, tambahkan ayam, masak sampai ayam berubah warna, tambahkan sayur lainnya dan bumbu-bumbu, masak sampai harum dan matang.
Sedikit2 tambahkan susu dan kentalkan adonan isi dengan tepung maizena.
 
Buat kulit : Taruh tepung dalam mangkuk besar, tambahkan susu dan telur ketengahnya, aduk rata sampai tidak bergerindil lalu masukkan mentega cair, aduk rata.
Panaskan wajan anti lengket, oles dengan sedikit minyak, tuang adonan kulit ratakan dan masak sampai matang. Angkat. Ulangi terus sampai adonan kulit habis.
 
Assembly : Taruh adonan isi ditengah kulit,  gulung, lalu celupkan di putih telur dan kemudian balurkan tepung roti merata di permukaannya. Goreng risoles dalam minyak panas yang banyak, angkat setelah berwarna coklat kekuningan.
 
Catatan :
  • Putih telur pada bahan pencelup bisa diganti dengan tepung yang diencerkan dengan air.
  • Isi risoles bisa bervariasi sesuai selera.
  • Saya biasa mendiamkan risoles yang belum digoreng didalam kulkas beberapa jam terlebih dahulu, agar hasilnya lebih bagus.

 


Saturday, January 11, 2014

Donat pumpkin

 
Aktifitas sekolah telah kembali normal setelah liburan term kemarin, anak saya pun menyambutnya dengan amat gembira. Mungkin juga dia bosan dengan liburan kemarin karena tidak seperti biasanya kami tidak melakukan perjalanan sama sekali, bahkan keliling kotapun tidak. Hal ini karena saya terserang sejenis infeksi sehingga beberapa minggu terakhir harus berdiam di tempat tidur jadi tidak bisa mengantarnya ketempat-tempat permainan atau hanya sekedar jalan-jalan keliling mall, sedangkan papanya seperti biasa pada saat akhir tahun adalah waktu tersibuknya jadi otomatis kita semua berdiam diri saja di rumah. Oleh karena itu kembalinya dia ke sekolah sudah pasti amat ditunggu-tunggu.
 
Tapi memang seingat saya sejak dari kecil anak saya amat menikmati hari-hari sekolahnya, tidak seperti anak-anak pada umumnya yang terkadang sulit untuk dibangunkan pagi hari dan bersiap ke sekolah, anak saya dengan cepat akan bangun pagi dan menyiapkan diri untuk bersekolah, begitu pula dengan PR, dia dengan senang hati mengerjakannya tanpa diingatkan lagi oleh saya. Bahkan terkadang dia tidak bisa tidur semalaman karena terlalu gembira besok mau masuk sekolah dan disekolah ada aktifitas yang membuatnya tertarik.
 
Disekolahnya pun menurut guru-gurunya dia selalu aktif mengikuti semua kegiatan dan benar-benar menikmati semua pelajaran sekolah, ini juga terlihat pada nilai-nilai dan prestasinya di sekolah. Tidak pernah ada complain dan selalu mendapat pujian dari sekolah tentunya membuat saya sebagai orangtuanya sangat bangga dan berbahagia.
 
Tapi ada satu hal yang terkadang membuat saya  pusing yaitu soal makanan terutama sarapan sebelum berangkat dan bekal disekolah. Memang dari sejak dia kecil dulu, saya biasakan sebelum berangkat sekolah dia harus dalam keadaan kenyang dari rumah, artinya saya memberikan makanan full kepadanya, seperti nasi atau roti serta segelas susu. Tapi sayangnya dia mempunyai kesulitan makan di pagi hari, selalu saja sarapannya tidak habis atau susunya tidak diminum karena katanya sudah terlalu kenyang dan mau muntah kalau dipaksakan. Padahal menurut saya anak akan dapat berpikir jernih dan beraktifitas dengan baik di sekolah kalau dalam keadaan kenyang, karena gizinya cukup. Untuk memberikan gizi yang cukup ini makanya saya tambahkan lagi snack yang dibawanya dari rumah.
 
Snacknya bisa berupa biscuit ataupun sandwich dan roti-roti, bekal ini akan saya tanyakan dulu sebelumnya agar dia juga merasa bertanggung jawab terhadap pilihannya sendiri. Seperti kemarin karena hari pertama sekolah maka sehari sebelumnya saya tanyakan mau dibawakan apa untuk bekalnya nanti, dia menjawab dengan cepat donat......Maka sebagai variasi rasa dan pertimbangan kecukupan gizi saya buat donat pumpkin ini. Resepnya sendiri saya dapatkan dari resep donat kentang yang saya ganti bahannya dengan pumpkin. Donat ini ternyata warnanya amat menarik hati, orange keemasan. Sayapun tidak memakai topping yang aneh-aneh hanya menaburkan gula halus saja diatasnya karena rasanya yang sudah amat enak dan empuk.
Kalau mau membuat variasi bekal sekolah, resep ini dapat dicoba.......
 
 
 
 
 
 
Resep Donat Pumpkin
 

Bahan :
 
- 150gr labu kuning kukus haluskan
- 300gr tepung terigu
- 1sdm susu bubuk
- 1sdm ragi instant
- 2sdm gula
- 2 kuning telur
- 50ml air
- 3sdm mentega
- 1/2 sdt garam
- 1/2 sdt vanilla
 
Bahan tambahan :
 
- Minyak goreng
- Icing sugar atau gula donat
 
Cara :
  1. Dalam mangkuk besar campurkan tepung, susu bubuk, gula, ragi instant dan labu kuning, aduk rata.
  2. Tambahkan kuning telur yang sudah dikocok lepas ketengah adonan kering, uleni, tambahkan air sedikit-sedikit sambil terus diuleni sampai kalis dan tidak lengket ditangan.
  3. Masukkan mentega dan kembali uleni, kemudian tambahkan vanilla dan garam. Uleni sampai adonan terasa ringan dan berwarna pucat.
  4. Bentuk bulat adonan, taruh dimangkuk dan tutup dengan wrapping cling plastic. Diamkan kurang lebih 30mnt atau sampai adonan mengembang dua kali dari semula.
  5. Kempiskan adonan, bentuk bulat-bulat kecil (sesuai selera), dan diamkan lagi kurang lebih 15mnt.
  6. Panaskan minyak goreng sampai panas benar, masukkan donat yang sudah diberi lubang tengahnya. Goreng sampai berwarna keemasan, angkat.
  7. Hidangkan donat dengan menggunakan taburan sesuai selera.
Catatan :
  • Uleni adonan sampai kalis, yaitu adonan terasa ringan ditangan dan berwarna lebih pucat.
  • Pada saat menggoreng putar-putar donat menggunakan sumpit yang ditaruh di tengah bagian yang bolong agar bentuknya bagus.



Monday, November 18, 2013

Gulo kacang aka ampyang kacang



Wah makanan masa kecil.....makanan nostalgia....begitu komentar teman-teman ketika saya suguhkan makanan ini. Dulu saya menyebutnya dengan nama gulo kacang tetapi beberapa teman menyebutnya dengan ampyang kacang, dan biarpun namanya berbeda tapi yang jelas rasanya sama dan tetap enak... Sambil makan perlahan pasti ingatan kita kembali ke masa lampau..... Ya memang makanan ini selalu mengingatkan kita akan masa kecil kita dulu. Saya ingat dulu sewaktu kecil pada saat berkunjung ke rumah kakek di Malang selalu saja dibawakan oleh-oleh Gulo kacang ini. Atau terkadang bapak saya mengajak saya dan adik untuk membelinya sambil berjalan-jalan sore hari. Penjualnya ada di sekitar alun-alun kota Malang, tepatnya di depan kantor pos besar berjejer-jejer sampai di depan Masjid Agung Malang, berbaur dengan para penjual jajanan lainnya. Mereka berjualan digerobak kayu dorong berkaca sehingga kita dapat melihat apa yang dijual. Gulo kacang yang dijual lebar-lebar dan padat dengan kacang, rasanya manis gurih dengan kacang yang renyah, kami memakannya berlahan sambil asik berjalan melihat pemandangan alun-alun kota.

Saat terakhir liburan kemaren saya coba untuk mencari pedagang gulo kacang disekitar alun-alun kota malang tetapi ternyata sudah amat sulit didapat dan kalaupun ada yang berjualan, bentuk dan rasanya sudah tidak seperti dulu lagi, mungkin karena kalah bersaing dengan pedagang-pedagang jajanan modern lainnya atau juga dampak dari krisis ekonomi berimbas pada dagangannya. Amat sangat disayangkan karena pasti banyak yang kangen pada jajanan nostalgia ini.

Makanya begitu melihat resep gulo kacang ini dibeberapa blog milik teman-teman langsung saja gatal untuk mencoba, dan ternyata cara membuat serta bahannya tak sesulit yang saya bayangkan.
Resep aslinya saya dapatkan di disini dan dengan sedikit modifikasi maka jadilah gulo kacang ala saya tersedia untuk camilan sore dan menjadi primadona pada suguhan kali ini.


Gulo kacang

- 2 cup kacang tanah sangrai sampai matang
- 1 cup gula merah sisir halus
- 1/2 cup gula pasir
- 1/2 cup air
- 4lbr daun jeruk
- 1 ruas jahe, parut dan peras ambil airnya.

Cara membuat :
  1. Campur semua bahan kecuali kacang, masak sampai mendidih.
  2. Setelah sedikit berbusa angkat daun jeruk, teruskan memasak.
  3. Kacang yang telah disangrai dimasukkan kedalam larutan gula setelah gula mulai berbuih dan buihnya berwarna lebih pucat.
  4. Aduk cepat, tuangkan didalam cetakan datar yang sudah dialas dengan kertas roti.
  5. Ratakan tipis-tipis dan bentuk dengan sendok selagi panas-panas.
  6. Tunggu dingin dan mengeras sebelum ditaruh di toples kedap udara.


Catatan :
  • Agar kacang tetap garing dan krispy campur saat larutan gula sudah cukup keras tapi belum sampai mengkristal (buihnya mulai pucat).
  • Aduk cepat dan langsung tuang ke cetakan untuk menghasilkan bentuk gula kacang yang bagus.
  • Daun jeruk bisa diganti dengan pandan atau bisa ditambahkan kayu manis.
  • Kacang Tanah bisa diganti almond atau kacang jenis lainnya.

Saturday, October 13, 2012

Bakwan malang/ bakso malang


Bakwan Malang

Tik...tok...tik...tok....suara inilah yang selalu saya tunggu hampir setiap waktu dari kamar kost saya dulu sewaktu kuliah di kota Malang. Kalau sudah mendengarnya sayup-sayup maka dengan terburu-buru pasti saya berlari menunggunya di depan pagar, bukan apa-apa tukang bakso Malang langganan saya ini mempunyai kecepatan bersepeda yang luar biasa, tidak peduli bahwa banyak orang sudah menunggunya dengan perut keroncongan dan liur yang hampir menetes, pokoknya siapa memanggil tercepat dialah yang dapat, jangan salahkan kalau kehabisan jika terlewat. Memang tukang bakso malang ini menjadi penjual paling ditunggu oleh para anak kost seperti saya, rasanya yang enak mengenyangkan dan gizi yang cukup serta harga yang amat terjangkau membuatnya amat digemari.
Dan ternyata kepopuleran bakso malang ini bukan saja ada diantara anak kost tapi juga hampir kesemua masyarakat kota Malang, kalau ditanya apa sich makanan yang paling terkenal dari kota Malang, pasti semua orang menyebutnya. Lucunya di kota Malang bakso malang ini dikenal oleh masyarakatnya dengan nama "Bakwan Malang" istilah "Bakso Malang" hanya dipakai oleh para pendatang saja, seperti para mahasiswa yang berasal dari kota-kota lain dan para wisatawan lokal yang sedang berkunjung ke kota ini, dan memang sebenarnya bakso malang maupun bakwan malang isinya memang sama yaitu bakso yang terbuat dari daging cincang dibentuk bulat-bulat dan dihidangkan beserta kuah kaldu panas. Tetapi memang walaupun sama-sama baksonya setelah diamati bakwan malang memiliki ciri khas sendiri yang sedikit berbeda bila dibandingkan dengan bakso yang berasal dari kota-kota lainnya yaitu dari cara menghidangkan dan kelengkapan-kelengkapan lainnya yang menyertainya sehingga ciri khas tersebut muncul.

Biasanya bakwan malang berisi bakso dengan beraneka ragam bentuk, ada yang direbus biasa dan ada juga yang digoreng. Bakso yang direbus contohnya bakso halus, bakso urat dan bakso isi telur puyuh sedangkan yang digoreng ada bakso goreng, gorengan panjang atau yang disebut kekian, siomay basah, siomay gorengan mekrok/gorengan bentuk bunga, tahu bakso. Perlengkapan lainnya adalah mie, mie tidak seperti bakso yang ada di Jakarta yang merupakan perlengkapan wajib dalam hidangan bakso, tapi di bakwan malang mie hanya sebagai pelengkap saja, biasanya dibentuk kecil-kecil, selain itu ada aneka jerohan goreng, bahkan beberapa penjual menyediakan lontong juga. Bakso dan perlengkapannya ini dihidangkan dengan kuah kaldu bening yang ditaburi irisan bawang goreng dan daun bawang seledri, sebagai pelengkap lain disediakan juga saos tomat dan sambal rebus yang kental dan berasa manis pedas serta kecap.


Pentol, gorengan panjang, gorengan mekrok dan mie
Dahulu ada beberapa tempat yang sangat terkenal dan masih dikenal sampai sekarang yaitu Bakso president tempatnya di belakang Mitra II, Bakso kota kota Cak Man, dan Bakso Mentawai, tapi sekarang bakwan malang sepertinya sudah amat sangat merasuki semua masyarakat Malang sehingga sudah banyak penjual baru dengan inovasi dan cara menghidangkan yang bervariasi, walaupun tentu tetap tidak keluar dari pakemnya.
Saya ingat dahulu sebelum terkenal seperti sekarang bakso mentawai, bakso presiden dan bakso kota cak man dijual secara berkeliling. Bakso mentawai hanya dapat ditemui berkeliling di daerah perumahan jalan pulau-pulau dekat rumah orang tua saya, sedang bakso presiden berkeliling di daerah jalan sungai-sungai, dan bakso cak man terkenal berkeliling di daerah jalan candi-candi dan daerah blimbing lainnya. Sekarang bakso kota cak man dan bakso presiden sudah memiliki warung permanen dan bahkan sudah memiliki waralaba sendiri dan sudah membuka cabang diseluruh kota2 besar indonesia. Sebuah kemajuan yang luar biasa dan yang jelas para penggemar bakwan malang ini bisa menikmati rasa baksonya dimanapun mereka berada tanpa mesti jauh-jauh ke kota Malang.

Dalam rangka kangen bakso malang dan kotanya maka saya coba membuatnya sendiri, lumayan-lah sebagai obat kangen juga enak dinikmati di sore hari yang mulai disapa hujan ini. Resepnya selain coba-coba juga saya modifikasikan dengan resep yang saya dapatkan dari internet dan cara pengerjaannya saya dapatkan dari youtube, semoga dapat bermanfaat....


Bakwan Malang

Bahan :
- 750gr daging sapi cincang
- 250gr daging ayam cincang
- 300gr tepung kanji
- 4-5btr putih telur
- 1sdt baking soda
- 1sdm bawang goreng (sesuai selera, bisa lebih)
- Garam
- Penyedap maggie blok (bisa diskip)
- Merica
- Kulit wanton siap pakai
- Kulit spring roll siap pakai
- Daun bawang dan seledri iris tipis untuk taburan
- Bawang goreng untuk taburan
- Kuah sup kaldu bening.

Cara Membuat :
  1. Masukkan daging sapi dan ayam cincang ke dalam frezeer, tunggu setengah beku (tidak sampai keras seperti batu dan masih bisa dipotong2).
  2. Potong2 daging setengah beku tersebut dan kemudian blender halus.
  3. Dalam mangkuk besar, campur daging dan semua bumbu serta tepung kanji, uleni hingga tercampur rata.
  4. Tambahkan putih telur sedikit-sedikit, uleni lagi.
  5. Siapkan panci berisi air, didihkan sampai mendidih betul, bentuk baksa bulat2 menggunakan sendok atau bentuk dengan tangan, masukkan dalam air mendidih.
  6. Angkat bakso jika terlihat sudah mengambang dan berubah warna besar mengembang.
  7. Untuk gorengan panjang dan kembang, maka masukkan adonan daging dan isi ke kulit wanton dan spring roll, bentuk memanjang atau berbentuk bunga dan goreng sampai matang kecoklatan.
  8. Hidangkan bakso dengan kuah kaldu panas-panas dengan ditaburi daun bawang seledri dan bawang goreng, lengkapi dengan saos sambal.

Catatan :
  • Pada saat merebus bakso maka bakso akan terlihat mengembang besar dan akan mengkerut kembali saat diangkat, ini dikarenakan pemakaian baking soda. Pemakaian baking soda membuat bakso akan benar-benar matang sampai kedalamnya dan rasa bakso tidak keras dan mentah sewaktu digigit.
  • Daging sapi dapat diganti juga dengan daging ayam seluruhnya atau memakai daging ikan, tergantung selera.

Thursday, September 13, 2012

Soto mie Jakarta


Soto mie Jakarta
Seperti umumnya seorang ibu pasti sangat sibuk mengurus keperluan keluarganya, begitu pula dengan saya. Mulai pagi hari sampai malam jadwal rasanya penuh sesak tanpa jeda. Jadwal harian saya setiap hari adalah di mulai pada pagi hari dimana saya harus bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan dan bekal sekolah anak. Sekolah anak saya dimulai jam 7.30 dan kantor suami mulai jam 9 pagi, tapi karena sekolah dan kantor suami berdekatan dan lokasi rumah kami agak keluar kota (kurang lebih 15km dr sekolah) dan lalu lintas yang sangat padat di pagi hari, sedang kendaraan kami sekarang hanya satu maka untuk praktisnya saya antar mereka bersamaan. Dari ngedrop mereka biasanya saya sempatkan untuk berolah raga sedikit, setelah itu belanja keperluan rumah tangga dan pulang untuk memasak. Disiang hari saya kembali harus mengantarkan makan siang untuk mereka, karena sekolah anak saya berakhir jam 3 siang dan dia harus makan siang disekolah, begitu juga suami yang sedang dalam kondisi diet sehingga makannya harus diawasi jadi makan siang mereka saya kirimkan dari rumah, kalau anak ada les tambahan (biasanya 4kali dalam seminggu) maka berarti sayapun harus mengantarkannya dan kemudian sore hari saya jemput kembali suami dan anak sekalian untuk sama-sama pulang kerumah. Jadwal ini terus berlangsung setiap hari kecuali weekend, maka dari itu terkadang jadwal makan sayapun kacau balau terutama untuk makan pagi. Di pagi hari saya hanya sempat minum kopi saja sebelum berolah raga setelah itu baru makan makanan yang tidak berat tapi berenergi untuk keperluan sepanjang hari. Karena jarak makan pagi yang sudah terlambat dan makan siang yang tanggung inilah maka saya memilih menu yang gampang, cepat tapi bergizi salah satunya adalah soto mie jakarta ini.
Soto mie Jakarta ini merupakan favorite saya dulu sewaktu kami masih tinggal di Jakarta. Waktu itu saya selalu membelinya di abang-abang yang lewat depan rumah, rasanya yang segar dan gizi yang komplit membuatnya digemari banyak orang, makanan ini juga amat diburu orang saat jam makan siang kantor. Dapat dinikmati bersama dengan lontong atau begitu saja, cukup mengenyangkan karena ada mie kuning didalamnya. Ciri khas dari soto mie Jakarta ini adalah penambahan sayur-sayurnya yang mentah, tomat iris dan juga potongan risolesnya, paling enak dinikmati saat panas. Dibawah ini akan saya tuliskan resep soto mie jakarta, resepnya mudah dibuat dan cepat terutama bila daging dan risolesnya sudah dibuat sebelumnya. Selamat mencoba....
Soto Mie Jakarta
Bahan :
- 500gr Daging iga, rebus sampai empuk
- Mie kuning rebus, tiriskan
- Risoles/ spring roll isi sayuran atau bihun matang, potong2
- Kubis iris tipis
- Tomat segar iris besar2
- Daun bawang & seledri iris tipis, utk taburan
- Bawang goreng untuk taburan
Bahan kuah :
- 2ltr Air kaldu
- 1/4 sdt merica bubuk
- 7 siaung bw merah haluskan
- 4 siung bw putih
- 2 iris jahe
- 1 btg sereh, memarkan
- Daun bawang iris tipis
- Garam
- Sedikit kunyit bubuk untuk warna kuah yang cantik bila suka
Cara :
  1. Rebus jadi satu bahan kuah sampai mendidih dan matang. Sisihkan
  2. Atur mie, sayur2, daging dalam mangkuk, siram dengan kuah panas sesaat sebelum dihidangkan.
  3. Taburi dengan bawang goreng.
Resep risoles/ spring roll

Bahan :
- Kulit spring roll siap pakai
- Bihun/ soun, rebus tiriskan
- Sayur2an (wortel, kubis, taoge) iris tipis halus
- Daun bawang cincang
- Bawang merah dan putih, haluskan
- Merica
- Kecap ikan atau soya sauce (tergantung selera)

Cara :
  1. Campur jadi satu bihun, sayuran, daun bawang dan kecap ikan dalam mangkuk, sisihkan.
  2. Tumis bawang putih dan merica hingga harum. Angkat.
  3. Campur tumisan bawang dengan bahan lain, aduk rata.
  4. Taruh campuran bahan bihun diatas kulit spring roll, gulung memanjang.
  5. Tutup tepian kulit dengan sedikit air.
  6. Goreng spring roll dalam minyak panas sampai kuning kecoklatan.
  7. Spring roll siap dipakai.

Catatan :
  • Risoles dan daging dapat dimasak beberapa hari sebelumnya, dan dapat disimpan.
  • Daging iga bisa diganti dengan daging sapi dari bagian lainnya atau dapat juga dicampur jerohan jika suka.
  • Enak dihidangkan beserta lontong, emping dan sambal cuka godok.
  • Resep sambal cuka godok. Rebus cabai merah dan rawit sampai empuk, haluskan. Masak kembali cabai dengan menambahkan cuka, garam, gula dan sedikit air.

Tuesday, April 24, 2012

Siomay bungkus pangsit


Siomay bungkus pangsit
Kota Colombo tempat saya tinggal sedang diguyur hujan beberapa hari ini, padahal sedang dalam suasana liburan juga. Wah kalau sudah begini pastilah saya harus menyediakan makanan camilan untuk anak dan suami di rumah, karena pasti mereka ingin makan sesuatu terutama yang hangat-hangat.
Setelah beberapa saat membongkar resep-resep yang saya punya akhirnya pilihan jatuh pada siomay bungkus pangsit ini. Resepnya saya dapatkan pada buku resep yang dikeluarkan oleh "Bakul kuliner populer" keluaran tim dapur Demedia seri "variasi pempek dan siomay". Buku ini saya beli sewaktu liburan ke Indonesia Desember lalu. Menurut saya bukunya termasuk komplit dan mudah diikuti dan harganyapun amat sangat terjangkau untuk saya, pokoknya tidak rugilah.

Sebenarnya siomay bungkus pangsit ini kalau di kota Malang tempat orang tua saya tinggal bahannya dibuat hanya dari campuran daging sapi atau ayam saja dan dibungkus dengan kulit pangsit, sedang sebagai pendamping berupa kuah kaldu spt kuah bakso. Terkadang siomay ini juga merupakan bagian dari bakso Malang, jadi kalau makan bakso Malang komplit pasti disertai siomaynya. Ada yang hanya di steam ada pula yg kering digoreng. Dalam resep ini siomay bungkus pangsitnya merupakan campuran dari daging ayam, udang dan juga ikan, serta diberi bumbu sambal kacang, jadi sedikit menyerupai siomay bandung dalam penyajian dan rasanya, tapi tidak disertai dengan sayur-sayuran atau komponen lain yang biasa ada didalam siomay bandung.

Kalau rasanya sich tergantung selera mana yang disukai, disajikan beserta kuah kaldu ataupun bumbu sambal kacang semuanya layak dicoba dan sama-sama enak menurut saya..Silahkan mencoba....

Siomay bungkus pangsit

Bahan Biang :
- 2 sdm tepung terigu
- 300ml air
- 1 sdm garam
- 1/2 sdm gula
- 2 siung bawang putih haluskan
- Merica sesuai selera
- Bumbu penyedap (saya skip)
- 3 sdm minyak goreng

Cara : Masukkan semua bahan dalam panci kecuali minyak goreng, masak sampai kental dan meletup-letup. Angkat, masukkan minyak goreng aduk rata, kemudian sisihkan dan biarkan dingin.

Bahan Siomay :
- Bungkus pangsit siap pakai
- 200 gr ikan haluskan
- 200 gr ayam cincang
- 200 gr udang kupas kulit dan cincang kasar
- 400 gr tepung kanji
- 1 btr telur ayam kocok lepas
- Daun bawang potong halus
- wortel parut untuk hiasan

Cara membuat :
  1. Campur bahan biang dan ikan serta 200gr kanji uleni sampai rata.
  2. Kemudian campur adonan ikan dengan telur, udang, dan ayam aduk rata.
  3. Masukkan sisa tepung kanji aduk dengan sendok sampai semua tercampur.
  4. Olesi mangkuk cetakan dengan minyak, taruh kulit pangsit didalam cetakan dan masukkan adonan siomay dengan sendok.
  5. Baru atasnya beri hiasan wortel parut, kukus sampai matang kurang lebih 20 mnt.

Bumbu Saus Kacang

Bahan :
- 250 gr kacang tanah goreng haluskan
- 1 sdm gula merah iris
- Air asam/ air jeruk limau
- Cabe merah giling
- Bawang putih haluskan
- Garam
- Gula
- Air
  

Cara membuat :
  • Campur semua bahan jadi satu dan masak sampai kental dan berminyak.

Catatan :
  • Adonan siomay sedikit lembek jd harus disendok untuk memasukkan kedalam kulit pangsitnya.
  • Kalau suka maka ganti air dengan santan kental pada bahan bumbu saus kacangnya, masak seperti cara diatas.
  • Bahan-bahan untuk siomay bisa diganti sesuai selera atau ditambahkan potongan kecil-kecil sayuran dalam bahan adonannya.

Sunday, March 11, 2012

Empek-empek mini


Empek-empek mini kapal selam dan lenjeran
 Selama liburan di Indonesia sudah tentu ada makanan-makanan yang sudah masuk daftar wajib untuk disantap, salah satunya adalah empek-empek. Empek-empek yang terbuat dari ikan dengan saus cukanya ini memang sangat enak apalagi dinikmati pada siang hari yang panas disertai minum air kelapa muda dingin..wah tidak ada duanya. Empek-empek konon aslinya berasal dari Palembang daerah Sumatra Selatan ini sudah menjadi hidangan nusantara yang digemari baik tua maupun muda, dan sangat mudah dijumpai diseluruh pelosok nusantara. Tapi walaupun begitu tidak semua penjual empek-empek memiliki rasa empek-empek yang sama enaknya. Empek-empek yang enak menurut saya adalah yang rasanya kenyal tetapi tidak keras dan rasa ikannya benar-benar terasa, kuahnyapun sangat berpengaruh, haruslah yang benar-benar kental dan rasa manis, asam dan asinnya pas.

Dulu sewaktu saya masih usia sekolah dan orang tua tinggal di daerah Pasar Minggu Jakarta selatan ada satu tempat langganan empek-empek yang saya gemari yaitu di sebuah warung kecil di pojokan persis sebelum Pasar. Warung tanpa nama ini kalau pagi juga menjual kue-kue khas bangka dan aneka talam sedangkan kalau siang sampai malam menjual empek-empek. Setelah saya agak besar dan kita pindah dari pasar minggu maka langganan empek-empek saya berpindah ke Blok M, tepatnya di Melawai Plaza lantai 1. Disana sebenarnya tidak hanya menjual empek-empek saja tetapi tempat makan itu menjual menu masakan khas Bangka termasuk empek-empek tentunya. Saya juga tidak begitu mengerti kenapa empek-empek yang terkenal masakan khas dari Palembang ini rupanya merupakan makanan andalan dari Bangka juga, tapi tanpa mempermasalahkan berasal dari mana yang jelas empek-empeknya memang enak. Dan sekarang setelah orang tua tinggal di Malang maka langganan empek-empek yang menurut saya enak dan pas dilidah adalah di MOG (Mall Olimpic Garden) tepatnya di food court di dalam Giant supermarket.

Sewaktu saya pindah ke negara tempat saya tinggal sekarang ini ternyata ikan Tengiri yang merupakan bahan utama membuat empek-empek amat sangat mudah dijumpai, baik di pasar traditional maupun di supermarket. Begitu pula dengan gula merah dan asam, maka sebenarnya tidaklah sulit untuk membuat empek-empek sendiri karena semua bahan tersedia. Maka dengan tekat bulat mulailah saya berburu resep empek-empek yang pas dilidah. Maka dari hasil berburu, saya dapatkan 2 buah resep yang menurut saya sudah pas menurut selera saya. Resep pertama saya dapatkan dari buku "Cantiknya kue-kue mungil Majalah Sedap Sekejap" keluaran PT Media Boga Utama dan resep lainnya saya dapatkan dari salah seorang teman yang berasal dari Palembang. Resep dari buku sedap sekejap ini sangat menarik karena dibuat dengan size kecil-kecil/mini. Ukurannya yang mungil sangat cantik dan cocok sekali untuk pesta coctail ataupun hidangan arisan dirumah. Porsinya yang kecil juga bisa berpadu dengan mudah dengan hidangan lainnya.

Dari 2 resep tersebut dapat dilihat bahwa cara membuat dan bahannya memiliki sedikit perbedaan, perbedaan itu akan menghasilkan tekstur empek-empek yang berbeda. Kalau yang memakai biang menghasilkan empek-empek yang lebih kenyal tetapi tetap lembut serta tekstur ikannya tidak begitu terasa, sedangkan kalau tidak memakai biang tekstur ikan akan tanpak jelas dan lebih padat walaupun akan sedikit lebih liat. Yang mana yang akan anda pilih tergantung selera masing-masing...Silahkan mencoba...

Resep I Empek-empek

Bahan Biang
- 75gr tepung terigu
- 3 siung bawang putih haluskan
- 1,5 sdt garam
- Bumbu penyedap (bila suka)
- 450ml air
- 4 sdm minyak goreng

Bahan
- 1 kg ikan tengiri, buang kulit dan tulang, haluskan
- 1 kg tepung kanji/tapioka

Cara Membuat :
  1. Bahan Biang : Taruh semua bahan dalam mangkuk kecuali minyak. Aduk rata, kemudian masak sampai mendidih dan kental. Angkat bahan biang, tambahkan minyak goreng, aduk rata, sisihkan.
  2. Taruh ikan tengiri yang sudah halus didalam mangkuk, tambahkan adonan biang, aduk rata.
  3. Setelah itu masukkan tepung kanji, aduk rata sampai bisa di bentuk.
  4. Bentuk empek-empek sesuai selera, bisa bulat lonjong (lenjeran), bulat pipih ataupun berisi telur (empek-empek kapal selam), atau juga diberi isi atau divariasikan dengan tahu.
  5. Masak air yang banyak dalam panci sampai mendidih
  6. Masukkan empek-empek yang sudah dibentuk, tunggu sampai mengambang, angkat.
  7. Goreng empek2 yang sudah matang sampai coklat keemasan.
  8. Siap dihidangkan.

Resep II Empek-empek

Bahan :
- 500gr daging tengiri, haluskan
- 350 gr tepung kanji
- 2 btr putih telur
- 1 sdt garam
- 3 siung bawang putih
- Penyedap (bila suka)

Cara membuat :
  1. Taruh semua bahan dalam mangkuk. Aduk rata sampai bisa dibentuk.
  2. Bentuk sesuai selera.
  3. Didihkan air dalam panci sampai mendidih, masak empek-empek yang sudah dibentuk.
  4. Angkat bila sudah terapung.
  5. Goreng empek-empek dalam minyak banyak yang panas sampai kecoklatan.
  6. Siap dihidangkan.

Resep Cuko (Saus empek-empek)

Bahan :
- 350gr gula merah, sisir halua
- 650ml air
- 3sdm asam (saya pakai 4 mata asam)
- 2sdm cuka
- 2sdm lobak parut

Haluskan :
- 7 siung bawang putih (jangan dikupas)
- 15 cabe rawit merah (tergantung selera pedasnya)
- 3 sdm ebi halus
- 1 sdm tongcai (bisa dihilangkan)

Cara membuat :
  1. Masak gula merah dengan air dan asam sampai mendidih, angkat dan saring.
  2. Masak kembali larutan gula dan masukkan semua bahan lainnya kecuali lobak.
  3. Masak terus sampai harum, masukkan lobak parut. Didihkan lalu angkat.

Cara menghidangkan : Tata empek-empek didalam mangkuk, hidangkan beserta cuko,mie kuning rebus, potongan timun dan taburan ebi.

Catatan :
  • Pada saat mengaduk adonan ikan dan tepung kanji jangan terlalu lama, asal rata saja, supaya empek-empek tidak keras.
  • Untuk empek-empek kapal selam, agar mudah memasukkan telurnya maka buat contong runcing dulu baru masukkan telur dan tutup adonan seperti membuat bentuk kue pastel.
  • Empek-empek tidak harus direbus tetapi bisa juga dikukus sampai matang.
  • Menghidangkan empek-empek di Palembang aslinya tidak digoreng jadi tergantung selera kalau suka bisa dihidangkan tanpa digoreng terlebih dahulu atau bisa juga dipanggang diatas arang/dioven.

Tuesday, September 6, 2011

Gado-gado siram ala Malang

Gado-gado siram ala Malang plus emping
Tak terasa lebaran sudah lewat, semua sudah berjalan lancar, sudah pula keliling bersilaturahmi pada para sesepuh, teman dan juga teman kerja suami. Walaupun senang tapi juga meninggalkan rasa capek, rasanya malas sekali memasak, apalagi membayangkan semua makanan berat yang sudah kita nikmati selama lebaran yang tentunya bersantan dan serba daging, duch bikin malas makan juga. Tapi melihat lontong yang masih tersisa di kulkas sayang juga kalau tidak dimanfaatkan, akhirnya terpikir untuk membuat gado-gado siram ala Malang, selain ringan juga gampang dan berbahan sayur mayur yang sangat sehat.
Saya ingat dulu sewaktu kecil Ibu saya sering membuat gado2 ini, terus terang saat itu saya tidak begitu menyukainya karena dalam pikiran saya gado2 itu ya seperti yang dijual di warung-warung di Jakarta yang terdiri dari sayuran2an rebus seperti kankung, kecambah, tahu, tempe dan bumbunya langsung diulek sebelum dihidangkan, bukan seperti yang dimasak Ibu saya. Beliau selalu membuat bumbunya dengan cara dimasak terlebih dahulu. Rasa bumbu yang dimasak ini berbeda dengan yang diulek kerena ada sedikit lebih manis dan gurih, mungkin karena ada penambahan santan dalam bumbunya. Jenis sayurannya juga berbeda karena tidak ada sayuran hijaunya, biasanya terdiri dari wortel, buncis, kentang, kol, telur rebus, tahu goreng dan terkadang daun slada mentah yang dipotong kecil2 disertai pula dengan emping mlinjo atau krupuk merah sebagai pelengkap.
Dan ternyata setelah saya kuliah di Malang kota tempat orang tua saya dulu di besarkan, yang disebut gado-gado ini ternyata ya seperti milik Ibu saya bukan seperti gado2nya Jakarta. Karena makanan ini begitu populer disana maka sayapun mulai menyukainya. Kepopuleran gado-gado siram ini tidak kalah dengan makanan khas Malang lainnya seperti pecel, cwie mie Malang dan bakso Malang. Hampir setiap pelosok menjualnya dan pedagang juga berjualan keliling dengan gerobak-gerobak atau sepeda. Dari semua pedagang gado-gado siram, ada satu tempat legendaris yang menjual gado2 siram dan sangat terkenal di Malang yaitu gado2 Dempo. Tempatnya persis menempel di belakang pagar SMA St. Albertus atau lebih dikenal dengan nama SMA Dempo karena SMA ini terletak di Jl. Dempo.
Warungnya terbuat dari tenda berjejer-jejer menjual gado-gado, es buah2an aneka rupa dan juga Cwie Mie. Seingat saya mulai dari saya kecil sewaktu liburan ke Malang sampai sekarang warung2 ini tetap seperti itu tidak berubah sama sekali, dan masakannyapun tetap sama seperti itu. Deretan warung yang hanya buka siang hari ini sangat terkenal baik bagi warga Malang maupun pendatang dan selalu ramai pengunjung setiap saat.
Dibawah ini saya tuliskan resep gado-gado siram ala Malang yang saya dapatkan dari Ibu saya. Mudah-mudahan bisa menjadi alternatif hidangan pilihan di rumah.

Gado-gado siram ala Malang

Bahan :
- Wortel rebus, potong memanjang spt korek api
- Buncis rebus, potong memanjang
- Kentang rebus, potong dadu
- Kol rebus, rajang kasar
- Daun slada mentah, rajang kasar (saya skip)
- Telur rebus, belah-belah.
- Tahu goreng potong kecil2
- Emping/ kerupuk merah

Bahan Bumbu :
- Satu cup kacang tanah goreng, haluskan (saya pakai blender)
- 5 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 3 cabe merah besar
- 2 cabe rawit
- 1 mata asam jawa
- 1/2 sdt gula merah, sisir halus (saya pakai gula putih biasa)
- Garam
- Santan encer secukupnya (Saya pakai 1 sdm peres bubuk santan instan)
- Air secukupnya

Cara Membuat :
  1. Haluskan semua bumbu dan tumis sampai harum.
  2. Masukkan kacang tanah kedalam bumbu, tambahkan air.
  3. Setelah bumbu dan kacang tercampur maka masukkan santan encer, masak sampai mendidih dan matang.
  4. Bumbu siramkan diatas sayuran yang sudah diatur diatas piring.
  5. Tambahkan remasan emping atau kerupuk merah.


Catatan :
  • Gado-gado ini bisa enak dihidangkan dengan lontong, ketupat, nasi, atau dimakan begitu saja.

Wednesday, July 6, 2011

Cwi mie Malang

Cwi mie malang dengan bakso serta pangsit

Seseorang pernah berkata " Jangan ngaku pernah ke Malang kalau belum pernah nyoba Cwi mie-nya".
Mungkin memang benar ungkapannya tersebut karena sampai sekarang saya belum pernah ketemu makanan sejenis cwi mie ini di tempat lain selain Malang. Penjual cwi mie ini bisa ditemui disetiap pojok kota dan mall yang ada di kota Malang. Sebenarnya dari penampilannya cwi mie ini dapat digolongkan sebagai hidangan mie bakso pangsit kuah biasa, tapi dengan rasa yang lebih ringan dan harum wijen yang menonjol sehingga membuatnya menjadi lain.  Cara menghidangkan cwi mie ini juga sangat khas yaitu dihidangkan bersama dengan daun slada segar dan acar timun dan sambal cabe rebus, jadi bukan dengan saos tomat dan sambal seperti hidangan mie kuah lainnya, mungkin karena itu rasanya menjadi lebih segar. Ayamnyapun bukan daging ayam yang dipotong kecil-kecil atau suwir tetapi dari chicken minced dan dimasak sampai sedikit kering. Jangan kaget kalau penjualnya bertanya saat mau pesan mau mie kering, kuah atau nyemek yang artinya mau yang tanpa kuah, berkuah atau sedikit kuah.

Kuah bakso dan pangsit
Ada beberapa kedai penjual cwi mie yang terkenal di Malang yang menurut ceritanya sich di tempat inilah pertama kali cwi mie diperkenalkan, yaitu di hok lay, bakmi gajah mada, dan gang jangkrik. Ke tiganya terkenal dengan rasanya yang khas sehingga orang yang sudah sering makan disana bisa membedakan dari mana asal cwi mie tersebut. Ada lagi warung yang juga terkenal tetapi baru-baru ini saja berdiri yaitu "hot cwi mie" yang terkenal karena rasanya yang sudah dipermodern dengan macam2 modifikasi tapi tetap tanpa meninggalkan ciri khas cwi mie. Ada lagi warung kaki lima dibelakang sekolah Dempo, orang biasa menyebutnya dengan mie dempo, disitu cwi mienya terkenal dikalangan mahasiswa dan pelajar karena murah dan enak, sesuai dengan kantong mereka, selain itu disana juga mereka menjual aneka macam es buah dan es campur, selalu ramai pada setiap siang hari.

Bicara tentang cwi mie saya teringat satu peristiwa yang tidak pernah saya lupa. Ceritanya suatu hari kakek saya dari pihak bapak sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Sebagai cucu tentunya saya ingin beliau cepat sembuh dan untuk menyenangkannya maka saya tawarkan untuk membeli makanan kesukaan beliau. Saya tahu beliau suka sekali makan cwi mie dari satu warung favoritenya, maka keesokan hari sepulang dari kuliah saya sempatkan untuk mampir membeli cwi mie ini. Tetapi karena pada saat itu uang saya terbatas maklumlah kantong mahasiswa maka saya tidak membelikannya di warung kegemaran kakek tersebut, tapi di tempat lain yang lebih murah harganya. Saat itu saya pikir toch yang penting saya membawa cwi mie dan membeli dimanapun rasa dan penampilannya pasti sama. Sesampainya di rumah sakit dengan bangga saya berikan bungkusan cwi minya, tapi begitu dibuka tanpa dimakan beliau langsung bilang...."Saya gak mau ini, ini bukan cwi mie yang biasa saya makan......" Olala....dan beliau menambahkan " Jangan bohongi saya, dari baunya saja saya sudah tahu," karena pada saat itu saya berusaha membujuk dan bilang kalau itu saya beli dari tempat langganannya.
Kakekku sayang.....betapa malunya saya.....niatnya mau menyenangkan hati tetapi tidak tahunya amarah justru yang saya dapat. Dan untuk membayar rasa malu itu saya langsung pergi membeli lagi cwi mie di tempat kegemarannya....walaupun kali ini cuma satu bungkus......yang penting kakek tersayang cepat sembuh dan tidak merengut lagi......

Dibawah ini saya tuliskan resep cwi mie malang yang saya dapatkan dari adik saya. Cara membuatnya mudah dan cepat, rasanyapun enak. Selamat mencoba....

pangsit goreng
Resep cwi mie Malang

Bahan :
- Daun slada bersihkan
- 200gr Mie telur kriting, seduh dengan air panas, tiriskan
- 1 sdm Minyak sayur/minyak ayam
- 1 sdm minyak wijen
- 1 sdm kecap asin ( saya pakai kikoman)
- Daun bawang iris halus
- 2sdm Bawang goreng

Bahan Pelengkap :
- 2 sdm minyak untuk menumis
- 100 gr Ayam cincang
- 1 sdm bawang putih cincang
- 1/2 sdt jahe parut
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1/2 sdt minyak wijen
- Garam secukupnya

Bahan Kuah :
- 1 sdm minyak goreng
- 2sdm bawang putih cincang
- Garam
- 1,5 ltr kaldu ayam
- 1/2 sdt jahe parut
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1/2 sdt minyak wijen
- Daun bawang potong halus

Cara membuat :
  1. Pelengkap : Panaskan minyak, tumis semua bahan sampai harum dan daging berubah warna dan kering. Angkat.
  2. Kuah : Panaskan minyak goreng dan minyak wijen, tumis bumbu hingga harum, tuang dalam kaldu mendidih. Kalau memakai bakso dan pangsit masak bersama kuah. Sisihkan.
  3. Mie : Atur dalam mangkuk besar, masukkan semua bahan bumbu, tuang mie matang yang sudah tiris, campur jadi satu.
  4. Atur mie dan daun selada dalam mangkuk saji, tambahkan 2-3 sdm pelengkap diatasnya. Kemudian bubuhi daun bawang cincang dan bawang goreng diatasnya.
  5. Sajikan cwi mie selagi panas, hidangkan bersama pelengkap lainnya seperti kuah bakso dan pangsit dalam mangkuk terpisah, serta acar mentimun atau sambal cabe rebus.

Catatan :
  • Pangsit bisa di goreng atau di rebus sesuai selera.
  • Minyak ayam bisa didapat dengan menumis 1 kg kulit ayam beserta 1 sdm bawang putih cincang. Tumis dalam api kecil sampai keluar semua minyaknya, tambahkan air sedikit2 bila perlu, masak sampai air habis dan tinggal minyak ayam saja, saring dan masukkan minyak dalam botol. Minyak ayam ini bisa disimpan dan tahan lama di dalam kulkas.

Monday, June 13, 2011

Tahu Telur/ tahu "tek"



Beberapa minggu ini cuaca di kota tempat kami tinggal sering tidak dapat diprediksi. Terkadang beberapa hari bisa turun hujan terus menerus, kemudian tiba2 panas terik tak terhingga, bahkan sering kali matahari yg bersinar terang benderang dibarengi dengan hujan. Pokoknya bikin badan terasa gak karuan dan tidak fit. Dan biasanya kalau kondisi sedang tidak fit seperti ini harus dibarengi dengan makan yang banyak, istirahat yang cukup agar badan segar kembali dan penyakit menyingkir, tapi terkadang justru kebalikannya, apalagi kalau terkena flu pasti nafsu makan justru menurun.

Demikian juga yang saya alami, sudah beberapa hari saya terus membayangkan makanan apa yang enak, ringan dan segar. Sepertinya sudah terbayang kalau makan tahu telur langganan pasti enak juga. Di Malang saya punya langganan tahu telur yang setiap malam lewat di depan rumah, suaranya yg khas...tek....tek...tek...memanggil2 para langganannya sehingga saya menyebutnya "tahu tek". Biasanya bapak tua penjualnya akan lewat sekitar jam 7 sampai 10 malam. Jangan sampai terlewat karena kalau terlewat maka pak tua tidak akan mendengar panggilan kita sebab ternyata pendengarannya sudah terganggu. Jadi kalau dia sudah membunyikan tanda tek...tek...tek...diujung gang maka kita harus sudah siap menunggu didepan rumah karena sebentar lagi pak penjual tahu telur pasti lewat.

Ada peristiwa lucu tentang tahu tek langganan ini. Ceritanya karena tahu tek ini memiliki rasa yang "legendaris" maka sudah tentu terkenal ke seluruh keluarga besar saya terutama mereka yang tinggal di luar kota malang. Begitu juga dengan salah seorang om saya yang tinggal di jerman yang juga merupakan salah satu penggemar berat tahu telur ini. Pada saat liburan biasanya disempatkan untuk menginap dirumah dan mencicipi hidangan kesukaannya. Kalau dia datang dan menginap maka setiap sore dia selalu berpesan pada orang serumah untuk dipanggilkan si tahu tek, tapi entah kenapa hari itu kita semua sudah pasang telinga tetapi panggilan tek...tek..teknya tidak terdengar. Hari ke-dua pun begitu juga, sampai akhirnya hari ke-tiga, karena kesal dan menganggap kita semua lalai dan tidak tanggap dengan keinginannya serta rasa penasaran maka si om ini sudah berdiri di depan teras mulai jam 6 sore, sampai akhirnya menyerah pada jam 10 malam. Dan selama seminggu penuh si penjual tetap tidak muncul sampai akhirnya liburan kali ini om saya pulang kembali ke jerman dengan rasa kecewa karena tidak dapat menikmati tahu tek kegemarannya. Untung liburan tahun berikutnya Pak tua tahu tek berbaik hati lewat depan rumah saat om sedang dirumah jadi rasa penasarannya terbayar sudah.

Sebetulnya sich ada penjual lain di dekat rumah yang biasa mangkal dan mendirikan tenda, tapi tahu pak tua ini yang paling "sreg" dihati dan setelah saya amati dan perhatikan maka memang rasa tahu tek pak tua memiliki ciri khas sendiri dibanding yang lain. Ini juga mungkin dikarenakan ketimun sebagai sayuran pelengkap untuk tahu tek ini dibuat acar terlebih dahulu. Resep rahasia ini kemungkinan karena pak penjual tahu yang sudah tua ini berdagang dengan cara keliling maka lebih praktis untuk membuat acar ketimun yang sudah disiapkan dari rumah, lagi pula dengan di acar maka daya tahan ketimun akan makin bagus, dan ternyata justru rasanyapun menjadi jauh lebih segar dibandingkan kalau ketimunnya tidak diapa-apakan, sebab ada rasa asem dan manisnya.

Dari pada terus kepengen dan memikirkan tahu tek langganan, maka sayapun mulai menyiapkan bahan-bahan untuk membuat sendiri tahu tek kesukaan saya. Semoga saja bisa sedikit meringankan rasa tidak enak karena flu yang sedang saya alami dan juga dapat menambah nafsu makan.

Resep Tahu Telur

Bahan :
- Tahu potong dadu
- 1 telur kocok lepas
- 1/4 sdt garam
- 1 jumput merica

Cara membuat :
  • Tahu potong dadu.
  • Kocok telur, garam, merica. Masukkan tahu dalam telur.
  • Goreng dalam minyak panas

Saus Kacang

Bahan :
- 200 gr kacang tanah goreng
- 1/4 sdt garam
- 2 siung bawang putih goreng
- gula merah/ pasir
- cabe
- air asam
- air
- Kecap manis

Cara : Haluskan dan campur semua bahan saus.


Acar ketimun :

Bahan :
- 2 Buah ketimun cuci bersih potong tipis
- 1/4 sdt garam
- 1 sdm gula
- 2 sdm cuka

Cara : Campur semua bahan jadi satu

Pelengkap lain :
1. Taoge rebus tiriskan
2. Kerupuk
3. Seledri cincang

Sunday, November 28, 2010

Mie ayam jamur

Tidak  terasa ternyata sekarang sudah masuk akhir November, sebentar lagi pasti akan masuk akhir tahun dan mulai menyambut tahun baru lagi. Yang jelas sejak November pasti dibeberapa daerah tropis yang memiliki 2 musim sudah mulai masuk musim hujan. Di negara tempat saya tinggal awal bulan November ditandai dengan musim guntur dan kilat disertai angin kencang. Guntur bergemuruh tak henti-henti sepanjang hari, yang anehnya terkadang tidak disertai turunnya hujan sama sekali.
Memasuki akhir November sampai dengan akhir Januari, gemuruh guntur akan digantikan dengan hujan tiada henti. Sudah pasti kondisi cuaca yang seperti ini membuat semakin malas keluar rumah untuk beraktivitas di hari libur sekalipun, dan selera makanpun juga berubah. Yang tadinya suka yang seger-seger pasti sekarang suka yang hangat-hangat.
Disetiap hari hujan ada satu makanan yang tidak pernah absent hadir dan selalu dicari yaitu "Mie kuah". Hidangan mie kuah memang selalu dicari karena selain mengenyangkan dan mudah membuatnya (terutama yang punya stock mie instan), juga gampang di modifikasikan dengan berbagai variasi bahan lainnya seperti telur, bakso, sayuran, udang, dll.
Ada salah satu mie kesukaan keluarga saya yang walaupun menurut saya sedikit rumit pengerjaannya tapi juga selalu bikin kangen karena enak... Mie itu adalah Mie ayam jamur....
Mie ini juga biasa saya hidangkan kalau tiba-tiba akan kedatangan tamu mendadak di sore hari....asal semua bahan tersedia maka akan cepat membuatnya dan enak rasanya....

Bahan :
- Mie kuning kering atau fresh
- Daging ayam potong dadu kecil
- Daun sawi atau pakcoi potong2, bersihkan. Masak dan tiriskan.
- Jamur kancing kalengan, potong dadu
- Kulit Wanton goreng
- Bakso

Bumbu Kuah :
- Bawang putih
- Merica
- Daun bawang
- Garam
- Bawang merah goreng
- Kaldu ayam/daging

Bumbu untuk Mie :
- Garam
- Kecap asin (saya pakai kikoman)
- Kecap
- Merica

Bumbu Ayam :
- Bawang merah, haluskan
- Bawang putih, haluskan
- Merica
- Garam
- Kecap manis
- Kecap asin (saya pakai kikoman)

Cara Membuat :
  1. Kalau memakai mie kering rebus dulu mie sampai lunak dan tiriskan. Kalau memakai fresh mie, cukup guyur mie dengan air panas mendidih, lalu tiriskan.
  2. Atur mie dalam mangkuk besar, masukkan bumbu untuk mie, aduk rata. Sisihkan.
  3. Membuat kuah, dengan memasak semua bumbu kuah didalam air kaldu (beserta tulang2 ayam atau tulang sapi) dan bakso (kalau pakai bakso). Sisihkan.
  4. Tumis bumbu untuk ayam dalam minyak panas, masukkan potongan ayam masak sampai berubah warna, masukkan potongan jamur, aduk rata. Terakhir masukkan kecap manis, garam. Tumis sampai air sedikit habis.
  5. Cara menghidangkan : Taruh mie kedalam mangkuk, siram dengan ayam jamur diatasnya dan terakhir siram dengan kuah kaldu. Hidangkan bersama kulit wanton goreng, sawi dan bakso. 

Catatan :
Sepertinya hidangan ini rumit karena melalui 3 tahap, yaitu membumbui mie, bikin kuah, dan ayam jamur. Tapi kalau diperhatikan bumbu dasarnya hampir sama yaitu garam, merica, kecap asin, kecap manis dan bawang putih, bawang merah, asal semua bahan tersedia maka tinggal pengerjaannya saja yang dibuat bertahap. Selamat mencoba....